Kompas.com - 01/02/2019, 22:18 WIB
Tokugawa Ieyasu. Shogun Jepang dan pendiri Klan Tokugawa. via Yacan SakuraTokugawa Ieyasu. Shogun Jepang dan pendiri Klan Tokugawa.

KOMPAS.com - Tokugawa Ieyasu merupakan seorang shogun (penguasa militer) yang berkuasa di Jepang pada 1600 hingga keamtiannya pada 1605.

Dia mendirikan pemerintahan (Bakufu) Tokugawa yang terkenal di Jepang selepas Pertempuran Sekigahara pada 1603 hingga Restorasi Meiji pada 1868.

Rezimnya dikenal sebagai Zaman Edo karena dia memindahkan pemerintahannya ke Edo (nama lama Tokyo), dan menjadi era shogun terakhir di Jepang.

Baca juga: Mengunjungi Pusara Dewa Shogun Tokugawa

Bersama mantan tuannya Oda Nobunaga dan Toyotomi Hideyoshi, Tokugawa merupakan sosok yang berperan dalam menyatukan Jepang.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut merupakan biografi dari Tokugawa Ieyasu, sang pendiri rezim Tokugawa yang berkuasa sekitar 265 tahun.

1. Masa Kecil
Ieyasu lahir di Kastil Okazaki pada hari ke-26, bulan ke-12, pada tahun kesebelas Era Tenbun menurut penanggalan Jepang, atau 31 Januari 1543.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia merupakan putra Matsudaira Hirotada, seorang daimyo (penguasa feodal) Mikawa dan Kepala Klan Matsudaira, serta Putri Odai.

Ketika Ieyasu masih kecil, dia sempat ditangkap oleh Oda Nobuhide, ayah Nobunaga, dan diancam bakal dibunuh kecuali Hirotada memutus hubungan dengan Klan Imagawa.

Hirotada menolak dengan menegaskan dia memilih melihat putranya mati sebagai bentuk keseriusannya dalam menjalin persekutuan dengan Imagawa.

Pada akhirya Nobuhide tak membunuh Ieyasu, melainkan menjadikannya tawanan selama tiga tahun di Kuil Mansho-ji di Nagoya.

Tatkala Ieyasu berusia enam tahun, ayahnya tewas dibunuh oleh salah satu pengikutnya yang disuap oleh Klan Oda.

Baca juga: Takayama Jinya, Peninggalan Shogun Tokugawa

Namun di saat bersamaan, Nobuhide meninggal karena penyakit. Kematian Nobuhide membuat Klan Oda terkejut dan segera dimanfaatkan lawan.

Pasukan Imagawa di bawah pimpinan Sessai melakukan pengepungan di mana Oda Nobuhiro, putra tertua Nobuhide, memimpin Oda.

Dengan keadaannya yang hampir kalah, Nobunaga yang menggantikan kakaknya menerima tawaran Sessai untuk menyerahkan Ieyasu.

Jadi, Ieyasu yang saat itu berusia sembilan tahun dibawa sebagai sandera ke Sumpu. Namun, dia diperlakukan baik hingga berumur 15 tahun.

2. Mulai Berkuasa
Pada 1556 ketika Ieyasu telah cukup umur, Imagawa Yoshimoto menggelar upacara genpuku bagi Ieyasu, dan mengganti namanya menjadi Matsudaira Jirosaburo Motonobu.

Satu tahun kemudian, dia menikah dengan kerabat Yoshimoto, Putri Tsukiyama, dan mengganti namanya kembali menjadi Matsudaira Kurandonosuke Motoyasu.

Yoshimoto kemudian memerintahkannya berperang melawan Oda. Pertempuran pertamanya adalah di Kastil Terabe, barat Mikawa.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Saigo Takamori, Tokoh Restorasi Meiji

Tugas itu dilaksanakannya dengan baik. Begitu juga dengan misi peperangan lain yang dibebankan Yoshimoto kepadanya.

Pada 1560, kepemimpinan Klan Oda resmi dikuasai Nobunaga. Yoshimoto kemudian membawa pasukan Imagawa yang berjumlah 25.000 untuk menginvasi Oda.

Kebetulan saat itu Ieyasu mendapat tugas untuk menguasai benteng di Marune. Karena itu, dia tidak ikut dalam Pertempuran Okehazama yang menewaskan Yoshimoto.

3. Persekutuan dengan Oda
Dengan kematian Yoshimoto, Ieyasu memanfaatkan momentum itu untuk mendapatkan kembali kebebasannya, dan kembali ke Kastil Okazaki.

Dia kemudian menjalin perjanjian dengan Nobunaga karena istrinya dan putranya, Nobuyasu, ditahan oleh suksesor Yoshimoto, Ujizane.

Pada 1561, Ieyasu menyerang Kaminogo yang dikuasai Udono Nagamochi, mengambil dua putranya sebagai alat pertukaran dengan istri dan anaknya.

Selama beberapa tahun ke depan, Motoyasu melakukan pendudukan untuk memulihkan kembali Klan Matsudaira dan memperkuat Mikawa.

Belajar dari kesalahan ayahnya, dia memberikan hadiah bagi pengikut setianya tanah dan kastil. Di antaranya Honda Tadakatsu yang dijuluki Empat Raja Surga Tokugawa.

Baca juga: Kaisar Akihito Rayakan Ulang Tahun Terakhir sebelum Turun Takhta

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Sumber wikipedia,BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Kemenag 'Hadiah' untuk NU, Politisi PKB Minta Menteri Yaqut Perbaiki Komunikasi

Soal Kemenag "Hadiah" untuk NU, Politisi PKB Minta Menteri Yaqut Perbaiki Komunikasi

Nasional
Pakar: Rachel Vennya Bisa Dikenakan Sanksi Denda Terkait Nopol 'RFS'

Pakar: Rachel Vennya Bisa Dikenakan Sanksi Denda Terkait Nopol "RFS"

Nasional
Azis Syamsuddin Bantah 3 Saksi Lain, Hakim: Ada yang Beri Keterangan Palsu

Azis Syamsuddin Bantah 3 Saksi Lain, Hakim: Ada yang Beri Keterangan Palsu

Nasional
Tabrakan LRT Jabodetabek, Dirut PT INKA: Masinis Alami Luka Ringan

Tabrakan LRT Jabodetabek, Dirut PT INKA: Masinis Alami Luka Ringan

Nasional
Dirut PT INKA Ungkap Kronologi Tabrakan LRT di Cibubur, Duga Disebabkan 'Human Error'

Dirut PT INKA Ungkap Kronologi Tabrakan LRT di Cibubur, Duga Disebabkan "Human Error"

Nasional
Hakim Pertanyakan Alasan Azis Syamsuddin Pinjamkan Rp 200 Juta ke Eks Penyidik KPK

Hakim Pertanyakan Alasan Azis Syamsuddin Pinjamkan Rp 200 Juta ke Eks Penyidik KPK

Nasional
Tes PCR Akan Diberlakukan di Seluruh Moda Transportasi

Tes PCR Akan Diberlakukan di Seluruh Moda Transportasi

Nasional
Luhut Minta Semua Pihak Disiplin Terapkan Prokes meski Kasus Covid-19 Menurun

Luhut Minta Semua Pihak Disiplin Terapkan Prokes meski Kasus Covid-19 Menurun

Nasional
Waketum: Kader Nasdem Tak Ada yang Genit di Kabinet, apalagi Ingin Maju Capres

Waketum: Kader Nasdem Tak Ada yang Genit di Kabinet, apalagi Ingin Maju Capres

Nasional
Nasdem Anggap Wajar Menteri-menteri Jokowi Masuk Bursa Capres

Nasdem Anggap Wajar Menteri-menteri Jokowi Masuk Bursa Capres

Nasional
Presiden Jokowi Akan Hadiri Sejumlah KTT ASEAN, G-20, hingga COP26

Presiden Jokowi Akan Hadiri Sejumlah KTT ASEAN, G-20, hingga COP26

Nasional
RI Terima 684.400 Dosis Vaksin AstraZeneca dari Selandia Baru

RI Terima 684.400 Dosis Vaksin AstraZeneca dari Selandia Baru

Nasional
Pengawasan Prokes di Lapangan Lemah, Luhut: Kita Jangan Membohongi Diri Sendiri

Pengawasan Prokes di Lapangan Lemah, Luhut: Kita Jangan Membohongi Diri Sendiri

Nasional
Geledah 4 Lokasi di Kuansing, KPK Amankan Dokumen Persetujuan Andi Putra untuk Perpanjangan HGU

Geledah 4 Lokasi di Kuansing, KPK Amankan Dokumen Persetujuan Andi Putra untuk Perpanjangan HGU

Nasional
Libur Natal dan Tahun Baru Sebentar Lagi, Luhut Minta Masyarakat Disiplin Terapkan Prokes

Libur Natal dan Tahun Baru Sebentar Lagi, Luhut Minta Masyarakat Disiplin Terapkan Prokes

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.