Tim Jokowi Usul Perpanjangan Durasi Tanya Jawab di Debat Kedua

Kompas.com - 01/02/2019, 20:28 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni ketika memberikan keterangan pers di Kantor DPP PSI, Jakarta, Jumat (1/6/2018). KOMPAS.com/ MOH NADLIRSekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni ketika memberikan keterangan pers di Kantor DPP PSI, Jakarta, Jumat (1/6/2018).
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Raja Juli Antoni, mengusulkan perpanjangan durasi tanya jawab dalam debat kandidat kedua pilpres 2019 pada 17 Februari mendatang.

“Ada usulan dari kami mengenai format debat. Kami berharap waktu untuk tanya jawab antar kandidat diperpanjang dan diperbanyak. Pertanyaan dari panelis justru tidak perlu terlalu banyak," kata Antoni kepada Kompas.com, Jumat (1/2/2019).

Dengan memperpanjang waktu debat, Antoni menilai Jokowi dan Prabowo bisa saling tanya dengan leluasa. Hal ini dapat memberikan gambaran lebih jelas akan pemahaman para kandidat terkait persoalan negeri. Juga menyajikan kesempatan pada masyarakat untuk menilai.

Baca juga: KPU Tetapkan 8 Panelis Debat Kedua Pilpres, Ini Nama-namanya

Toni pun yakin Jokowi akan sangat menguasai debat kedua karena tema yang akan diangkat adalah perihal pangan, energi, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

Debat kedua akan jauh lebih baik. Saya yakin beliau lebih menguasai tema debat kedua karena temanya sangat identik dengan Pak Jokowi," kata Antoni.

"Saya yakin Pak Jokowi akan menang telak. Pak Prabowo mungkin akan joget berkali-kali untuk menutupi kegugupannya." sambung Sekjen Partai Solidaritas Indonesia ini.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X