Wali Kota Pasuruan dan Dua Tersangka Lain Segera Diadili

Kompas.com - 01/02/2019, 19:13 WIB
Wali Kota Pasuruan nonaktif Setiyono meninggalkan gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Jumat (1/2/2019). Setiyono diperiksa penyidik KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintahan Kota Pasuruan tahun anggaran 2018. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nzANTARA/Hafidz Mubarak A Wali Kota Pasuruan nonaktif Setiyono meninggalkan gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Jumat (1/2/2019). Setiyono diperiksa penyidik KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintahan Kota Pasuruan tahun anggaran 2018. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz

JAKARTA, KOMPAS.com-Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) melimpahkan berkas penyidikan, barang bukti dan tersangka atas nama Setiyono yang merupakan Wali Kota Pasuruan, ke tahap penuntutan.

Dengan demikian, Setiyono akan segera diadili di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

"Persidangan akan dilakukan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Surabaya sesuai kompetensi relatif pengadilan yang berwenang menangani," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Selain Setiyono, penyidik juga melimpahkan dua tersangka ke tahap penuntutan. Keduanya yakni, Dwi Fitri Nurcahyo selaku staf ahli bidang hukum, politik dan pemerintahan Pemerintah Kota Pasuruan.

Kemudian, Wahyu trihadianto selaku tenaga honorer di Kelurahan Purutrejo Kota Pasuruan, Pemerintahan Kota Pasuruan.

Dalam kasus ini, Setiyono ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga menerima uang Rp 115 juta dari kontraktor Muhamad Baqir.

Menurut KPK, diduga sejak awal sudah ada kesepakatan bahwa Setiyono akan mendapatkan jatah 10 persen dari nilai proyek sebesar Rp 2,2 miliar yang akan dikerjakan oleh Baqir.

Baca juga: Kasus Wali Kota Pasuruan, KPK Panggil Kepala Dinas PUPR

Proyek yang dimaksud yakni proyek belanja modal gedung dan bangunan pengembangan pusat layanan usaha terpadu pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro di Pemerintah Kota Pasuruan. Anggaran proyek tersebut pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018.

Selain Setiyono dan Baqir, KPK juga menetapkan staf ahli sekaligus pelaksana harian Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pasuruan Dwi Fitri Nurcahyo dan staf kelurahan Purutrejo, Wahyu Tri Hardianto, sebagai tersangka.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jaksa Anggap Romahumuziy Terlalu Terlibat Teknis Seleksi Jabatan di Kemenag

Jaksa Anggap Romahumuziy Terlalu Terlibat Teknis Seleksi Jabatan di Kemenag

Nasional
Tim Hukum Anggap Polemik Status Cawapres Ma'ruf Amin Sudah Selesai

Tim Hukum Anggap Polemik Status Cawapres Ma'ruf Amin Sudah Selesai

Nasional
Jaksa Heran Romahurmuziy Tak Segera Laporkan Penerimaan Uang Rp 250 Juta ke KPK

Jaksa Heran Romahurmuziy Tak Segera Laporkan Penerimaan Uang Rp 250 Juta ke KPK

Nasional
Menag Tak Tahu soal Anggapan Pasang Badan Perjuangkan Haris Hasanuddin

Menag Tak Tahu soal Anggapan Pasang Badan Perjuangkan Haris Hasanuddin

Nasional
Kode 'B1' dari Romahurmuziy untuk Menteri Agama Lukman Hakim...

Kode "B1" dari Romahurmuziy untuk Menteri Agama Lukman Hakim...

Nasional
TKN: Bisa Jadi yang Masih Demo di MK Hanya Cari Panggung Politik

TKN: Bisa Jadi yang Masih Demo di MK Hanya Cari Panggung Politik

Nasional
Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Nasional
Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Nasional
Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Nasional
Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Nasional
Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Nasional
Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Nasional
Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Nasional
Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Nasional
Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Nasional

Close Ads X