Tim Jokowi: Model Kampanye Prabowo Itu-itu Saja, Wajar Tertinggal

Kompas.com - 01/02/2019, 17:52 WIB
Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memberikan penjelasan saat debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memberikan penjelasan saat debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding, menilai tidak ada narasi menarik dari pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Oleh karena itu, wajar elektabilitas Prabowo-Sandi selalu tertinggal dari Jokowi-Ma’ruf.

“Selama model kampanye dan narasi yang dibangun seperi itu-itu saja, maka tidak akan banyak perubahan,” kata Karding saat dihubungi, Jumat (1/2/2019).

Baca juga: Tak Peduli Hasil Survei LSI, Kubu Prabowo Hanya Pakai Survei Internal


Hal ini disampaikan Karding menanggapi hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) terbaru yang dilakukan pasca debat kandidat pertama pilpres 2019 pada 17 Januari lalu.

Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (12/8/2018).Reza Jurnaliston Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (12/8/2018).

Hasil survei itu menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 54,8 persen, sementara Prabowo-Sandi sebesar 31 persen.

Survei juga menunjukkan lebih banyak masyarakat yang menilai Jokowi-Ma'ruf unggul dalam debat.

Jokowi-Ma'ruf dianggap unggul oleh 50,0 persen responden, sementara Prabowo-Sandi hanya dipilih 35,4 persen responden.

Baca juga: Survei LSI Setelah Debat Pertama: Jokowi 54,8 Persen, Prabowo 31 Persen

Karding menilai hasil survei LSI sangat masuk akal lantaran Jokowi lebih banyak menyampaikan gagasan-gagasan konkrit saat debat.

Gagasan-gagasan itu juga didukung oleh kinerja Jokowi selama empat tahun terakhir sebagai petahana.

“Prabowo berbeda dengan Pak Jokowi yang memperlihatkan bukti dan komitmen yang kuat untuk membangun dan memperbaiki Indonesia,” ujar Karding.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X