Sandiaga Sebut Rasio Utang Indonesia terhadap PDB Belum Aman

Kompas.com - 01/02/2019, 10:38 WIB
Calon Wakil Presiden Nomor urut 02, Sandiaga Uno mengomentari tersebarnya tabloid Indonesia Barokah di Sejumlah Wilayahnya di Indonesia kepada Wartawan di Rumah Djoeang, Kebayoran Baru, Jakarta, Selatan, pada Minggu (27/1/2019) KOMPAS.com/ JIMMY RAMADHAN AZHARICalon Wakil Presiden Nomor urut 02, Sandiaga Uno mengomentari tersebarnya tabloid Indonesia Barokah di Sejumlah Wilayahnya di Indonesia kepada Wartawan di Rumah Djoeang, Kebayoran Baru, Jakarta, Selatan, pada Minggu (27/1/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menilai, rasio utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) saat ini belum aman.

Berdasarkan laporan pada September 2018, rasio utang Indonesia terhadap PDB mencapai 30,31 persen.

Total utang pemerintah per akhir Agustus 2018 mencapai Rp 4.363 triliun atau sekitar 30,31 persen terhadap PDB yang diperkirakan sebesar Rp 14.395 triliun.

"Angka-angka tersebut janganlah kita bilang angka tersebut aman. Kita harus hati-hati karena ini tantangan ekonomi pada 2019, tantangan perang dagang, tantangan lain," kata Sandiaga saat ditemui di Media Center Prabowo-Sandiaga, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Baca juga: Luhut : Utang Kita Semuanya Produktif

Saat ini tercatat yield (imbas hasil) Surat Utang Indonesia mencapai 8,1 persen.

Menurut Sandiaga, yield tersebut tertinggi jika dibandingkan negara ASEAN lainnya.

Ia mengatakan, kondisi global yang tak menentu dengan mudah bisa memengaruhi posisi utang Indonesia menjadi semakin tak aman.

Sandiaga menambahkan, semestinya pemerintah lebih bijak dalam mengelola utang dan dialokasikan ke sektor yang produktif.

Baca juga: Fuad Bawazier: Utang Pemerintah Saat Ini Bebankan Pemerintah Selanjutnya

Ia menilai, ke depannya, pembangunan infrastruktur bisa dilakukan dengan pendanaan yang inovatif sehingga tak memberatkan utang.

"Jangan sampai karena yield kita tertinggi, ini berbahaya kalau kita sudah setinggi itu bunganya. Itu merulakan salah satu reminder buat kita," lanjut Sandiaga.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Analisis dan Catatan BMKG soal Gempa Majene, Rentetan Sejarah, hingga Potensi Gempa Susulan

Analisis dan Catatan BMKG soal Gempa Majene, Rentetan Sejarah, hingga Potensi Gempa Susulan

Nasional
Jokowi: Saya Akan Terus Pantau Perkembangan Bencana di Tanah Air

Jokowi: Saya Akan Terus Pantau Perkembangan Bencana di Tanah Air

Nasional
UPDATE: Hingga Sabtu Dini Hari, 189 Orang Dirawat Akibat Gempa Mamuju, 637 Orang Luka Ringan di Majene

UPDATE: Hingga Sabtu Dini Hari, 189 Orang Dirawat Akibat Gempa Mamuju, 637 Orang Luka Ringan di Majene

Nasional
Saat Kedekatan Komjen Listyo dan Presiden Jokowi Disorot...

Saat Kedekatan Komjen Listyo dan Presiden Jokowi Disorot...

Nasional
UPDATE: Hingga Pukul 20.00 WIB, 42 Orang Meninggal Akibat Gempa Mamuju dan Majene

UPDATE: Hingga Pukul 20.00 WIB, 42 Orang Meninggal Akibat Gempa Mamuju dan Majene

Nasional
Polri Kirim Pesawat hingga Personel untuk Bantu Penanganan Gempa di Sulawesi Barat

Polri Kirim Pesawat hingga Personel untuk Bantu Penanganan Gempa di Sulawesi Barat

Nasional
Rizieq Shihab yang Pernah Positif Covid-19, Berawal dari Kasus RS Ummi

Rizieq Shihab yang Pernah Positif Covid-19, Berawal dari Kasus RS Ummi

Nasional
Jokowi: Saya Telah Perintahkan Vaksinasi Covid-19 Tuntas Sebelum Akhir 2021

Jokowi: Saya Telah Perintahkan Vaksinasi Covid-19 Tuntas Sebelum Akhir 2021

Nasional
Jokowi: Bulan ini Curah Hujan Ekstrem, Waspadai Banjir dan Tanah Longsor

Jokowi: Bulan ini Curah Hujan Ekstrem, Waspadai Banjir dan Tanah Longsor

Nasional
Azyumardi Azra: Pembubaran FPI dan HTI Tak Timbulkan Reaksi Keras dari Kelompok Muslim Lain

Azyumardi Azra: Pembubaran FPI dan HTI Tak Timbulkan Reaksi Keras dari Kelompok Muslim Lain

Nasional
Jokowi: Kita Harus Optimistis Awal 2021 Jadi Titik Balik Pandemi di RI

Jokowi: Kita Harus Optimistis Awal 2021 Jadi Titik Balik Pandemi di RI

Nasional
Besok, Kepala Basarnas dan Panglima TNI akan Tinjau Lokasi Bencana di Kalsel dan Mamuju

Besok, Kepala Basarnas dan Panglima TNI akan Tinjau Lokasi Bencana di Kalsel dan Mamuju

Nasional
Banjir Kalsel, Jokowi Perintahkan Kepala BNPB, Panglima TNI, dan Kapolri Kirim Bantuan Secepatnya

Banjir Kalsel, Jokowi Perintahkan Kepala BNPB, Panglima TNI, dan Kapolri Kirim Bantuan Secepatnya

Nasional
2 Petugas dan Seorang Napi Rutan Mamuju Luka akibat Gempa

2 Petugas dan Seorang Napi Rutan Mamuju Luka akibat Gempa

Nasional
Azyumardi Azra: Pembubaran HTI dan FPI Jadi Peristiwa Penting dalam Sejarah Gerakan Islam di Indonesia

Azyumardi Azra: Pembubaran HTI dan FPI Jadi Peristiwa Penting dalam Sejarah Gerakan Islam di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X