Kompas.com - 31/01/2019, 22:47 WIB
Muslimat Nahdlatul Ulama, melakukan kunjungan kerja ke kawasan industri IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini (28-29 Januari 2019), terkait dengan maraknya isu serbuan Tenaga Kerja Asing (TKA) di media sosial. Muslimat Nahdlatul Ulama, melakukan kunjungan kerja ke kawasan industri IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini (28-29 Januari 2019), terkait dengan maraknya isu serbuan Tenaga Kerja Asing (TKA) di media sosial.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Muslimat Nahdlatul Ulama melakukan kunjungan kerja ke kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Kunjungan ini dilakukan terkait dengan maraknya isu serbuan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Morowali yang beredar di media sosial.

Dari kunjungan selama dua hari, yakni pada 28-29 Januari 2019, Muslimat NU memastikan bahwa isu serbuan TKA adalah hoaks.

Salah satu Anggota Dewan Pakar Muslimat NU, Nurjannah Abna, mengatakan, keberadaan kawasan industri IMIP ini mempunyai dampak positif bagi perkembangan ekonomi masyarakat yang ada di Morowali. Menurut dia, serapan tenaga kerja di kawasan itu sangat besar.

Baca juga: Polisi Tangkap Penyebar Hoaks Demonstrasi Buruh di Morowali

“Selama dua hari kami berkeliling kawasan, mulai dari kawasan pabrik, pelabuhan Jetty, dan central kitchen, kami memang melihat ada pekerja yang berasal dari Tiongkok. Tapi jumlahnya tak sebanding dengan karyawan indonesia yang jauh lebih banyak," kata Nurjannah dalam keterangan tertulisnya, Kamis (31/1/2019).

"Kalau dikatakan seperti yang viral di salah satu sosial media, bahwa ada ratusan ribu bahkan jutaan TKA Cina di Morowali, itu hanya Hoaks,” kata mantan Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini

Nurjannah mengatakan, pihak IMIP juga telah memberikan data tentang jumlah karyawan lokal yang saat ini bekerja di kawasannya sebanyak kurang lebih 32.000 orang. Sementara jumlah TKA asal Tiongkok hanya sekitar 9 persen dari jumlah total karyawan Indonesia.

Baca juga: Ini Motif Penyebar Hoaks Demonstrasi Buruh di Morowali

“Dari penjelasan pihak IMIP, mereka (TKA) nantinya akan kembali ke negaranya setelah transfer teknologi kepada karyawan Indonesia selesai. Artinya, ini merupakan hal yang positif bagi kita semua karena skill tenaga kerja kita semakin bertambah,” kata Nurjannah.

Selain melakukan kunjungan ke kawasan industri IMIP, para pengurus Muslimat NU juga, mengikuti kuliah umum yang digelar di Politeknik Industri Logam Morowali.

Menurut Nurjannah, peluanh kerja semakin terbuka lebar dengan keberadaan Politeknik Industri Logam Morowali yang didirikan oleh Kementerian Perindustrian RI. Sebab, mahasiswa di politeknik ini mendapat prioritas untuk bergabung di kawasan industri IMIP setelah mereka menyelesaikan studi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Diminta Klarifikasi soal Nama KH Hasyim Asy'ari yang Tak Tercantum dalam Draf Kamus Sejarah

Pemerintah Diminta Klarifikasi soal Nama KH Hasyim Asy'ari yang Tak Tercantum dalam Draf Kamus Sejarah

Nasional
Menteri PAN RB Jamin Kerahasiaan dan Keamanan Soal Seleksi CASN 2021

Menteri PAN RB Jamin Kerahasiaan dan Keamanan Soal Seleksi CASN 2021

Nasional
Serahkan Soal Tes Calon ASN ke Menpan RB, Nadiem Komitmen Bantu Rekrut Smart ASN

Serahkan Soal Tes Calon ASN ke Menpan RB, Nadiem Komitmen Bantu Rekrut Smart ASN

Nasional
Kemkominfo: Konten Jozeph Paul Zhang Langgar UU ITE

Kemkominfo: Konten Jozeph Paul Zhang Langgar UU ITE

Nasional
Moeldoko: Soal Reshuffle yang Tahu Hanya Presiden

Moeldoko: Soal Reshuffle yang Tahu Hanya Presiden

Nasional
Pemerintah Perkirakan 13 Persen dari 80 Juta Pemudik Nekat Mudik Meski Dilarang

Pemerintah Perkirakan 13 Persen dari 80 Juta Pemudik Nekat Mudik Meski Dilarang

Nasional
Menko PMK: Pemerintah Tak Ingin Lebaran 2021 Jadi Pemicu Utama Naiknya Kasus Covid-19

Menko PMK: Pemerintah Tak Ingin Lebaran 2021 Jadi Pemicu Utama Naiknya Kasus Covid-19

Nasional
Menko PMK: Pemerintah sedang Waspada agar Kasus Covid-19 Tak Seperti India

Menko PMK: Pemerintah sedang Waspada agar Kasus Covid-19 Tak Seperti India

Nasional
Isu Reshuffle Kabinet, PAN: Kami Siap Berkontribusi di Pos Apa Pun

Isu Reshuffle Kabinet, PAN: Kami Siap Berkontribusi di Pos Apa Pun

Nasional
Kasus Pengadaan Darurat Covid-19 di Bandung Barat, KPK Periksa Kasi Pemberdayaan Fakir Miskin

Kasus Pengadaan Darurat Covid-19 di Bandung Barat, KPK Periksa Kasi Pemberdayaan Fakir Miskin

Nasional
Komisi IX Anggap MoU Vaksin Nusantara Langkah Positif Kembangkan Penelitian

Komisi IX Anggap MoU Vaksin Nusantara Langkah Positif Kembangkan Penelitian

Nasional
Kabareskrim: Sampai 2021 Tak Ada Pengajuan Cabut Status WNI Jozeph Paul Zhang

Kabareskrim: Sampai 2021 Tak Ada Pengajuan Cabut Status WNI Jozeph Paul Zhang

Nasional
Kominfo: YouTube Sudah Blokir Konten Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang

Kominfo: YouTube Sudah Blokir Konten Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang

Nasional
Jaksa Tolak Permohonan Justice Collaborator Penyuap Juliari Batubara

Jaksa Tolak Permohonan Justice Collaborator Penyuap Juliari Batubara

Nasional
ICW Nilai Tuntutan 4 Tahun Penjara untuk Penyuap Juliari Sangat Rendah

ICW Nilai Tuntutan 4 Tahun Penjara untuk Penyuap Juliari Sangat Rendah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X