KPU Tetapkan 8 Panelis Debat Kedua Pilpres, Ini Nama-namanya

Kompas.com - 31/01/2019, 15:38 WIB
Gedung KPU PusatKompas.com/Fitria Chusna Farisa Gedung KPU Pusat

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemilihan Umum ( KPU) menetapkan delapan nama panelis debat kedua pilpres. Mereka berasal dari kalangan akademisi dan aktivis LSM.

Menurut Komisioner KPU Wahyu Setiawan, panelis yang dipilih menyesuaikan dengan tema debat kedua

"Akademisi 6 orang, yakni 2 rektor masing-masing dari ITS dan IPB, serta 4 akademisi masing-masing dari Unair, UGM, ITB, dan Undip. Empat akademisi yang bukan rektor ini menjadi panelis atas keahlian bidang masing-masing," kata Wahyu di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (31/1/2019).

Baca juga: KPU Telusuri Rekam Jejak Calon Panelis Debat Kedua

"Sementara itu, dua panelis lain dari LSM, yakni Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) dan KPA (Konsorsium Pengembangan Agraria)," sambungnya.

Tak seperti debat pertama yang melibatkan tim kampanye dalam perumusan nama panelis, KPU memutuskan untuk tidak lagi melibatkan kedua tim kampanye dalam menentukan panelis debat pilpres. Nama-nama panelis seluruhnya diputuskan oleh KPU.

Menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, KPU diberi kewenangan penuh dalam menentukan panelis debat.

Komisioner KPU Wahyu SetiawanKOMPAS.com/Fitria Chusna Farisa Komisioner KPU Wahyu Setiawan

Baca juga: Tim Kampanye Minta KPU dan Panelis Disumpah Tak Bocorkan Soal Debat

Sebelum nama mereka ditetapkan, KPU melakukan penelusuran rekam jejak calon panelis debat kedua pilpres. Proses ini dilakukan untuk memastikan panelis memenuhi syarat yang ditetapkan KPU.

Selain ahli di bidangnya, panelis juga harus netral dan tidak memihak salah satu pasangan capres cawapres.

Berikut delapan panelis debat kedua pilpres:

1. Prof. Ir. Joni Hermana, M.Sc.ES, Ph.D (Rektor ITS)

2. Dr Arif Satria (Rektor IPB)

3. Nur Hidayati (Direktur Eksekutif WALHI)

4. Prof Dr Ir Irwandy Arif, M. Sc (Ahli pertambangan ITB)

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X