Cool Village: Captainship! Dari Fukuoka ke Surabaya

Kompas.com - 29/01/2019, 19:17 WIB
Jalan Raya Gubeng, Surabaya, yang ambles kini sudah tersambung dan telah masuk tahap pengaspalan, Selasa (25/12/2018). Proses perbaikan jalan yang ambles, disebut Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berjalan lebih cepat dari rencana awal. Dok. Pemkot SurabayaJalan Raya Gubeng, Surabaya, yang ambles kini sudah tersambung dan telah masuk tahap pengaspalan, Selasa (25/12/2018). Proses perbaikan jalan yang ambles, disebut Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berjalan lebih cepat dari rencana awal.

OH TUNGGU dulu, ini bukan tentang Captain America atau Captain Marvell!
 
Di suatu hari yang sangat biasa-biasa saja, warga di pusat finansial Kota Fukuoka, Jepang, dikejutkan dengan suara gemuruh seperti suara gunung meletus.

Hari itu, 8 November 2016, sebuah perempatan strategis yang dikelilingi gedung-gedung tinggi ambles sedalam 15 meter dengan lubang menganga seluas 30 x 27 meter. Itu lubang yang sangat besar!

Tak jauh dari situ memang sedang ada proyek konstruksi bawah tanah. Fondasi beberapa gedung tinggi terlihat jelas. Tanah di sekitarnya terkelupas, tergerus. Gedung-gedung tinggi itu bisa runtuh satu per satu. Situasi tampak seperti mencekam dan kritis.

Tanah ambles yang dikenal sebagai sinkhole itu merusak jaringan pipa air minum, gas, listrik, pembuangan limbah rumah tangga, jaringan telepon dan tentu saja mengganggu aktivitas bisnis di pusat finansial Fukuoka.

Adalah Soichiro Takashima, Wali Kota Fukuoka, yang juga mantan pegawai sebuah stasiun televisi, yang menjadi pahlawan dalam proses recovery distrik bisnis Fukuoka. Dalam sebuah kemunculan publik melalui media massa, ia meminta maaf atas kejadian tersebut dan berjanji membereskannya sesegera mungkin.

Ia mengumpulkan jajarannya, membuat sebuah rencana kerja yang sangat singkat namun padat, dan hari itu juga semua elemen di pemerintahan Kota Fukuoka bergerak dengan satu misi: perempatan ambles harus kembali seperti sedia kala secepatnya!

Dalam waktu 48 jam, lebih dari 6.000 kubik pasir dan semen menutup lobang raksasa itu, pipa-pipa yang rusak dibereskan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah melalui audit keselamatan serta kekuatan struktur, akhirnya seminggu kemudian perempatan itu sudah dilalui ribuan kendaraan lagi seolah tak pernah terjadi apa-apa di situ.

Memang dalam perjalanannya bekas penutupan sinkhole itu masih turun seperti diprediksi para ahli konstruksi, tetapi itu normal karena pemadatan butuh waktu. Penyempurnaan kerja dilakukan secara terus-menerus.
 
Saat semuanya sudah kembali normal, sebuah tim investigasi diterjunkan untuk meneliti sebab musabab sinkhole itu terjadi, dan siapa yang bertanggung jawab.

Hampir semua stasiun berita global memberitakan kecepatan recovery di Fukuoka tersebut, dan kecakapan wali kotanya memimpin tim untuk misi khusus "menambal" sinkhole yang tampaknya akan berjalan berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Untuk sejenak, saya nyaris melupakan berita itu. Lalu, terjadilah tanah ambles di Jalan Gubeng, Surabaya. Lebih besar. Lebih heboh.

Tak perlu seorang Soichiro Takashima untuk memperbaiki Jalan Gubeng itu dengan cepat. Risma!

Tak adil rasanya membandingkan kejadian sinkhole di Fukuoka dengan yang terjadi di Surabaya karena protokoler penanganan bencana di Jepang memiliki sejarah panjang, jauh lebih baik, lebih terorganisasi, disokong teknologi dan pertalatan modern nan lengkap, dan tentu saja dana siaga yang jauh lebih besar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 12 Juni: Pemerintah Periksa 17.833.717 Spesimen Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 12 Juni: Pemerintah Periksa 17.833.717 Spesimen Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
Update: Sebaran 7.465 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jakarta

Update: Sebaran 7.465 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jakarta

Nasional
UPDATE 12 Juni: Ada 106.894 Kasus Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 12 Juni: Ada 106.894 Kasus Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
Update 12 Juni: Ada 108.324 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Update 12 Juni: Ada 108.324 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Update: Bertambah 5.292, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.740.436 Orang

Update: Bertambah 5.292, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.740.436 Orang

Nasional
Update 12 Juni: Bertambah 164, Korban Meninggal Dunia akibat Covid-19 Jadi 52.730 Orang

Update 12 Juni: Bertambah 164, Korban Meninggal Dunia akibat Covid-19 Jadi 52.730 Orang

Nasional
Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi, Panglima TNI Ingatkan Petugas Mesti Paham Tugas Pengendalian Covid-19

Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi, Panglima TNI Ingatkan Petugas Mesti Paham Tugas Pengendalian Covid-19

Nasional
UPDATE: Tambah 7.465, Kasus Covid-19 Indonesia Kini 1.901.490 Orang

UPDATE: Tambah 7.465, Kasus Covid-19 Indonesia Kini 1.901.490 Orang

Nasional
Presiden Jokowi: Kita Tunjukkan, Bali Destinasi Sangat Aman Dikunjungi

Presiden Jokowi: Kita Tunjukkan, Bali Destinasi Sangat Aman Dikunjungi

Nasional
Pengamat Nilai Pemberantasan Pungli Era Jokowi Lama Tak Terdengar

Pengamat Nilai Pemberantasan Pungli Era Jokowi Lama Tak Terdengar

Nasional
Soal Rencana Sembako Kena PPN, Stafsus Menkeu: Pemerintah Satu Barisan dengan Pedagang Pasar

Soal Rencana Sembako Kena PPN, Stafsus Menkeu: Pemerintah Satu Barisan dengan Pedagang Pasar

Nasional
Mengingat Pembentukan Saber Pungli dan Sejarah Pemberantasan Pungutan Liar di Indonesia...

Mengingat Pembentukan Saber Pungli dan Sejarah Pemberantasan Pungutan Liar di Indonesia...

Nasional
Polemik PPN Sembako, DPR: Kita Tak Tahu Itu Draf RUU KUP atau Bukan

Polemik PPN Sembako, DPR: Kita Tak Tahu Itu Draf RUU KUP atau Bukan

Nasional
Stafsus Menkeu: Penolakan Sembako Kena PPN Terjadi karena Penyampaian Informasi Belum Utuh

Stafsus Menkeu: Penolakan Sembako Kena PPN Terjadi karena Penyampaian Informasi Belum Utuh

Nasional
Jokowi Temukan Pungutan Liar di Tanjung Priok, Saber Pungli Tak Efektif?

Jokowi Temukan Pungutan Liar di Tanjung Priok, Saber Pungli Tak Efektif?

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X