Panglima TNI Sampaikan Bela Sungkawa atas Gugurnya Praka Nasarudin di Papua

Kompas.com - 29/01/2019, 15:26 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/5/2018) malam. KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOPanglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/5/2018) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan rasa bela sungkawa atas gugurnya Prajurit Kepala Nasarudin Mapnduma, Kabupaten Nduga, Papua, Selasa (29/1/2019) pagi.

Nasarudin merupakan anggota Yonif 751 Raider yang ditembak di Lapangan Terbang Mapnduma saat bersiap melakukan pengamanan rombongan Bupati Nduga Yarius Gwijangge.

 

"Kami mengucapkan bela sungkawa dan keprihatinan mendalam, Prajurit Kepala Nasarudin harus gugur di Mapnduma," ujar Hadi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa siang.


Hadi sudah menginstruksikan jajarannya untuk mengevaluasi prosedur operasional dari kegiatan TNI di lokasi sehingga bisa sampai terjadi peristiwa naas tersebut.

"Kami akan terus cari masalahnya. Karena mereka ini sedang melakukan pengamanan di bandara ya," ujar Hadi.

Baca juga: Rombongan Bupati Nduga Diserang Anggota KKB, 1 Prajurit TNI Gugur

 

Saat ditanya apakah TNI akan mengevaluasi penanganan kelompok kriminal bersenjata di Papua, Hadi mengatakan, tidak perlu.

Menurut dia, kualitas dan kuantitas personel TNI di Papua seharusnya cukup untuk membuat daerah itu kondusif.

"Di sana sudah ada pasukan dinas, pengamanan perbatasan, itu non-organik dan satuan organik. Mereka ditempatkan untuk menjaga keamanan daerah rawan. Itu saja sudah cukup untuk dapat membantu dalam rangka penegakkan hukum," ujar Hadi.

Diberitakan, anggota Yonif 751 Raider sedang melakukan pengamanan rombongan Bupati Nduga Yarius Gwijangge yang hendak tiba di Lapangan Lerbang Mapnduma.

Sebelum pesawat tiba, anggota TNI diserang tembakan dari dataran tinggi. Baku tembak pun tak terhindarkan dan menyebabkan Praka Nasarudin terluka parah dan seorang personel lainnya terluka ringan.

Setelah pesawat tiba, bantuan logistik seberat 1.100 kilogram yang ada di pesawat itu diturunkan terlebih dahulu.

Kemudian, Praka Nasarudin dievakuasi ke RSUD Timika. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X