Gubernur Sulsel Tetapkan Masa Tanggap Darurat Bencana Selama 14 Hari

Kompas.com - 28/01/2019, 19:36 WIB
Jembatan Jenelata, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang turut terputus akibat bencana longsor dan banjir. Minggu, (27/1/2019). KOMPAS.com/ABDUL HAQJembatan Jenelata, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang turut terputus akibat bencana longsor dan banjir. Minggu, (27/1/2019).
Penulis Devina Halim
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Pusat Data Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pemerintah daerah Sulawesi Selatan telah menetapkan masa tanggap darurat setelah bencana longsor dan banjir di daerah tersebut.

Masa tanggap darurat ditetapkan selama 14 hari, yang berlaku pada 23 Januari hingga 6 Februari 2019.

"Guna mempermudah dan mempercepat penanganan bencana banjir, longsor, puting beliung, dan abrasi di wilayah Sulawesi Selatan, maka Gubernur Sulsel telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, yaitu tanggal 23 Januari hingga 6 Februari 2019," kata Sutopo melalui keterangan resmi, Senin (28/1/2019).

Baca juga: 6 Fakta Banjir dan Longsor di Sulsel, Kisah Hamzah Selamatkan Keluarga hingga Pemerintah Segera Bangun Bendungan

Sutopo menerangkan, dengan adanya status tersebut, pemerintah daerah dapat menggunakan alokasi belanja tak terduga di Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD).

Selain itu, mereka juga akan mendapatkan bantuan anggaran siap pakai dari BNPB.

Kemudian, pemerintah daerah juga akan mendapatkan bantuan dalam bentuk barang dan jasa, hingga administrasi.

Baca juga: Data Terbaru, 4.200 Warga Jadi Korban Banjir Boalemo, Gorontalo

"Selain itu juga kemudahan akses pengerahan personil, logistik, peralatan, pengadaan barang dan jasa, dan adminsitrasi. Intinya adalah agar penanganan dampak bencana dapat dilakukan cepat, tepat dan akurat," jelasnya.

Berdasarkan data dari BNPB, per Senin (28/1/2019), terdapat 69 orang meninggal, 7 orang hilang, 48 orang luka-luka, dan 9.429 orang mengungsi.

Kemudian, kerusakan fisik akibat bencana tersebut yaitu 559 unit rumah rusak, 22.156 unit rumah terendam, 2 pasar, 12 unit fasilitas peribadatan, 8 fasilitas pemerintah, dan 65 unit sekolah.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X