Kompas.com - 25/01/2019, 12:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Drone Emprit menganalisis pola pertarungan di media sosial pada saat sebelum hingga sesudah debat pertama Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi, memiliki beberapa catatan terkait hasil analisis tersebut.

Ismail menyebutkan, pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin memiliki pasukan dalam jumlah banyak untuk bekerja pada saat debat.

"Kalau saya lihat ada deployment pasukan yang cukup besar dari sisi kubu 01 yang tidak seperti biasanya. Akun-akun yang terlibat sangat tinggi dan menyiapkan materi," ungkap Ismail di kantornya, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (24/1/2019).

Baca juga: Data PoliticaWave, Jokowi-Maruf Unggul dari Segi Jumlah dan Sentimen di Medsos

Ia mengatakan, terdapat satu pasukan khusus dalam kubu Jokowi-Ma'ruf yang secara spesifik membahas persoalan dana desa.

Namun, Ismail mengungkapkan, Jokowi hanya tinggi dalam hal jumlah mention, namun minim interaksi di media sosial. Dapat diartikan bahwa kicauan-kicauan itu dilontarkan menggunakan program.

"Secara pasukan, pada saat debat, Jokowi menang. Dia deploy betul, tapi pasukan-pasukan bayaran, mohon maaf. Hari-hari biasa tidak sebanyak itu, pas debat tinggi, begitu selesai, sehari, dua hari debat, pasukannya hilang lagi," jelasnya.

Baca juga: Wacana Pembebasan Baasyir Dorong Warganet Bicarakan Golput

Kebalikannya, akun-akun yang terafiliasi atau pendukung paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terlihat sangat solid di media sosial.

Ismail menyebutkan, tingkat interaksi dalam lingkaran pendukung Prabowo-Sandiaga terbilang tinggi.

"Sementara (paslon) 02 (jumlahnya) segitu-segitu saja tapi solid terus," katanya.

Pendiri PT Media Kernels Indonesia Ismail Fahmi di Gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta Pusat, Senin 26/11/2018). KOMPAS.com/Devina Halim Pendiri PT Media Kernels Indonesia Ismail Fahmi di Gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta Pusat, Senin 26/11/2018).

Baca juga: Kalla: Kita Bersyukur Ribut Politik Cuma di Medsos, Tak Ada Benturan Fisik

Misalnya, pada saat awal debat pukul 20.00-21.00 WIB, tingkat interaksi terkait paslon 01 adalah 2,64 sementara yang terkait paslon 02 yaitu 3,74.

Pada jam berikutnya, pukul 21.00-22.00, tingkat interaksi terkait paslon 01 adalah 5,89 sementara yang terkait paslon 02 yaitu 6,85.

Berikutnya, masih di saat debat pada pukul 22.00-23.00, tingkat interaksi terkait paslon 01 adalah 6,44 sementara paslon 02 yaitu 7,11.

Baca juga: Perang di Medsos Tanggapi Debat Pilpres Dinilai Bisa Ubah Perilaku Pemilih

Meski solid, hasil analisis Drone Emprit menunjukkan bahwa percakapan terkait paslon 02 sempat redup dari basis pendukungnya di media sosial.

Oleh karena itu, ketika jumlah penyebutan yang terkait dengan Prabowo-Sandiaga tinggi, hal itu dapat disebabkan adanya sumbangan dari kelompok pendukung paslon 01.

"Saat perdebatan dia keteteran dalam hal menyerang Jokowi, dia enggak banyak menyerang Jokowi. Dia juga enggak terlalu banyak menyebut Prabowo, akibatnya dia tinggi sekali percakapan tentang Prabowo, tetapi itu disumbang dari Jokowi yang begitu masif," terang dia.

Baca juga: Partai Politik dan Kadernya Diminta Tidak Ikut Propagandakan Hoaks di Medsos

Ismail pun menyimpulkan bahwa debat menjadi ajang adu kekuatan antara kedua paslon di media sosial.

Ia pun memprediksi, para buzzer akan kembali muncul di media sosial pada debat berikutnya.

"Kalau saya simpulkan ini perang buzzer, show off force dari kedua paslon dan kita bisa expect mereka akan bermain juga (di debat berikutnya)," ungkap Ismail.

Drone Emprit menganalisis percakapan di media sosial menggunakan teknologi big data dengan keahlian artificial intelligence dan natural learning process (NLP).

Kompas TV Bebasnya mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menjadi perbincangan warganet di Facebook. Meski demikian, tema Pilpres masih menjadi isu utama di media sosial. Seperti apa isi percapakan warganet terkait dua hal itu? Kita simak ulasannya bersama rekan Gibran Muhammad.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.