Temui Presiden, Kepala BRG Lapor soal Sekat Kanal Ampuh Restorasi Gambut

Kompas.com - 24/01/2019, 20:41 WIB
Kepala Badan Restorasi Gambut, Nazir Foead, saat melakukan inspeksi mendadak di Pulau Padang, Riau, Senin (5/9/2016). Hasil sidak itu kemudian diunggah di YouTube pada Selasa (6/9/2016). Badan Restorasi Gambut via YouTube.comKepala Badan Restorasi Gambut, Nazir Foead, saat melakukan inspeksi mendadak di Pulau Padang, Riau, Senin (5/9/2016). Hasil sidak itu kemudian diunggah di YouTube pada Selasa (6/9/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Restorasi Gambut ( BRG) Nazir Foead mengklaim bahwa pembuatan sekat kanal sangat efektif dalam merestorasi lahan gambut sekaligus meminimalisasi titik api.

"Kami sudah analisis betul, apabila sudah terbangun di satu titik, sampai radius 2 kilometer dari titik itu, titik api minimal sekali dibandingkan dengan di luar radius 2 kilometer (sekat kanal)," ujar Nazir, saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Kamis (24/1/2019).

"Perbandingannya itu, 9 (titik api) di luar, 1 titik (api) di sini (dalam area sekat kanal. Artinya sekat kanal itu memang sangat efektif," lanjut dia.

Baca juga: Restorasi Gambut Libatkan Swasta dan Masyarakat

 

Pada hari ini, Nazir melaporkan persoalan pembangunan sekat kanal kepada Presiden Joko Widodo.

BRG bekerja sama dengan masyarakat sebagai mitra sudah membangun sekat kanal di lahan gambut seluas 700.000 hektare.

Sementara, lahan sekat kanal yang dibangun oleh swasta melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 17 Tahun 2017 mengatur tentang pengelolaan lahan gambut dengan kedalaman lebih dari 3 meter, mencapai dua juta hektare lahan.

Baca juga: Rp 53,4 Miliar untuk Lanjutkan Program Restorasi Gambut

 

Soal budaya masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar, Nazir juga mengklaim, hal itu telah mulai berubah.

"BRG, pemerintah daerah dibantu Kementerian PUPR dan Kementerian Pertanian itu sosialisasi ke masyarakat. Misalnya memberi bibit dan bagaimana bercocok tanam di daerah gambut tanpa mesti membakar. Ada juga cara beternak dan perikanan," ujar Nazir.

"Jadi, masyarakat di lahan gambut itu saat ini sudah bisa mengelola lahan gambut, dia tetap dapat income dari sana tanpa pakai api, itu terbukti," lanjut dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X