Kompas.com - 24/01/2019, 15:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Manager Ground Handling PT Wira Christine Sudiro di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (24/1/2019). Christine bersaksi untuk terdakwa Lucas.

Dalam persidangan, Christine menjelaskan mengenai data penerbangan dengan penumpang bernama Lucas SH CN atau yang diberi inisial Mr L.

Menurut Christine, Lucas atau Mr L tersebut pernah beberapa kali menjadi penumpang pesawat pribadi dari Bandara Halim Perdanakusuma.

"Pada 13 Juli 2018, melakukan perjalanan dari Halim menuju Bandara Husein Sastranegara, Bandung," ujar Christine.

Baca juga: Rekaman Sadapan Lucas dan Eddy Sindoro Sebut Nama James Riady

Menurut Christine, data itu sesuai data manifest yang diterima oleh tim ground support dari pihak operator pesawat.

Kemudian, pada 26 Mei 2016, Lucas pernah melakukan penerbangan ke Singapura. Dalam pesawat privat itu ada sejumlah penumpang lainnya.

Menurut Christine, beberapa penumpang lain yakni, Setya Novanto, Fahd El Fouz, Rani Meidyana, Robert Kardinal, Wiwik Kardinal, dan Idrus Marham. Kemudian, Deisti Astriani Tagor dan Geovani Novanto.

Baca juga: Bukti Elektronik KPK Ungkap Nama Lucas Diganti Sebutan Profesor dan Kaisar

Selain itu, pada 23 Agustus 2018, Lucas pernah berangkat dari Singapura menuju Halim Perdanakusuma. Saat itu, Lucas bersama tiga orang lainnya. Dua di antaranya adalah Muhammad Riza Chalid dan Intan Maharani.

Dalam kasus ini, Lucas didakwa menghalangi proses penyidikan KPK terhadap tersangka mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro. Lucas diduga membantu pelarian Eddy ke luar negeri.

Menurut jaksa, Lucas menyarankan Eddy Sindoro yang telah berstatus tersangka agar tidak kembali ke Indonesia.

Baca juga: Novel Baswedan: KPK Punya Rekaman Pembicaraan Eddy Sindoro dan Lucas

Lucas juga mengupayakan supaya Eddy masuk dan keluar dari wilayah Indonesia, tanpa pemeriksaan petugas Imigrasi.

Dalam mewujudkan hal tersebut, Lucas meminta bantuan Dina Soraya yang merupakan staf Riza Chalid. Kemudian, Dina meminta bantuan sejumlah pegawai di bandara, termasuk pegawai Imigrasi dan maskapai AirAsia.

Kompas TV Sidang kasus perintangan proses penyidikan dengan terdakwa Lucas dalam perkara kasus suap yang melibatkan mantan Bos Lippo Group Eddy Sindoro kembali digelar dengan agenda pemeriksaan saksi fakta. Sidang diwarnai perdebatan antara pengacara terdakwa, penuntut umum dan saksi ahli yakni Novel Baswedan.<br /> Sidang yang beragendakan pemeriksaan saksi fakta, Novel Baswedan yang pada saat itu masih berlangsung sengithingga 2 kali di skors oleh majelis hakim.Perdebatan terjadi karena pengacara terdakwa meminta Jaksa Penuntut Umum membeberkan bukti percakapan chat yang diserahkan penyidik KPK,namun jaksa penuntut umum dan Novel Naswedan, keberatan. <br />
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.