Cerita Purnomo Yusgiantoro tentang Megawati yang Tak Takut Peristiwa 9/11

Kompas.com - 23/01/2019, 20:51 WIB
Mantan menteri Kabinet Gotong Royong yaitu Yusril Ihza Mahendra, Purnomo Yusgiantoro, dan Budiono meluncurkan buku The Brave Lady mengenai Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, Rabu (23/1/2019). KOMPAS.com/JESSI CARINA Mantan menteri Kabinet Gotong Royong yaitu Yusril Ihza Mahendra, Purnomo Yusgiantoro, dan Budiono meluncurkan buku The Brave Lady mengenai Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, Rabu (23/1/2019).
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di era Megawati Soekarnoputri, Purnomo Yusgiantoro mengenang masa-masa saat Presiden kelima RI itu harus berangkat ke Amerika Serikat (AS) di saat peristiwan 9/11 berlangsung.

Setelah dilantik pada Juli 2001, keadaan Indonesia masih krisis. Sebagai menteri energi, dia mengusulkan kepada Megawati untuk berangkat ke AS dan bertemu presiden AS.

"Kebetulan ada konferensi energi di Houston, Houston itu pusat energi. Ibu Mega beberapa waktu untuk berpikir. Kemudian Ibu menyampaikan saya berangkat. Kami tidak sadar, September 2001 ada serangan di Twin Tower dan Pentagon," kata Purnomo saat menghadiri perayaan ulang tahun Megawati ke-72 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (23/1/2019).

Baca juga: Cerita Megawati Tak Mau Tulis Riwayat Hidupnya karena Banyak Dukanya...

Purnomo lantas mengingatkan Megawati sebelum berangkat bahwa di AS baru saja terjadi peristiwa 9/11 dimana menara kembar World Trade Center (WTC) dan Gedung Pentagon diserang.

Namun, kata Purnomo, Megawati memutuskan untuk tetap berangkat. Hasilnya, lanjut Purnomo, Indonesia mendapat komitmen investasi sebesar Rp 200 triliun.

"Ibu, ini Amerika keadaan tidak pasti, kemudian ada serangan. Tapi Ibu (Megawati) tetap pergi. Itu Bravenya (beraninya)," lanjut Purnomo.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Kepala Bais Sarankan Polri Ubah Pola Penyampaian Info soal Terorisme

Mantan Kepala Bais Sarankan Polri Ubah Pola Penyampaian Info soal Terorisme

Nasional
Sukmawati Dilaporkan ke Bareskrim atas Dugaan Penodaan Agama

Sukmawati Dilaporkan ke Bareskrim atas Dugaan Penodaan Agama

Nasional
Pengamat: Marak Serangan Teror, Perlindungan Polisi Perlu Ditingkatkan

Pengamat: Marak Serangan Teror, Perlindungan Polisi Perlu Ditingkatkan

Nasional
Hendak ke Mana Boeing dan FAA Pasca Tragedi  B-737-MAX-8?

Hendak ke Mana Boeing dan FAA Pasca Tragedi B-737-MAX-8?

Nasional
PKS Dorong RUU Perlindungan Tokoh Agama Masuk Prolegnas 2020-2024

PKS Dorong RUU Perlindungan Tokoh Agama Masuk Prolegnas 2020-2024

Nasional
Waspadai Kamuflase Teroris, dari Pura-pura Motor Hilang hingga 'Nyamar' jadi Ojol

Waspadai Kamuflase Teroris, dari Pura-pura Motor Hilang hingga 'Nyamar' jadi Ojol

Nasional
Pemerintah Bakal Tingkatkan Kualitas Bimbingan Pranikah, Ini Penjelasan Menko Muhadjir

Pemerintah Bakal Tingkatkan Kualitas Bimbingan Pranikah, Ini Penjelasan Menko Muhadjir

Nasional
Rektor UIN: Ada Konflik, Bukan Berarti Toleransi Indonesia Rendah

Rektor UIN: Ada Konflik, Bukan Berarti Toleransi Indonesia Rendah

Nasional
Patok Batas Indonesia-Malaysia di Sebatik akan Dihancurkan

Patok Batas Indonesia-Malaysia di Sebatik akan Dihancurkan

Nasional
Polisi Gerebek 6 Pabrik Miras Lokal di Tengah Hutan Mimika Papua

Polisi Gerebek 6 Pabrik Miras Lokal di Tengah Hutan Mimika Papua

Nasional
[POPULER DI KOMPASIANA] Pendaftara CPNS 2019 | Sulitnya Jadi Dokter Spesialis | Lemahnya Literasi Statistik

[POPULER DI KOMPASIANA] Pendaftara CPNS 2019 | Sulitnya Jadi Dokter Spesialis | Lemahnya Literasi Statistik

Nasional
BNPT Sebut Pemblokiran Situs Radikal Terhambat Aturan Kemenkominfo

BNPT Sebut Pemblokiran Situs Radikal Terhambat Aturan Kemenkominfo

Nasional
BNPT Ungkap Tren Baru Teroris: Dulu Suami Saja, Sekarang Bawa Keluarga

BNPT Ungkap Tren Baru Teroris: Dulu Suami Saja, Sekarang Bawa Keluarga

Nasional
Cerita Sohibul Minta Paloh Tak Sembarang Bicara soal Kader PKS Radikal

Cerita Sohibul Minta Paloh Tak Sembarang Bicara soal Kader PKS Radikal

Nasional
Peneliti LIPI: Pendekatan Menangani Persoalan Perbatasan Harus Diubah

Peneliti LIPI: Pendekatan Menangani Persoalan Perbatasan Harus Diubah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X