IMF Pangkas Perkiraan Pertumbuhan Ekonomi Dunia, Indonesia Klaim "On the Track"

Kompas.com - 23/01/2019, 19:42 WIB
Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Ahmad Erani Yustika usai menghadiri seminar di Universitas Islam Malang (Unisma) Selasa (27/11/2018).KOMPAS.com/ANDI HARTIK Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Ahmad Erani Yustika usai menghadiri seminar di Universitas Islam Malang (Unisma) Selasa (27/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dana Moneter Internasional ( IMF) merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia menjadi 3,5 persen untuk 2019 dan 3,6 persen untuk 2020.

Angka tersebut turun 0,2 dan 0,1 persen dibandingkan perkiraan terakhir pada Oktober 2018. IMF telah dua kali merevisi angka pertumbuhan ekonomi global dalam tiga bulan terakhir.

Menyikapi hal tersebut, Indonesia tetap mewaspadai situasi ekonomi global yang tidak menentu ini.

"Pemerintah waspada terhadap situasi ekonomi global maupun domestik. Itu memang harus terus dilakukan," ujar Staf Khusus Presiden Ahmad Erani Yustika di Kantornya, Jakarta, Rabu (23/1/2019).

Baca juga: Ini Faktor IMF Memangkas Pertumbuhan Ekonomi Global 2019

 

Meski demikian, Erani menegaskan, kewaspadaan itu bukan semata-mata karena revisi perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia.

"Ini memang telah dijalankan pemerintah sejak dulu," ujar Erani.

Ia memastikan, kondisi perekonomian Indonesia on the track. Hingga saat ini, pemerintah bekerja sesuai target yang tertuang dalam asumsi RAPBN 2019. Hasilnya dinilai cukup positif.

"Berkat kewaspadaan itu, kita bisa memperoleh kinerja ekonomi yang bagus selama empat tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi terus tumbuh di saat negara lain justru turun pertumbuhannya, misalnya China," ujar Erani.

Ia menambahkan, modal terpenting yang dimiliki Indonesia adalah makro ekonomi yang solid.

Baca juga: IMF Kembali Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Global Jadi 3,5 Persen

 

Di luar pertumbuhan ekonomi, inflasi selama empat tahun terakhir selalu terjaga di bawah 3,7 persen. Artinya, daya beli masyarakat terjaga.

Kondisi fiskal juga semakin baik. Defisit fiskal saat ini hanya 1,7 persen dan defisit keseimbangan primer tinggal Rp 1,8 triliun. Angka ini terendah sejak 2012.

Pada sektor mikro ekonomi juga sama positifnya. Nilai tukar petani, misalnya, meningkat sehingga lapis masyarakat terbawah sekalipun turut membaik kesejahteraannya.

"Sejak empat tahun lalu, belanja fungsi ekonomi naik dua kali lipat ketimbang periode 2012-2014. Anggaran infrastruktur naik sangat besar. Selain itu, belanja proteksi sosial naik 10 kali lipat. Ini yang membuat bantalan sosial-ekonomi menjadi kokoh," ujar Erani.



Terkini Lainnya

Pengamat: Ketidaktaatan Tim Hukum 02 Terhadap Hukum Acara Berujung pada Penyimpangan MK

Pengamat: Ketidaktaatan Tim Hukum 02 Terhadap Hukum Acara Berujung pada Penyimpangan MK

Nasional
LPSK Terbentur Aturan Permintaan Perlindungan Saksi, Ini Saran Pakar Hukum

LPSK Terbentur Aturan Permintaan Perlindungan Saksi, Ini Saran Pakar Hukum

Nasional
Survei SMRC, Kondisi Penegakan Hukum Sebelum dan Sesudah Kerusuhan 22 Mei Dinilai Baik

Survei SMRC, Kondisi Penegakan Hukum Sebelum dan Sesudah Kerusuhan 22 Mei Dinilai Baik

Nasional
Dugaan Kecurangan TSM dalam Pilpres, Pengamat Sebut Seharusnya Prabowo-Sandi Diperiksa Juga

Dugaan Kecurangan TSM dalam Pilpres, Pengamat Sebut Seharusnya Prabowo-Sandi Diperiksa Juga

Nasional
Tren Takut Bicara Politik dan Penangkapan Semena-mena Meningkat Pasca Kerusuhan 22 Mei

Tren Takut Bicara Politik dan Penangkapan Semena-mena Meningkat Pasca Kerusuhan 22 Mei

Nasional
Minim Jelaskan Hasil Hitung Suara Versi Prabowo-Sandi, Tim Hukum 02 Dikritik

Minim Jelaskan Hasil Hitung Suara Versi Prabowo-Sandi, Tim Hukum 02 Dikritik

Nasional
Survei SMRC: Pasca Kerusuhan 21-22 Mei, Penilaian Soeharto Demokratis Meningkat

Survei SMRC: Pasca Kerusuhan 21-22 Mei, Penilaian Soeharto Demokratis Meningkat

Nasional
Jabatan Ma'ruf Amin di Bank Syariah Dinilai Tak Timbulkan Konflik Kepentingan

Jabatan Ma'ruf Amin di Bank Syariah Dinilai Tak Timbulkan Konflik Kepentingan

Nasional
Survei SMRC: Soeharto Dinilai Diktator, SBY dan Jokowi Dinilai Demokratis

Survei SMRC: Soeharto Dinilai Diktator, SBY dan Jokowi Dinilai Demokratis

Nasional
Survei SMRC: 69 Persen Publik Nilai Pilpres 2019 Berlangsung Jurdil

Survei SMRC: 69 Persen Publik Nilai Pilpres 2019 Berlangsung Jurdil

Nasional
Survei SMRC: Mayoritas Publik Nilai Demokrasi Semakin Baik Selama 20 Tahun Terakhir

Survei SMRC: Mayoritas Publik Nilai Demokrasi Semakin Baik Selama 20 Tahun Terakhir

Nasional
Pakar: Petitum Gugatan Prabowo-Sandi Seakan Bukan Dibuat Orang Hukum

Pakar: Petitum Gugatan Prabowo-Sandi Seakan Bukan Dibuat Orang Hukum

Nasional
TKN: Tim Hukum 02 Bangun Narasi Saksinya Terancam

TKN: Tim Hukum 02 Bangun Narasi Saksinya Terancam

Nasional
Menurut KPK, Kasus Pelesiran Novanto Beresiko bagi Kredibilitas Kemenkumham

Menurut KPK, Kasus Pelesiran Novanto Beresiko bagi Kredibilitas Kemenkumham

Nasional
Tim 02 Minta Perlindungan Saksi, TKN Singgung Kasus yang Pernah Jerat Bambang Widjojanto

Tim 02 Minta Perlindungan Saksi, TKN Singgung Kasus yang Pernah Jerat Bambang Widjojanto

Nasional

Close Ads X