Mantan Menteri Kabinet Gotong Royong Reuni di HUT Megawati

Kompas.com - 23/01/2019, 13:28 WIB
Mantan menteri Kabinet Gotong Royong yaitu Yusril Ihza Mahendra, Purnomo Yusgiantoro, dan Budiono meluncurkan buku The Brave Lady mengenai Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, Rabu (23/1/2019). KOMPAS.com/JESSI CARINA Mantan menteri Kabinet Gotong Royong yaitu Yusril Ihza Mahendra, Purnomo Yusgiantoro, dan Budiono meluncurkan buku The Brave Lady mengenai Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, Rabu (23/1/2019).
Penulis Jessi Carina
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah menteri yang masuk dalam jajaran Kabinet Gotong Royong di bawah Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri hadir dalam peluncuran buku "The Brave Lady" di Grand Sahid Jaya, Rabu (23/1/2019).

Buku ini berisi tentang testimoni para mantan menteri itu terhadap Megawati.

Pantauan Kompas.com pada acara ini, tampak Hatta Rajasa, Beodiono, Kwik Kian Gie, Hasan Wirayuda, Purnomo Yusgiantoro hingga Yusril Ihza Mahendra. Peluncuran "The Brave Lady" bertepatan dengan hari ulang tahun ke-72 Megawati.

Selain menteri Kabinet Gotong Royong, hadir juga mantan wakil presiden Hamzah Haz dan Try Sutrisno.

Para tokoh tersebut saling berjabat tangan dan berpelukan.

Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan, buku "The Brave Lady" mengungkapkan cara pandang menteri Kabinet Gotong Royong terhadap kepemimpinan Megawati.

"Seluruh dinamika dan dialektika atas berbagai persoalan bangsa dibawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri disajikan dalam buku The Brave Lady," ujar Hasto.

Selain peluncuran buku, ulang tahun Megawati juga dirayakan dengan penampilan seni dan budaya di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta bertajuk pergelaran "Bangun Pemudi Pemuda".

Kegiatan itu melibatkan Swara Gembira, kelompok berisi 200 orang milenial yang akan menampilkan berbagai kesenian.

Baca juga: Begini Cara Megawati Merayakan Ultah Ke-72...

Megawati menilai, kaum muda di Indonesia ini merupakan generasi kreatif, mandiri dan berjuang pada jalan identitas diri. Menurut putri mantan Presiden Soekarno ini, pemuda Indonesia dinilai baik dalam hal akulturasi, namun tetap kokoh pada jati diri bangsa.

Situasi itulah yang, menurut Hasto, akan tergambar di dalam pergelaran Bangun Pemudi Pemuda.

"Boleh jadi mereka penggemar rap, hip hop, bahkan dance sekalipun. Namun, semua itu dikemas dalam tradisi kain nusantara dan aneka lagu, gerak dan tari bernuansa Indonesia. Acara nanti ini akan begitu unik dan hadir sebagai buah akulturasi budaya dengan tetap kokoh pada jati diri bangsa," ujar Hasto.

Kompas TV Suasana akrab terjalin didalam ruang tunggu VIP menjelang debat pilpres. Pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo -Sandi melakukan sesi foto bersama dengan Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarno Putri dan Puan Maharani. Saat tiba Prabowo dan Sandi berjabat tangan dengan Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarno Putri dan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy. Tampak pula Puan Maharani melakukan swafoto bersama Prabowo Subianto, Sandiaga Uno dan Megawati Soekarno Putri. Istri Sandiaga Uno, Nur Asia juga ikut terlihat dalam sesi swafoto ini. Keakraban suasana di ruang tunggu VIP antara pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo- Sandi dengan Megawati Soekarno Putri dan Puan Maharani diunggah oleh Anggota Dewan Pengarah TKN Pramono Anung dalam akun twitternya. Sebelum debat, pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo - Ma'ruf Amin dan pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo - Sandiaga menyempatkan diri untuk berfoto bersama. Sesi foto ini dilakukan setelah pasangan Jokowi- Ma'ruf tiba di ruang tunggu VIP. Jokowi dan Prabowo juga terlihat berjalan bersama memasuki ruang debat.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X