Hari Ini dalam Sejarah, Saat Candi Borobudur Jadi Sasaran Teror Bom

Kompas.com - 21/01/2019, 16:00 WIB
LANGSUNG DIREKONSTRUKSI -  Hanya sehari setelah ledakan bom waktu merusakkan sembilan stupa dan beberapa patung di Candi Borobudur (Jawa Tengah), para petugas purbakala langsung berusaha memperbaiki. Sesudah diteliti lebih cermat, kerusakan akibat ledakan di Borobudur bisa ditangani lebih singkat dari dugaan semula. Djoko PoernomoLANGSUNG DIREKONSTRUKSI - Hanya sehari setelah ledakan bom waktu merusakkan sembilan stupa dan beberapa patung di Candi Borobudur (Jawa Tengah), para petugas purbakala langsung berusaha memperbaiki. Sesudah diteliti lebih cermat, kerusakan akibat ledakan di Borobudur bisa ditangani lebih singkat dari dugaan semula.

Semua bangunan yang dipasangi bahan peledak terletak di pintu timur. Stupa hancur tiga di teras pertama, dua di teras kedua dan empat di teras ke tiga. Selain itu, dua patung Buddha rusak terkena efek bom.

Kerusahan yang ditimbulkan adalah 2.692 balok batu bagian stupa rontok. Dari jumlah itu, 70 persen blok batu pecah.

Catatan Kantor Suaka Purbakala Jateng, sekiranya membutuhkan biaya sekitar Rp 16 juta untuk memperbaiki kerusakan dengan waktu sekitar enam bulanan.

Dugaan pelaku

Pasca peledakan itu, aparat berwenang langsung terjun melakukan pengejaran. Diperkirakan, setidaknya ada tiga orang yang melakukan upaya ini yang diketahui sebelumnya menginap di Losmen Borobudur.

Beberapa sumber mengatakan bahwa tiga orang itu pergi dari losmen dan melakukan ziarah ke Suroloyo (di atas perbukitan Menoreh). Menjelang peristiwa dini hari itu, pelaku tak terlihat kembali ke penginapannya.

Sampai sekarang, dua dari tiga orang yang pelaku pengeboman sudah diketahui. Masih ada satu orang yang dipercaya sebagai otak perencana yang sampai hari ini belum bisa ditemukan keberadaannya.

Baca juga: Candi Borobudur Jadi Venue Utama Festival Payung Indonesia Kelima

Restorasi Ulang

Setelah mengalami kerusakan, Candi Borobudur mendapatkan sentuhan restorasi. Kebijakan ini keluar setelah beberapa pihak mendukung perlunya mengembalikan Candi Borobudur sedia kala.

Dilansir dari Harian Kompas yang terbit pada 17 April 1985, restorasi berawal pada Februari 1985 dengan mengembalikan blok-blok yang hancur. Sebanyak sembilan stupa diperbaiki dan dikembalikan seperti sedia kala.

Restorasi ini bersamaan dengan pengoperasian Marga Utama di sebelah timur kaki candi yang baru selesai dibangun PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan.

Dengan pengoperasian Marga Utama, pelancong bisa langsung memarkir kendaraannya dan mendekati candi tanpa harus bolak balik.

Halaman:
Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Periksa Tujuh Saksi Terkait Kasus Gratifikasi Nurhadi

KPK Periksa Tujuh Saksi Terkait Kasus Gratifikasi Nurhadi

Nasional
Mahasiswa UI Rancang Kapal Ambulans untuk Pasien Covid-19

Mahasiswa UI Rancang Kapal Ambulans untuk Pasien Covid-19

Nasional
Banyak ASN Positif Covid-19, Ketua MPR Minta Protokol Kesehatan Lembaga Diperketat

Banyak ASN Positif Covid-19, Ketua MPR Minta Protokol Kesehatan Lembaga Diperketat

Nasional
Jokowi Kembali Keluhkan Kinerja Menteri, PPP Sebut Ibarat SP II

Jokowi Kembali Keluhkan Kinerja Menteri, PPP Sebut Ibarat SP II

Nasional
Kapolri Rotasi Sejumlah Kapolda, Berikut Perubahannya

Kapolri Rotasi Sejumlah Kapolda, Berikut Perubahannya

Nasional
UPDATE: Tambah 27, Pasien Sembuh Covid-19 Klaster Secapa AD Kini 1.120 Orang

UPDATE: Tambah 27, Pasien Sembuh Covid-19 Klaster Secapa AD Kini 1.120 Orang

Nasional
Respons Pihak Djoko Tjandra, Kejagung: Jaksa Eksekusi Putusan PK, Bukan Penahanan

Respons Pihak Djoko Tjandra, Kejagung: Jaksa Eksekusi Putusan PK, Bukan Penahanan

Nasional
5 Bulan Pandemi Covid-19 di Indonesia, 113.134 Kasus dan Kegiatan yang Wajib Diwaspadai

5 Bulan Pandemi Covid-19 di Indonesia, 113.134 Kasus dan Kegiatan yang Wajib Diwaspadai

Nasional
Mendagri Minta Sekolah Adakan Simulasi Sebelum KBM Tatap Muka

Mendagri Minta Sekolah Adakan Simulasi Sebelum KBM Tatap Muka

Nasional
Berkaca dari Sejarah Pandemi Flu: Tak Ada Konspirasi, Miliki Rentang Waktu, dan Butuh Kebijakan Tegas

Berkaca dari Sejarah Pandemi Flu: Tak Ada Konspirasi, Miliki Rentang Waktu, dan Butuh Kebijakan Tegas

Nasional
Kemenristek Minta Publik Hati-hati Cermati Isu Penemuan Obat Covid-19

Kemenristek Minta Publik Hati-hati Cermati Isu Penemuan Obat Covid-19

Nasional
Melihat Kondisi Kepala Keluarga Perempuan Saat Pandemi...

Melihat Kondisi Kepala Keluarga Perempuan Saat Pandemi...

Nasional
Klaim Obat Covid-19 Hadi Pranoto, Kemenkes: Cari Informasi dari Sumber Terpercaya

Klaim Obat Covid-19 Hadi Pranoto, Kemenkes: Cari Informasi dari Sumber Terpercaya

Nasional
Rancangan Perpres Pelibatan TNI Berantas Terorisme Dikritik

Rancangan Perpres Pelibatan TNI Berantas Terorisme Dikritik

Nasional
[POPULER NASIONAL] Penambahan Kasus Covid-19 | Hadi Pranoto Bukan Anggota IDI

[POPULER NASIONAL] Penambahan Kasus Covid-19 | Hadi Pranoto Bukan Anggota IDI

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X