Presiden Jokowi Panggil Wiranto dan Yasonna ke Istana, Bahas Pembebasan Ba'asyir?

Kompas.com - 21/01/2019, 14:10 WIB
Presiden Joko Widodo beserta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tiba untuk memberikan pengarahan kegiatan Pemodalan Nasional Madani alias PNM di Lapangan Bola Perisma, Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Rabu (8/1/2019). PNM yang akan ditinjau Presiden, yakni PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera). PNM Mekaar menekankan pada sisi membantu ibu-ibu prasejahtera menjadi sejahtera dengan cara memberi modal usaha dengan bantuan pelatihan serta pengembangan usahanya lewat bisnis usaha. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPresiden Joko Widodo beserta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tiba untuk memberikan pengarahan kegiatan Pemodalan Nasional Madani alias PNM di Lapangan Bola Perisma, Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Rabu (8/1/2019). PNM yang akan ditinjau Presiden, yakni PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera). PNM Mekaar menekankan pada sisi membantu ibu-ibu prasejahtera menjadi sejahtera dengan cara memberi modal usaha dengan bantuan pelatihan serta pengembangan usahanya lewat bisnis usaha.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo memanggil Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto serta Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly ke Istana Bogor, Senin (21/1/2019) siang.

Berdasarkan agenda resmi yang dirilis Kemenko Polhukam, Wiranto akan mengikuti rapat dengan Presiden pukul 14.00 WIB.

Sementara itu, Yasonna juga membatalkan rapat kerja dengan Komisi III DPR siang ini.

Kepala Biro Humas Hukum dan Kerja Sama Kemenkumham Bambang Wiyono mengatakan, rapat dengan DPR batal karena Yasonna dipanggil oleh Presiden ke Istana.

"Ada ratas dengan Presiden," kata Bambang saat dikonfirmasi, Senin siang.

Baca juga: Pakar Hukum: Pembebasan Abu Bakar Baasyir Tak Berlandaskan Hukum

Bambang mengakui rapat terbatas ini kemungkinan akan membahas mengenai rencana pembebasan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir.

"Mungkin banyak persoalan termasuk itu (pembebasan Ba'asyir)," kata dia.

Adapun rapat ini berlangsung tertutup dari wartawan. Wartawan yang ingin meliput di Istana Bogor bahkan tidak diperbolehkan masuk ke lingkungan Istana Kepresidenan Bogor oleh Paspampres.

Pembebasan Ba'asyir sebelumnya mendapat kritik dari sejumlah pengamat dan pakar.

Baca juga: Fadli Zon Anggap Pembebasan Tanpa Syarat Baasyir Manuver Politik Jokowi

Pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, mengatakan, Indonesia tidak mengenal pembebasan tanpa syarat seperti yang dilakukan pemerintah terhadap Ba'asyir saat ini.

Meski tidak mengenal pembebasan tanpa syarat, Fickar mengatakan, Indonesia memiliki grasi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X