Saat Debat, Jokowi Sebut Susi Pudjiastuti sebagai Menteri yang Berani dan Nekat

Kompas.com - 17/01/2019, 22:46 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengenakan busana rancangan Anne Avantie saat Jakarta Fashion Week 2019 di Senayan City, Jakarta, Selasa (23/10/2018). KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOMenteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengenakan busana rancangan Anne Avantie saat Jakarta Fashion Week 2019 di Senayan City, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyebut Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sebagai menteri yang berani dan nekat. Hal itu ia katakan dalam debat pertama pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Awalnya Jokowi menuturkan bahwa selama memimpin ia telah membentuk kabinet yang berperspektif keadilan gender.

Ada sembilan menteri perempuan, antara lain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri KKP Susi Pudjiastuti.

"Saat membentuk kabinet ada sembilan menteri perempuan yang menempati tempat-tempat strategis. Misalnya Menlu. Itu adalah menteri luar negeri perempuan pertama," ujar Jokowi.

Baca juga: Survei Populi: Susi Pudjiastuti, Menteri Paling Gaduh di Kabinet

"Kemudian menteri BUMN, Menteri Keuangan kemudian menteri LHK. Kemudian menteri yang berani dan nekat, Menteri Kelautan dan Perikanan," ucap dia.

Selain itu, lanjut Jokowi, dirinya juga pernah membentuk panitia seleksi (Pansel) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terdiri dari perempuan.

Ia mengatakan Pansel tersebut telah berhasil memilih pimpinan KPK yang terbaik.

"Dan saya juga pernah membentuk yang namanya pansel KPK terdiri dari sembilan perempuan. Mereka bisa memilih komisioner terbaik," kata Jokowi.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peran Masyarakat Tionghoa dalam Pertempuran 10 November: Ikut Angkat Senjata hingga Dirikan Palang Biru

Peran Masyarakat Tionghoa dalam Pertempuran 10 November: Ikut Angkat Senjata hingga Dirikan Palang Biru

Nasional
Tahun Baru Imlek, 43 Narapidana Beragama Konghucu Dapat Remisi Khusus

Tahun Baru Imlek, 43 Narapidana Beragama Konghucu Dapat Remisi Khusus

Nasional
Kunjungi Lokasi PON 2020, Menko PMK Singgung Pembangunan dari Timur Indonesia

Kunjungi Lokasi PON 2020, Menko PMK Singgung Pembangunan dari Timur Indonesia

Nasional
BNPB Uji Coba Operasional Call Center 24 Jam

BNPB Uji Coba Operasional Call Center 24 Jam

Nasional
Kemenkumham soal Harun Masiku: Bantah Merekayasa hingga Bentuk Tim Independen

Kemenkumham soal Harun Masiku: Bantah Merekayasa hingga Bentuk Tim Independen

Nasional
Pengakuan Hasto Usai Diperiksa KPK: Ditanya soal PAW hingga Sebut Harun Masiku Korban

Pengakuan Hasto Usai Diperiksa KPK: Ditanya soal PAW hingga Sebut Harun Masiku Korban

Nasional
Belum Tahu Keberadaan Harun Masiku, KPK Minta Masyarakat Bantu Beri Informasi

Belum Tahu Keberadaan Harun Masiku, KPK Minta Masyarakat Bantu Beri Informasi

Nasional
Imigrasi dan Kejaksaan Diminta Stop Kasus Jurnalis Mongabay

Imigrasi dan Kejaksaan Diminta Stop Kasus Jurnalis Mongabay

Nasional
Dukung Nelayan Melaut di Natuna, Pemerintah Revisi 29 Regulasi

Dukung Nelayan Melaut di Natuna, Pemerintah Revisi 29 Regulasi

Nasional
Bima Arya: Banjir di Bogor Berkurang berkat Naturalisasi Kali Ciliwung

Bima Arya: Banjir di Bogor Berkurang berkat Naturalisasi Kali Ciliwung

Nasional
Bamsoet Sebut Majelis Konghucu dan PGI Minta Ada Utusan Golongan di MPR

Bamsoet Sebut Majelis Konghucu dan PGI Minta Ada Utusan Golongan di MPR

Nasional
Hasto Akui Tersangka Saeful Pernah Jadi Stafnya Tahun 2009

Hasto Akui Tersangka Saeful Pernah Jadi Stafnya Tahun 2009

Nasional
Saat Jokowi Pamerkan Desain Ibu Kota Baru di Pengukuhan DPP Hanura

Saat Jokowi Pamerkan Desain Ibu Kota Baru di Pengukuhan DPP Hanura

Nasional
TNI AL Ungkap Cara China Menangi Persaingan di Laut China Selatan

TNI AL Ungkap Cara China Menangi Persaingan di Laut China Selatan

Nasional
Menurut TNI AL, Solusi Sengketa Perairan adalah Kehadiran Pemerintah di Laut

Menurut TNI AL, Solusi Sengketa Perairan adalah Kehadiran Pemerintah di Laut

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X