Ada 25 Persen "Swing Voters" yang Bisa Direbut Suaranya Lewat Debat Pilpres

Kompas.com - 15/01/2019, 18:35 WIB
Peneliti CSIS Arya Fernandes di Kantor CSIS Kompas.com/Rakhmat Nur HakimPeneliti CSIS Arya Fernandes di Kantor CSIS

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes menilai debat Pilpres sangat penting bagi pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk merebut 25 persen suara dari swing voters.

Data itu didapat dari hasil survei Indikator yang dirilis di Kantor Indikator Politik Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2019).

Ia mengatakan, bagi kedua kubu yang telah memiliki pendukung fanatik, debat memang kurang terasa manfaatnya. Sebab, para pendukung fanatik cenderung tak akan mengganti pilihannya meskipun telah menyaksikan debat.

Namun, hal itu berbeda bagi swing voters yang masih belum yakin dengan pilihannya dan akan menjadikan penampilan kedua pasangan calon dalam debat sebagai pertimbangan untuk memilih.

Baca juga: Swing Voters Masih Tinggi, Elektabilitas Jokowi-Maruf Dinilai Belum Aman

"Terutama bagi orang-orang yang pemilih baru, pemilih milenial, pemilih yang ragu-ragu. Tapi bagi pemilih yang sudah loyal itu debat sebenarnya debat enggak punya arti apa-apa. Hanya sebagai tontonan saja. Penambahan informasi lah ya," ujar Arya saat ditemu di Kantor CSIS, Tanah Abang, Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Ia mengatakan masing-masing kubu bisa mendongkrak elektabilitas asalkan tidak menyampaikan jawaban yang normatif di saat debat.

Sebab, Arya mengatakan, pemilih tentu ingin mengetahui sejauh mana penguasaan kedua pasangan calon terhadap permasalahan publik.

"Saya percaya bahwa kalau kandidat mampu tampil dengan performa yang baik begitu ya. Gesture, body language, komunikasinya, dan yang kedua soal materinya. Substansinya, gagasannya, programnya," ujar Arya.

"Kalau kandidat bisa unggul di dua itu saya percaya debat akan mampu mempengaruhi orang," lanjut dia.

Diberitakan sebelumnya debat Pilpres terdiri dari lima rangkaian. Debat pertama yang bertemakan pemberantasan korupsi dan terorisme serta penegakan hukum dan HAM akan berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019) mendatang.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X