BNPB Usul ke Presiden Alat Pendeteksi Bencana Dijaga TNI

Kompas.com - 14/01/2019, 23:05 WIB
Letnan Jenderal Doni Monardo resmi menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Ia dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/1/2019) pagi.KOMPAS.com/Ihsanuddin Letnan Jenderal Doni Monardo resmi menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Ia dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/1/2019) pagi.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Letnan Jenderal TNI Doni Munardo mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo agar alat pendeteksi bencana alam dijaga oleh TNI.

"Tadi saya laporkan ke Presiden, kalau boleh, alat-alat deteksi dianggap atau diperlakukan sebagai obyek vital nasional. Oleh sebab itu, diamankan oleh unsur TNI," ujar Doni di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Doni mengatakan, Presiden menyetujui usulan itu. Presiden akan memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk membuat Surat Instruksi Panglima TNI kepada ketiga matra untuk menjaga dan mengamankan titik-titik alat pendeteksi bencana.

Doni mengatakan, berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), alat pendeteksi bencana alam di sejumlah titik hilang dan rusak.

Baca juga: Alat Deteksi Tsunami Buoy Selalu Dicuri, BPPT Tawarkan Alternatif Ini

"Kalau alat ini tidak berfungsi, maka mata dan telinga masyarakat di kawasan rawan bencana itu tidak mendapatkan informasi. Artinya, kalau terjadi bencana, korbannya sangat banyak," ujar Doni.

Kehilangan atau kerusakan alat itu disebabkan oleh tidak adanya kontrol dan pemeliharaan. Padahal, pemerintah sudah menggelontorkan anggaran pemeliharaan.

Adapun, untuk alat pendeteksi yang rusak, akan diperbaiki. Sementara yang hilang, akan diadakan kembali. Doni berjanji, proses pengembalian alat-alat pendeteksi bencana itu akan berlangsung selama tiga bulan.

"Tadi pagi, sebelum ratas, kami rapat dan saya sampaikan, kalau boleh kurang dari tiga bulan mulai dari perencanaan, perbaikan, sampai pengadaan alat dan tergelar. Karena kita tidak tahu kapan bencana datang," ujar Doni.




Close Ads X