Jokowi Bercita-cita Indonesia Jadi Pemain Kendaraan Listrik, Perpres Sedang Disiapkan

Kompas.com - 14/01/2019, 20:22 WIB
Presiden Joko Widodo memborong sejumlah dagangan ibu-ibu penerima program PNM Mekaar di Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (10/1/2019).Fabian Januarius Kuwado Presiden Joko Widodo memborong sejumlah dagangan ibu-ibu penerima program PNM Mekaar di Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (10/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah sedang mempersiapkan Peraturan Presiden tentang Kendaraan Listrik. Perpres tersebut dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (14/1/2019).

"Tadi di ratas, intinya kami ingin menyiapkan Perpres mengenai kendaraan listrik. Roadmap-nya seperti apa, tahun berapa harus sudah pada persentase berapa," ujar Presiden, seusai rapat.

Presiden melanjutkan bahwa Indonesia cukup berpeluang untuk menjadi negara produsen kendaraan listrik besar di dunia.

Sebab, Indonesia dianugerahi sumber daya alam yang melimpah, yakni nikel, kobalt dan mangan. Itu merupakan bahan-bahan pembuat lithium, sumber daya bagi kendaraan listrik.

Baca juga: Sebentar Lagi SPBU Pertamina Bisa Layani Cas Mobil Listrik

"Kita memiliki peluang untuk menjadi pemain kendaraan motor listrik. Karena di kita ini memiliki bahan-bahan untuk membuat lithium, baterai," ujar Jokowi.

"Jadi, strategi bisnis negara memang harus mulai diatur sehingga kita bisa melakukan sebuah lompatan menju ke produk, baik motor atau mobil yang memiliki daya saing baik dalam pasar domestik maupun internasional," lanjut dia.

Presiden mengatakan, perpres itu akan diterbitkan dalam waktu tidak terlalu lama. Sebab, dalam rapat terbatas tadi, sejumlah poin sudah disepakati.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Pemkot Surabaya Kalah Banding, Bagaimana Kelanjutan Alun-Alun Surabaya?

Pemkot Surabaya Kalah Banding, Bagaimana Kelanjutan Alun-Alun Surabaya?

Regional
Banyak Pelanggaran, 20 TPS di Maluku Berpotensi Pemungutan Suara Ulang

Banyak Pelanggaran, 20 TPS di Maluku Berpotensi Pemungutan Suara Ulang

Regional
Pemkot Depok Cek Kesehatan KPPS Pemilu 2019 yang Kelelahan

Pemkot Depok Cek Kesehatan KPPS Pemilu 2019 yang Kelelahan

Megapolitan
Menghadiri Pesta, Wanita Ini Ditembak Mati Para Penculik di Nigeria

Menghadiri Pesta, Wanita Ini Ditembak Mati Para Penculik di Nigeria

Internasional
Ridwan Kamil akan Kumpulkan dan Beri Santunan Keluarga Petugas KPPS yang Gugur

Ridwan Kamil akan Kumpulkan dan Beri Santunan Keluarga Petugas KPPS yang Gugur

Regional
BPN Ditantang Buka Data Penghitungan Internal, Fadli Zon Bilang 'Nanti Dong'

BPN Ditantang Buka Data Penghitungan Internal, Fadli Zon Bilang "Nanti Dong"

Nasional
Jeratan di Leher, Penyebab Kematian Wanita yang Tewas di Dalam Mobil di Hotel Sheraton Media

Jeratan di Leher, Penyebab Kematian Wanita yang Tewas di Dalam Mobil di Hotel Sheraton Media

Megapolitan
Kapolda: Pemilu di Maluku Berlangsung Aman Tanpa Huru Hara

Kapolda: Pemilu di Maluku Berlangsung Aman Tanpa Huru Hara

Regional
Jumlah Pemilih Berkurang Saat Pemungutan Suara Lanjutan di Kota Bekasi

Jumlah Pemilih Berkurang Saat Pemungutan Suara Lanjutan di Kota Bekasi

Megapolitan
WNI yang Viral dalam Video Penggerebekan Surat Suara di Malaysia Mengadu ke Fadli Zon

WNI yang Viral dalam Video Penggerebekan Surat Suara di Malaysia Mengadu ke Fadli Zon

Nasional
2 Hari Dirawat, Anggota KPPS Bernama Eva Arnaz Meninggal Dunia

2 Hari Dirawat, Anggota KPPS Bernama Eva Arnaz Meninggal Dunia

Regional
Diduga Salah Hitung, Bawaslu Surabaya Rekomendasikan Penghitungan Ulang di Tingkat Kecamatan

Diduga Salah Hitung, Bawaslu Surabaya Rekomendasikan Penghitungan Ulang di Tingkat Kecamatan

Regional
Ratusan Petugas KPPS Datangi Kantor KPU Sleman, Ini Penyebabnya

Ratusan Petugas KPPS Datangi Kantor KPU Sleman, Ini Penyebabnya

Regional
Jokowi: APBN 2020 Harus Mampu Berikan Stimulus Peningkatan Ekspor dan Investasi

Jokowi: APBN 2020 Harus Mampu Berikan Stimulus Peningkatan Ekspor dan Investasi

Nasional
UNBK SMP Diikuti 6.000 Siswa, Pemkab Magetan Gandeng PLN dan Telkomsel

UNBK SMP Diikuti 6.000 Siswa, Pemkab Magetan Gandeng PLN dan Telkomsel

Regional

Close Ads X