Relawan Prabowo-Sandiaga di Daerah Gelar Nobar Pidato "Indonesia Menang"

Kompas.com - 14/01/2019, 19:36 WIB
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto meminta maaf terkait kabar bohong mengenai penganiayaan salah satu anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo-Sandiaga, Ratna Sarumpaet.  Prabowo menggelar konferensi pers di kediaman pribadinya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018) pukul 21.00 WIB. KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto meminta maaf terkait kabar bohong mengenai penganiayaan salah satu anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo-Sandiaga, Ratna Sarumpaet. Prabowo menggelar konferensi pers di kediaman pribadinya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018) pukul 21.00 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Sudirman Said menuturkan bahwa seluruh Badan Pemenangan Daerah (BPD) dan simpul relawan di berbagai daerah menggelar acara nonton bareng (nobar) pidato kebangsaan Prabowo Subianto.

Pidato kebangsaan bertajuk "Indonesia Menang" itu akan digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2019) pukul 19.00 WIB.

"Di tempat-tempat di mana ada Badan Pemenangan Daerah, simpul-simpul relawan juga ada nonton bareng," ujar Sudirman di JCC, Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Menurut Sudirman, pihaknya telah menyediakan fasilitas teknologi yang memungkinkan acara pidato kebangsaan disiarkan secara langsung ke berbagai daerah.

Baca juga: BPN: Pernyataan soal Prabowo Ancam Mundur jika Pemilu Curang Merupakan Warning

Sudirman mengklaim ada 9 juta titik simpul relawan di daerah yang menggelar nobar pidato kebangsaan.

"Kira-kira ada 9 juta yang tersambung karena kita sudah siapkan fasilitas teknologinya untuk membuat rekan-rekan di daerah bisa nonton bersama-sama," kata Sudirman.

Sebelumnya, Wakil Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dhimam Abror menuturkan bahwa calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto akan memaparkan visi misi yang tercantum dalam dokumen "Indonesia Menang" saat acara pidato kebangsaan, Senin (14/1/2019) malam.

Baca juga: Siapa yang Berpeluang Diuntungkan dari Debat Perdana, Jokowi atau Prabowo?

"Memang dokumen 'Indonesia Menang' ini adalah esensi dari visi misi," ujar Dhimam saat dihubungi melalui pesan singkat, Senin (14/1/2019).

Dalam dokumen 'Indonesia Menang' yang diperoleh Kompas.com, pasangan Prabowo-Subianto mencantumkan lima fokus program kerja nasional.

Fokus pertama, ekonomi yang mengutamakan rakyat, adil, makmur, berkualitas dan berwawasan lingkungan.

Fokus kedua, peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial.

Fokus ketiga, keadilan di bidang hukum dan demokrasi berkualitas.

Fokus keempat, menjadikan negara Indonesia rumah yang aman, nyaman dan berdaulat bagi seluruh rakyat Indonesia

Dan fokus kelima, penguatan karakter dan kepribadian bangsa yang luhur.

Kelima fokus program kerja nasional tersebut kemudian dijabarkan ke dalam beberapa program aksi.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

2 Pengawas Pemilu Meninggal Dunia di Jawa Tengah, 91 Petugas Dirawat di Rumah Sakit

2 Pengawas Pemilu Meninggal Dunia di Jawa Tengah, 91 Petugas Dirawat di Rumah Sakit

Regional
Sepekan Hilang Kontak, Kapal Pangangkut Ikan Nur Asifa Akhirnya Ditemukan

Sepekan Hilang Kontak, Kapal Pangangkut Ikan Nur Asifa Akhirnya Ditemukan

Regional
Seniman Karawang, Selesaikan Lukisan Kartini Selama 8 Jam

Seniman Karawang, Selesaikan Lukisan Kartini Selama 8 Jam

Regional
5 Fakta Pembakaran 3 Kotak Suara di Maluku, Pelaku Diduga Oknum Caleg PDI-P hingga Merasa Dicurangi

5 Fakta Pembakaran 3 Kotak Suara di Maluku, Pelaku Diduga Oknum Caleg PDI-P hingga Merasa Dicurangi

Regional
Wali Kota Duga Tawuran di Manggarai Disebabkan Perebutan Lahan Parkir

Wali Kota Duga Tawuran di Manggarai Disebabkan Perebutan Lahan Parkir

Megapolitan
40 TPS di 13 Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan Direkomendasikan PSU

40 TPS di 13 Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan Direkomendasikan PSU

Regional
KPK Evaluasi Pencegahan Korupsi di 3 Provinsi

KPK Evaluasi Pencegahan Korupsi di 3 Provinsi

Nasional
Fadli Zon: Pak Sandiaga Wakil Presiden, Kok Jadi Wagub?

Fadli Zon: Pak Sandiaga Wakil Presiden, Kok Jadi Wagub?

Nasional
BPN Pertanyakan Hasil Penelusuran TKN soal 'Real Count' Prabowo-Sandiaga

BPN Pertanyakan Hasil Penelusuran TKN soal "Real Count" Prabowo-Sandiaga

Nasional
Uang Tunai Senilai Rp 1,5 Triliun Ditemukan di Kediaman Mantan Presiden Sudan

Uang Tunai Senilai Rp 1,5 Triliun Ditemukan di Kediaman Mantan Presiden Sudan

Internasional
Ini Rute LRT hingga Alasan Pemprov Jatim Ingin Punya Transportasi Massal

Ini Rute LRT hingga Alasan Pemprov Jatim Ingin Punya Transportasi Massal

Regional
Hidayat: Monggo Kalau Sandiaga Mau Balik Jadi Wagub DKI, tapi Belum Tentu Kalah Pilpres

Hidayat: Monggo Kalau Sandiaga Mau Balik Jadi Wagub DKI, tapi Belum Tentu Kalah Pilpres

Nasional
Partai Berkarya: Kami Berbenah dan Evaluasi Total Menuju Pemilu 2024

Partai Berkarya: Kami Berbenah dan Evaluasi Total Menuju Pemilu 2024

Nasional
Sejumlah SMP di Kota Bekasi Terlambat Memulai UNBK Hari Ini

Sejumlah SMP di Kota Bekasi Terlambat Memulai UNBK Hari Ini

Megapolitan
Perjuangan di balik Nikmatnya Kuliah di Luar Negeri

Perjuangan di balik Nikmatnya Kuliah di Luar Negeri

Edukasi

Close Ads X