Wapres Kalla: Indonesia Nomor Dua Terbesar Pembuat Sampah Plastik di Dunia

Kompas.com - 14/01/2019, 17:13 WIB
Sampah yang didominasi plastik memenuhi sepanjang Kali Pisang Batu, Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (8/1/2019). Tumpukan sampah yang sudah berlangsung sekitar sebulan tersebut sepanjang sekitar 1,5 kilometer. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSampah yang didominasi plastik memenuhi sepanjang Kali Pisang Batu, Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (8/1/2019). Tumpukan sampah yang sudah berlangsung sekitar sebulan tersebut sepanjang sekitar 1,5 kilometer.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan saat ini Indonesia menduduki peringkat kedua penghasil sampah plastik terbanyak di dunia. Karena itu, ia mengatakan dibutuhkan langkah konkrit untuk mengurangi sampah plastik.

Ia menyatakan salah satu cara yang bisa dilakukan ialah mengurangi pemakaian botol plastik dengan membawa botol minuman sendiri.

"Memang pandangan tentang bagaimana sampah plastik menjadi sekarang masalah di dunia. Kita nomor 2 yang pembuat sampah plastik (terbesar) setelah China. Karena itulah maka harus juga diinovasi plastik yang sekali pakai itu, salah satunya (botol) minum," ujar Kalla dalam acara penganugerahan Adipura di Kantor Kementerian Lingkungan Hidupndan Kehutanan (KLHK), Jakarta, Senin (14/1/2019).

Baca juga: Ada 700 Ton Sampah Plastik Per Hari, Pemkot Bekasi Perbanyak Bank Sampah


"Jadi kalau minum aqua ya lebih baik bawa sendiri botol plastik yang tebal sehingga dapat dipakai berkali-kali botol itu," lanjut Kalla.

Kalla mengatakan jumlah penduduk Indonesia dan China memang tergolong banyak. Namun menurut dia hal itu tak bisa dijadikan alasan banyaknya sampah plastik yang dihasilkan.

Ia mengatakan jika tidak ada langkah konkrit maka Indonesia akan terus menjadi negara penghasil sampah plastik terbanyak kedua di dunia.

"Jadi kalau dipakai berkali-kali botol itu, maka akan mengurangi efek daripada lingkungan di sekitar yang kena plastik dan ini akan menjadi tren dunia," ujar Kalla.

"Di dunia nanti akan digelar konferensi, Indonesia nomor 2 tidak bisa memperhatikan plastik, wah malu juga kita," lanjut Kalla.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X