Wapres Kalla Yakin Perekonomian Indonesia Tak Akan Terganggu di Tahun Pemilu

Kompas.com - 11/01/2019, 23:58 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla usai rapat penanggulangan bencana, Rabu (9/1/2019).Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim Wakil Presiden Jusuf Kalla usai rapat penanggulangan bencana, Rabu (9/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla meyakini perekonomian Indonesia tak akan terganggu di tengah tahun pemilu.

Hal itu disampaikan Kalla saat menghadiri acara pertemuan tahunan Industri Jasa Keuangan di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

"Kenyataannya berbeda dengan negara lain. Seperti Filipina, Pakistan, atau di Thailand. Pemilu tidak menyebabkan katakanlah konflik di masyarakat. Karena itu ekonomi kita tidak terganggu," ujar Kalla.

Ia mengatakan keriuhan yang terjadi di sepanjang masa kampanye Pilpres hanya muncul di media sosial dan tidak merambah ke kehidupan nyata.

Baca juga: Hoaks Kian Masif, Masyarakat Diajak Berpikir Kritis Jelang Pemilu 2019

Kalla mengatakan hingga saat ini belum ada konflik besar di kehidupan nyata yang disebabkan oleh keriuhan politik di media sosial.

Karena itu, Kalla meyakini para investor akan tetap menanamkan modalnya di Indonesia meskipun perpolitikan sedikit memanas lantaran tahun pemilu.

" Ekonomi berjalan dengan baik, terpisah antara politik yang riuh rendah, ekonomi berjalan dengan sendirinya, berjalan dengan baik. Lihat aja keadaannya," ujar Kalla.

"Kita tidak terpengaruh. Jadi keamanan baik sehingga tidak perlu investor itu (khawatir). Dan terbukti dengan pasar keuangan. Kurs kita lebih kuat," lanjut dia.


Terkini Lainnya

Peneliti Litbang Kompas: Hasil Survei Masih dalam Rentang 'Margin of Error' Lembaga Lain

Peneliti Litbang Kompas: Hasil Survei Masih dalam Rentang "Margin of Error" Lembaga Lain

Nasional
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembacokan Sejumlah Warga Sawah Besar

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembacokan Sejumlah Warga Sawah Besar

Megapolitan
Menkominfo: Sebagian Pegawai Desa Gunakan Internet untuk Main Game

Menkominfo: Sebagian Pegawai Desa Gunakan Internet untuk Main Game

Regional
Bawaslu: Pemantau Asing Bukan Hal yang Luar Biasa

Bawaslu: Pemantau Asing Bukan Hal yang Luar Biasa

Nasional
Ternyata, Ada Bungker yang Tembus ke Stasiun Tambun di Gedung Juang

Ternyata, Ada Bungker yang Tembus ke Stasiun Tambun di Gedung Juang

Megapolitan
Dari Bintaro hingga Cinere, Ini Rute Transjakarta yang Terintegrasi Stasiun MRT

Dari Bintaro hingga Cinere, Ini Rute Transjakarta yang Terintegrasi Stasiun MRT

Megapolitan
Biografi Tokoh Dunia: Mahmoud Abbas, Presiden Ke-2 Negara Palestina

Biografi Tokoh Dunia: Mahmoud Abbas, Presiden Ke-2 Negara Palestina

Internasional
Wagub NTT: Kalau Mau lihat Komodo yang Asli, Bayarnya Harus Mahal

Wagub NTT: Kalau Mau lihat Komodo yang Asli, Bayarnya Harus Mahal

Regional
Saat Jokowi Mendadak Beli Durian di Dumai

Saat Jokowi Mendadak Beli Durian di Dumai

Nasional
Satu Murid Calon Pendeta Lolos dari Pembunuhan di OKI, Polisi Tunggu Kondisinya Stabil

Satu Murid Calon Pendeta Lolos dari Pembunuhan di OKI, Polisi Tunggu Kondisinya Stabil

Regional
Pertama Kali, OPD dan Camat se-Surabaya Teken Pakta Integritas Secara Elektronik

Pertama Kali, OPD dan Camat se-Surabaya Teken Pakta Integritas Secara Elektronik

Regional
Wagub Sulut Ingatkan Kembali 7 Prioritas Pembangunan Sulut

Wagub Sulut Ingatkan Kembali 7 Prioritas Pembangunan Sulut

Regional
Wapres Jamin Pemerintahan Berjalan Normal meski Presiden Sibuk Kampanye

Wapres Jamin Pemerintahan Berjalan Normal meski Presiden Sibuk Kampanye

Nasional
Dievakuasi, Harimau Sumatera yang Terjerat di Riau Dipikul dengan Tandu Sambil Diinfus

Dievakuasi, Harimau Sumatera yang Terjerat di Riau Dipikul dengan Tandu Sambil Diinfus

Regional
Instagramable, Terowongan Jalan Kendal Dipenuhi Pejalan Kaki yang Berfoto

Instagramable, Terowongan Jalan Kendal Dipenuhi Pejalan Kaki yang Berfoto

Megapolitan

Close Ads X