Erick Thohir Anggap Nurhadi-Aldo Hiburan di Tengah Hiruk Pikuk Pilpres

Kompas.com - 11/01/2019, 22:22 WIB
Calon presiden nomor 10 Nurhadi, yang banyak diusung di media sosial dengan nama Duet Nurhadi dan Aldo tampil di acara live Rosi di Studio Kompas TV di Menara Kompas, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (10/1/2019) Tak lupa, dalam poster itu pun tercantum visi misi, hingga tagline. Tertulis jelas calon Presiden dan Wakil Presiden Indonesia, Nurhadi dan Aldo (Dildo) dari nomor urut 10 dengan dari koalisi Tronjal-Tronjol Maha Asik.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Calon presiden nomor 10 Nurhadi, yang banyak diusung di media sosial dengan nama Duet Nurhadi dan Aldo tampil di acara live Rosi di Studio Kompas TV di Menara Kompas, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (10/1/2019) Tak lupa, dalam poster itu pun tercantum visi misi, hingga tagline. Tertulis jelas calon Presiden dan Wakil Presiden Indonesia, Nurhadi dan Aldo (Dildo) dari nomor urut 10 dengan dari koalisi Tronjal-Tronjol Maha Asik.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir, menilai kehadiran capres fiktif Nurhadi sebagai hiburan di tengah hiruk pikuk Pilpres 2019.

Hal itu disampaikan Erick menanggapi viralnya capres fiktif Nurhadi di media sosial.

"Ya enggak apa-apa. Saya rasa gini lho. Bahwa kan di tengah hal seperti ini kita juga perlu hiburan," kata Erick saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Baca juga: Peringatan Potensi Golput di Balik Munculnya Capres Fiktif Nurhadi


Ia mengatakan, sebelum masa kampanye dimulai, hiburan masyarakat adalah menonton sepak bola. Namun, kata Erick, setelah memasuki masa kampanye, persepakbolaan Indonesia ternyata dilanda skandal pengaturan skor.

Hal itu membuat masyarakat tak memiliki pilihan hiburan selain kemunculan capres fiktif Nurhadi di media sosial.

Baca juga: Prostitusi Online, Nurhadi-Aldo, dan Kuasa Platform

Saat ditanya apakah kemunculan Nurhadi merupakan kritik bagi kubu Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang belum mampu menyuguhkan kampanye berkualitas, Erick mengatakan bukan hal itu penyebabnya.

"Kalau yang namanya humor itu kan tidak bisa kita bilang salah dan benar. Seperti contoh misalnya Cak Lontong, ketika dia bercanda kan itu hal yang baik," kata Erick.

"Dan saya rasa perlulah masyarakat kita di tahun politik humor-humor juga. Jangan serius terus. Selama konteksnya benar ya," lanjut dia.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Melalui Anaknya, Seorang Ibu Sumbang Sandiaga Uno Rp 500.000

Melalui Anaknya, Seorang Ibu Sumbang Sandiaga Uno Rp 500.000

Regional
Dukung Ma'ruf Amin, Ketua PWNU Jatim Sebut Masa Depan Negara di Tangan NU

Dukung Ma'ruf Amin, Ketua PWNU Jatim Sebut Masa Depan Negara di Tangan NU

Regional
Akar Masalah Mandeknya Dunia Riset Tanah Air Dinilai Belum Tersentuh Kedua Paslon

Akar Masalah Mandeknya Dunia Riset Tanah Air Dinilai Belum Tersentuh Kedua Paslon

Nasional
Menyangkut Masa Depan Bangsa, Pengamat Kecewa Imunisasi Tak Dibicarakan di Debat Ketiga

Menyangkut Masa Depan Bangsa, Pengamat Kecewa Imunisasi Tak Dibicarakan di Debat Ketiga

Nasional
Pengungsi Banjir Bandang di Jayapura Butuh Selimut dan Tenda

Pengungsi Banjir Bandang di Jayapura Butuh Selimut dan Tenda

Regional
Terbukti Bersalah, Mantan Direktur Keuangan Pertamina Tak Dihukum Uang Pengganti

Terbukti Bersalah, Mantan Direktur Keuangan Pertamina Tak Dihukum Uang Pengganti

Nasional
Atasi Pengangguran, Kedua Paslon Dinilai Tak Manfaatkan Infrastruktur yang Ada

Atasi Pengangguran, Kedua Paslon Dinilai Tak Manfaatkan Infrastruktur yang Ada

Nasional
2 Jenazah WNA Malaysia Korban Longsoran Air Terjun di Lombok Dipulangkan

2 Jenazah WNA Malaysia Korban Longsoran Air Terjun di Lombok Dipulangkan

Regional
Korban Ungkap Teroris di Selandia Baru Bingung dengan Denah Masjid

Korban Ungkap Teroris di Selandia Baru Bingung dengan Denah Masjid

Internasional
Ketika Matematika Digunakan untuk Menangani Wabah Penyakit

Ketika Matematika Digunakan untuk Menangani Wabah Penyakit

Edukasi
Polisi Tangkap 2 Penjambret Mahasiswi di Kupang, 1 Pelaku Ditembak

Polisi Tangkap 2 Penjambret Mahasiswi di Kupang, 1 Pelaku Ditembak

Regional
KPK Temukan Uang di Ruangan Menterinya, Ini Tanggapan Kementerian Agama

KPK Temukan Uang di Ruangan Menterinya, Ini Tanggapan Kementerian Agama

Nasional
Menurut Pengamat, Ini Alasan Mengapa Ma'ruf Tampil 'di Luar Ekspektasi' saat Debat Ketiga

Menurut Pengamat, Ini Alasan Mengapa Ma'ruf Tampil "di Luar Ekspektasi" saat Debat Ketiga

Nasional
Kekerasan Seksual Itu Bernama 'Revenge Porn', Apa Itu? Ini 6 Tandanya

Kekerasan Seksual Itu Bernama "Revenge Porn", Apa Itu? Ini 6 Tandanya

Edukasi
Banjir di Gunungkidul, Puluhan Kepala Keluarga Masih Mengungsi

Banjir di Gunungkidul, Puluhan Kepala Keluarga Masih Mengungsi

Regional

Close Ads X