Moeldoko: Kantor Prabowo-Sandi di Solo Ganggu Pemandangan - Kompas.com

Moeldoko: Kantor Prabowo-Sandi di Solo Ganggu Pemandangan

Kompas.com - 11/01/2019, 16:46 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat ditemui di sela-sela acara halalbihalal, di rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/6/2018).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat ditemui di sela-sela acara halalbihalal, di rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Moeldoko, menegaskan bahwa pihaknya tak khawatir dengan langkah Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendirikan kantor pemenangan di Solo.

Menurut dia, keberadaan kantor itu tidak akan menggerus suara Jokowi-Ma'ruf di Jawa Tengah.

"Yang di Solo itu ya. Enggak takut," kata Moeldoko kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Baca juga: Timses Jokowi Yakin Kantor BPN Prabowo-Sandiaga di Solo Tak Pengaruhi Suara


Menurut Moeldoko, Solo dan Jawa Tengah akan tetap menjadi lumbung suara bagi Jokowi-Ma'ruf.

Hanya saja, Moeldoko sempat menyindir bahwa keberadaan kantor itu cukup mengganggu pemandangan. Sebab, kantor itu hanya berjarak 300 meter dari kediaman Jokowi.

"Cuma ganggu pemandangan saja," kata Moeldoko sembari tertawa.

Baca juga: Timses Prabowo-Sandiaga: Stigma Jateng Kandang Banteng Akan Diubah Jadi Lumbung PaDi

Seperti dikutip Tribun Solo, posko yang dimaksud diresmikan oleh Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Djoko Santoso, pada Jumat (11/1/2019) siang ini.

Posko itu berada di Jalan Letjen Suprapto, RT 03 RW 08 Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.

Djoko Santoso menyatakan akan berkantor di sana sampai pilpres 2019 usai.

Baca juga: Selain di Karanganyar, Prabowo-Sandiaga Juga Dirikan 3 Posko Lain di Jateng

Ketua Sekretariat Nasional Prabowo-Sandiaga, Mohamad Taufik, mengatakan, timnya ingin mengubah anggapan bahwa Jawa Tengah adalah basis pendukung PDI-Perjuangan dan partai-partai pendukung Joko Widodo-Ma'ruf lain.

Ia menyebutkan, Jawa Tengah akan berubah menjadi basis pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Stigma itu mau kami ubah di 2019. Stigma Jawa Tengah adalah kandang banteng akan kami ubah jadi tumbuhnya lumbung PaDi alias Prabowo-Sandi," ujar Taufik.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X