Daftar Pertanyaan Debat Sudah Diterima Tim Kampanye

Kompas.com - 11/01/2019, 13:45 WIB
Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi di kantor KPU, Menteng, Jakarta PusatKompas.com/Fitria Chusna Farisa Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim kampanye Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dipastikan sudah menerima daftar pertanyaan debat Pilpres 2019.

Menurut Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi, KPU memberikan daftar pernyataan ke tim kampanye paslon, Kamis (11/1/2019) malam.

"Semalam (daftar pertanyaan) sudah diberikan secara langsung kepada dua LO dari masing-masing paslon. Kami pastikan dua amplop yang kami berikan kepada kedua wakil paslon ini adalah sama dan tak berbeda sama sekali," kata Pramono di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Pramono menjamin keamanan pertanyaan debat. Ia memastikan, daftar pertanyaan itu tidak akan tersebar luas ke publik atau pihak-pihak yang tidak berkepentingan.

Baca juga: Agar Perbedaan 2 Kandidat Tampak, Pertanyaan soal Kasus di Debat Pertama Sebaiknya Tetap Ada

 

Tim kampanye paslon juga telah berkomitmen untuk tidak menyalahgunakan daftar pertanyaan yang diberikan KPU.

Daftar pertanyaan hanya boleh diberikan kepada kandidat capres-cawapres dan lingkungan terbatas, misalnya konsultan tim kampanye.

"Ketika menyerahkan kepada masing-masing wakil paslon, mereka juga sudah menandatangani surat pernyataan bahwa daftar pertanyaan ini bukan untuk disebarluaskan. Kecuali diberikan kepada pasangan calon," ujar Pramono.

Pramono mengatakan, daftar pertanyaan yang dikirim ke paslon berjumlah 20 butir.

Jumlah itu mencakup empat tema debat, yaitu hukum, HAM, korupsi, dan terorisme, yang masing-masing terdiri dari 5 pertanyaan.

Baca juga: KPU Beri Kisi-kisi 20 Pertanyaan ke Kandidat Pilpres, Tak Semua Keluar dalam Debat

Dari 20 pertanyaan yang diberikan ke tim kampanye, hanya ada 1 pertanyaan yang akan betul-betul disampaikan ke kandidat saat debat berlangsung.

Pertanyaan itu disampaikan oleh moderator debat secara undian.

Dalam debat, akan diterapkan dua metode lontaran pertanyaan. Dua model itu, adalah model pertanyaan terbuka dan tertutup.

Model terbuka artinya, kisi-kisi pertanyaan sudah lebih dulu diserahkan ke peserta sebelum penyelenggaraan debat.

Model ini memberi kesempatan bagi peserta debat untuk mendalami pertanyaan dan menyiapkan jawaban.

Baca juga: Kalla: Kalau Pertanyaan Debat Dirapatkan Dulu, yang Pantas Jadi Capres-Cawapres Timnya

Selain model terbuka, ada juga pola pertanyaan tertutup. Pada model ini, masing-masing pasangan calon mengajukan pertanyaan ke paslon lainnya.

Debat perdana Pilpres 2019 akan digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kamis, 17 Januari 2019. Tema yang diangkat adalah hukum, HAM, terorisme, dan korupsi.

Peserta debat pertama adalah pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Debat perdana ini akan disiarkan oleh empat lembaga penyiaran, yaitu TVRI, RRI, KOMPAS TV, dan RTV.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X