Temui Jokowi, GP Ansor Lapor Ada Kelompok Pro Khilafah Dukung Salah Satu Capres

Kompas.com - 11/01/2019, 12:19 WIB
Pengurus GP Ansor usai bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (11/1/2019).KOMPAS.com/Ihsanuddin Pengurus GP Ansor usai bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor menemui Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, para pengurus GP Ansor melaporkan adanya kelompok radikal yang menjadi pendukung salah satu pasangan calon di Pilpres 2019.

"Ini saya ajak seluruh pimpinan wilayah seluruh Indonesia dari 34 provinsi datang. Mereka semua melaporkan kepada Presiden situasi yang terjadi di daerah masing-masing," kata Yaqut kepada wartawan, usai pertemuan tertutup dengan Presiden Jokowi.

Yaqut mengaku sengaja mengajak pimpinan wilayah Ansor dari tiap provinsi. Sebab, kelompok radikal yang dimaksud tersebar di berbagai daerah di tanah air.


"Mereka menginduk pada salah satu kontestan untuk masukkan agenda-agenda mereka, yakni mendirikan negara Islam khilafah Islamiah, atau minimal mereka dirikan NKRI bersyariat," kata dia.

Namun, saat ditanya siapa kontestan yang dimaksud, Yaqut enggan menjawab secara gamblang.

"Saya tak mau sebut itu, namun faktanya ada. Bisa dirasakan lah, saya kira kawan-kawan wartawan juga tahu," kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Menurut Yaqut, Presiden Jokowi menerima dengan baik masukan dari para pengurus GP Ansor dan berjanji akan menindaklanjutinya.

"Presiden saya kira senang dengan masukan yang kami berikan karena banyak yang sebelumnya belum terinput dengan baik ke Presiden," ujar Yaqut.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X