4 Bulan Kampanye dan Visi Misi yang Tak Kunjung Tersampaikan...

Kompas.com - 09/01/2019, 10:39 WIB
Dua pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-KH Maruf Amin, dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bersama pimpinan parpol dan caleg serta Ketua Komisi Pemilihan Umum, Arief Budiman dan Ketua Bawaslu RI, Abhan melepaskan burung dara saat Deklarasi Kampanye Damai Pemilu Serentak 2019 di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Minggu (23/9/2018). Dalam acara yang juga dihadiri perwakilan partai politik, dan sejumlah caleg tersebut mendeklarasikan kampanye anti politisasi sara, anti politik uang, dan anti hoax.

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO (NUT)
23-09-2018KOMPAS/WISNU WIDIANTORO Dua pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-KH Maruf Amin, dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bersama pimpinan parpol dan caleg serta Ketua Komisi Pemilihan Umum, Arief Budiman dan Ketua Bawaslu RI, Abhan melepaskan burung dara saat Deklarasi Kampanye Damai Pemilu Serentak 2019 di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Minggu (23/9/2018). Dalam acara yang juga dihadiri perwakilan partai politik, dan sejumlah caleg tersebut mendeklarasikan kampanye anti politisasi sara, anti politik uang, dan anti hoax. KOMPAS/WISNU WIDIANTORO (NUT) 23-09-2018

JAKARTA, KOMPAS.com - Kampanye Pilpres 2019 telah berlangsung hampir 4 bulan lamanya. Namun, kedua pasangan capres-cawapres dinilai hanya meributkan penyampaian visi misi menjelang debat Pilpres pada 17 Januari 2019.

Meskipun Komisi Pemilihan Umum (KPU) membatalkan sesi khusus penyampaian visi misi sebelum debat, kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tetap akan mengadakan sesi khusus untuk menyampaikan visi-misi mereka.

Merujuk Pasal 1 Undang-Undang No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, pengertian kampanye sebagai berikut, "Kampanye Pemilu adalah kegiatan peserta pemilu atau pihak yang ditunjuk oleh peserta pemilu untuk meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, program dan/atau citra diri Peserta Pemilu".

Dengan demikian, Pasal 1 Undang-Undang Pemilu secara tegas menyatakan visi misi sebagai elemen penting dalam kampanye untuk disampaikan kepada publik sebagai panduan memilih.

Baca juga: Wapres Kalla Sarankan Capres-Cawapres Sampaikan Visi Misi, Bukan Timsesnya

Namun, visi misi yang seharusnya dibahas di ruang publik sejak awal masa kampanye nyatanya tak kunjung tersampaikan.

Belum tersampaikannya visi misi pasangan capres dan cawapres juga dirasakan oleh sejumlah warga.

Agnes (27 tahun), warga Palmerah, Jakarta, mengatakan, ia belum memahami secara jelas visi-misi kedua pasangan capres-cawapres.

Ia juga mempertanyakan mengapa kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sampai membutuhkan sesi khusus penyampaian visi misi.

Baca juga: 4 Bulan Kampanye, Wapres Kalla Nilai Kedua Kubu Tak Sampaikan Visi-Misi

Menurut dia, seharusnya visi misi disampaikan sejak awal masa kampanye.

"Saya enggak ngerti ya mereka selama ini ngapain aja. Padahal kampanye udah jalan 4 bulan. Buka berita, buka medsos, isinya ribut-ribut doang. Kadang sampe capek sendiri," ujar Agnes saat ditemui di bilangan Menteng, Jakarta, Selasa (8/1/2019).

"Saya terpikir untuk golput. Saya sebenarnya sedikit berharap masa kampanye dan debat ini bisa membuat saya berubah pikiran. Tapi ternyata udah 4 bulan kampanye masih gini-gini aja. Jadi males," lanjut dia.

Hal senada disampaikan oleh Icha (27 tahun), warga Jagakarsa, Jakarta.

Ia mengaku belum memahami secara utuh visi misi kedua pasangan calon hingga masa kampanye telah berlangsung 4 bulan.

Baca juga: Timses Jokowi Pertanyakan Sikap Kubu Prabowo soal Batalnya Sosialisasi Visi Misi

Icha mengetahui sebagian visi misi kedua pasangan calon bukan dari tim sukses masing-masing, melainkan dari media massa yang merangkumnya.

"Enggak pernah lihat masing-masing tim sosialisasi visi-misi. Tahunya dari media massa yang nge-list. Dan kayanya enggak ada yang berbeda (visi-misinya)," ujar dia.

Keresahan akan buruknya kualitas kampanye juga dirasakan Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak menyampaikan visi-misi selama hampir 4 bulan berkampanye.

Akibatnya, masyarakat hanya meributkan hal remeh-temeh, bukan malah meributkan hal substantif seperti visi misi dan program aksi para capres-cawapres.

"Bukan kurang (tapi) tidak (menyampaikan). Karena tidak ada bahan perdebatan maka macam-macam dibuatlah isunya. Karena tidak ada sesuatu bahan, yang dikritik hanya perilaku, atau apalah kegiatan sehari-hari," ujar Kalla, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Baca juga: BPN Prabowo-Sandiaga Akui Anggotanya Tak Paham soal Pembatalan Sosialisasi Visi-Misi Paslon

Kalla menambahkan, pada intinya kampanye merupakan sarana pengenalan diri para pasangan capres-cawapres kepada publik.

Pasangan capres-cawapres sebenarnya bisa memulai perkenalan dengan identitas yang mereka miliki.

Selanjutnya, ujar Kalla, perkenalan bisa berlanjut ke tahap selanjutnya di mana masing-masing pasangan calon memperkenalkan visi-misi beserta program aksinya.

Dengan demikian, masyarakat memiliki gambaran untuk memilih yang mereka anggap layak.

Hal senada disampaikan Ketua Konstitusi dan Demokrasi (Kode) Inisiatif Veri Junaidi.

Ia menilai, kedua pasangan calon telah gagal menmanfaatkan masa kampanye selama hampir 4 bulan ini.

Baca juga: Komisioner KPU Diadukan ke DKPP Gara-gara Tak Gelar Sosialisasi Visi-Misi Capres

"Saya bilang ini kegagalan banyak pihak dalam proses kampanye khususnya capres dan cawapres. Apa bentuk kegagalannya? Ruang publik masih diisi dengan isu yang enggak penting. Gimik dan lain sebagainya," ujar Icha, saat dihubungi.

Oleh karena itu, ia menyarankan sebaiknya kedua pasangan calon mulai mendalami visi misi masing-masing dan menyampaikannnya kepada publik agar dipahami.

Veri mengatakan, pada intinya kedua pasangan calon memiliki amunisi yang sama kuat untuk saling menyerang dengan menggunakan data.

Ia menilai, sebagai petahana, Jokowi memiliki kinerja yang bisa dipublikasi kepada masyarakat.

Sebaliknya, Prabowo sebagai penantang memiliki banyak catatan untuk mengkritik pemerintahan Jokowi.

Baca juga: Fadli Zon: Sosialisasi Visi Misi Seharusnya Dilakukan Capres dan Cawapres, Bukan Tim Kampanye

Sayangnya, kata Veri, keduanya sama sekali tak melakukan itu sepanjang kampanye berlangsung.

"Istilahnya gini, Jokowi punya kelebihan dari sisi kinerja. Punya kelebihan sudah start lebih dulu melakukan untuk publik. Eksplor lah itu lebih mendalam kepada publik. Dan visi misi yang dianggap nawa cita lanjutan ini sebagai proposal baru yang harus disampaikan," papar Veri.

"Begitu juga Pak Prabowo yang sebagai penantang punya catatan banyak karena kan tak ada yang sempurna dari pemerintahan. Oleh karena itu, keduanya punya amunisi sama kuat. Itulah yang kemudian disampaikan ke ruang publik, bukan hanya ngomongin gimiknya saja," lanjut dia.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Visi dan Misi


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Peneliti Litbang Kompas: Hasil Survei Masih dalam Rentang 'Margin of Error' Lembaga Lain

Peneliti Litbang Kompas: Hasil Survei Masih dalam Rentang "Margin of Error" Lembaga Lain

Nasional
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembacokan Sejumlah Warga Sawah Besar

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembacokan Sejumlah Warga Sawah Besar

Megapolitan
Menkominfo: Sebagian Pegawai Desa Gunakan Internet untuk Main Game

Menkominfo: Sebagian Pegawai Desa Gunakan Internet untuk Main Game

Regional
Bawaslu: Pemantau Asing Bukan Hal yang Luar Biasa

Bawaslu: Pemantau Asing Bukan Hal yang Luar Biasa

Nasional
Ternyata, Ada Bungker yang Tembus ke Stasiun Tambun di Gedung Juang

Ternyata, Ada Bungker yang Tembus ke Stasiun Tambun di Gedung Juang

Megapolitan
Dari Bintaro hingga Cinere, Ini Rute Transjakarta yang Terintegrasi Stasiun MRT

Dari Bintaro hingga Cinere, Ini Rute Transjakarta yang Terintegrasi Stasiun MRT

Megapolitan
Biografi Tokoh Dunia: Mahmoud Abbas, Presiden Ke-2 Negara Palestina

Biografi Tokoh Dunia: Mahmoud Abbas, Presiden Ke-2 Negara Palestina

Internasional
Wagub NTT: Kalau Mau lihat Komodo yang Asli, Bayarnya Harus Mahal

Wagub NTT: Kalau Mau lihat Komodo yang Asli, Bayarnya Harus Mahal

Regional
Saat Jokowi Mendadak Beli Durian di Dumai

Saat Jokowi Mendadak Beli Durian di Dumai

Nasional
Satu Murid Calon Pendeta Lolos dari Pembunuhan di OKI, Polisi Tunggu Kondisinya Stabil

Satu Murid Calon Pendeta Lolos dari Pembunuhan di OKI, Polisi Tunggu Kondisinya Stabil

Regional
Pertama Kali, OPD dan Camat se-Surabaya Teken Pakta Integritas Secara Elektronik

Pertama Kali, OPD dan Camat se-Surabaya Teken Pakta Integritas Secara Elektronik

Regional
Wagub Sulut Ingatkan Kembali 7 Prioritas Pembangunan Sulut

Wagub Sulut Ingatkan Kembali 7 Prioritas Pembangunan Sulut

Regional
Wapres Jamin Pemerintahan Berjalan Normal meski Presiden Sibuk Kampanye

Wapres Jamin Pemerintahan Berjalan Normal meski Presiden Sibuk Kampanye

Nasional
Dievakuasi, Harimau Sumatera yang Terjerat di Riau Dipikul dengan Tandu Sambil Diinfus

Dievakuasi, Harimau Sumatera yang Terjerat di Riau Dipikul dengan Tandu Sambil Diinfus

Regional
Instagramable, Terowongan Jalan Kendal Dipenuhi Pejalan Kaki yang Berfoto

Instagramable, Terowongan Jalan Kendal Dipenuhi Pejalan Kaki yang Berfoto

Megapolitan

Close Ads X