Kompas.com - 08/01/2019, 19:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta seluruh warga negara untuk langsung melaporkan kepada aparat berwenang jika menemukan informasi sumir atau dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan Pemilu 2019.

Ia mengimbau masyarakat tak langsung menyebarkan ke midia sosial informasi yang belum dipastikan kebenarannya, sebelum melaporkannya ke aparat berwenang.

Sebab, hal itu dapat membuat riuh, bahkan berpotensi meresahkan publik. Selain itu, bisa mendelegitimasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilu.

"Kalau memang ada pertanyaan, ada keraguan, ada temuan, langsung saja datang. Jangan mengarang-ngarang, membuat berita (di media sosial) yang justru merusak," ujar Tjahjo saat dijumpai di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Baca juga: Hoaks Surat Suara yang Menyerang Kredibilitas Penyelenggara Pemilu...

 

Ia mencontohkan, isu yang telah terbukti hoaks, yakni temuan 7 kontainer di Terminal Tanjung Priok asal China berisi surat suara tercoblos pada pasangan capres cawapres nomor urut 01.

Menurut Tjahjo, seharusnya informasi ini bisa langsung dikroscek kepada pihak berwenang.

"Ya mbok tanya dulu. Satu hal ya, itu kan sudah menjadi opini duluan kan, tanda tanya di masyarakat yang besar," lanjut dia.

 

Namun, Tjahjo menekankan, pernyataannya ini disampaikan untuk semua, bukan ditujukan untuk politisi tertentu.

Baca juga: Direktur Perludem: Mengawasi Penyelenggara Pemilu Tak Sama dengan Mendelegitimasi

 

"Saya yakin kader partai yang ikut pemilu, tim sukses dan capres cawapres tidak ada keinginan untuk merusak legitimasi KPU sebagai penyelenggara. Kalau memang ada, berarti dia adalah penjahat politik, siapa pun orangnya," ujar Tjahjo.

"Sekali lagi, siapa pun orang yang mengacaukan proses konsolidasi demokrasi, mengacaukan parpol, mengacaukan kerja capres cawapres, mengacaukan kerja timses, mereka adalah penjahat politik," lanjut dia.

Ia mengatakan, Kemendagri bersama KPU dan Bawaslu sepakat jika menemukan pihak-pihak yang menyebarkan hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian yang berdampak pada delegitimasi pelaksanaan pemilu, akan langsung dilaporkan kepada aparat kepolisian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Kasat Narkoba Polres Karawang Diciduk Bareskim di Apartemen

Kronologi Kasat Narkoba Polres Karawang Diciduk Bareskim di Apartemen

Nasional
Pemerintah Diminta Soroti Dampak Krisis Global, Ketua MPR Pertanyakan Kondisi APBN

Pemerintah Diminta Soroti Dampak Krisis Global, Ketua MPR Pertanyakan Kondisi APBN

Nasional
Hadiri Sidang Tahunan MPR, Wapres Ma'ruf Amin Kenakan Pakaian Adat Solo

Hadiri Sidang Tahunan MPR, Wapres Ma'ruf Amin Kenakan Pakaian Adat Solo

Nasional
Jelang Sidang Tahunan MPR, Megawati dan Tokoh-Pejabat Berdatangan ke Senayan

Jelang Sidang Tahunan MPR, Megawati dan Tokoh-Pejabat Berdatangan ke Senayan

Nasional
KPK Perpanjang Masa Penahanan Mardani Maming Selama 40 Hari

KPK Perpanjang Masa Penahanan Mardani Maming Selama 40 Hari

Nasional
Keterangan Bharada E Tunjukkan Obstruction of Justice Kasus Brigadir J Semakin Kuat

Keterangan Bharada E Tunjukkan Obstruction of Justice Kasus Brigadir J Semakin Kuat

Nasional
Link Siaran Langsung Pidato Presiden Jokowi di Sidang Tahunan 2022

Link Siaran Langsung Pidato Presiden Jokowi di Sidang Tahunan 2022

Nasional
Bareskrim Tangkap Kasat Narkoba Polres Karawang terkait Peredaran Ekstasi

Bareskrim Tangkap Kasat Narkoba Polres Karawang terkait Peredaran Ekstasi

Nasional
TNI AL Resmikan Kapal Rumah Sakit KRI dr Radjiman

TNI AL Resmikan Kapal Rumah Sakit KRI dr Radjiman

Nasional
Sambo, Kode Etik dan Rasa Etika Publik

Sambo, Kode Etik dan Rasa Etika Publik

Nasional
Jerat Pidana 3 Perkara untuk Surya Darmadi, Buron Megakorupsi Rp 78 T

Jerat Pidana 3 Perkara untuk Surya Darmadi, Buron Megakorupsi Rp 78 T

Nasional
Selain Minta 'Fee' Rp 15 Triliun ke Negara Melalui Jokowi, Deolipa Gugat Bharada E hingga Kapolri Rp 15 Miliar

Selain Minta "Fee" Rp 15 Triliun ke Negara Melalui Jokowi, Deolipa Gugat Bharada E hingga Kapolri Rp 15 Miliar

Nasional
KPK Koordinasi dengan Kejagung Terkait Pemeriksaan Surya Darmadi

KPK Koordinasi dengan Kejagung Terkait Pemeriksaan Surya Darmadi

Nasional
Dewan Pers Serahkan DIM RKUHP ke Fraksi PPP, Arsul Sani: Wajib Dibahas di DPR

Dewan Pers Serahkan DIM RKUHP ke Fraksi PPP, Arsul Sani: Wajib Dibahas di DPR

Nasional
Terima 4 Bintang Kehormatan Utama, Prabowo Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi

Terima 4 Bintang Kehormatan Utama, Prabowo Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.