Moeldoko: Ada Pelanggaran HAM Berat Lain yang Belum Selesai...

Kompas.com - 08/01/2019, 17:50 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat ditemui di sela-sela acara halalbihalal, di rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/6/2018).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat ditemui di sela-sela acara halalbihalal, di rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Moeldoko, tak terlalu khawatir apabila saat debat capres cawapres yang akan datang, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyinggung pelaku penyiraman air keras atas Novel Baswedan yang hingga kini belum tertangkap.

Diketahui, tema debat capres cawapres Pemilu 2019 yang digelar 17 Januari 2019 mendatang, yakni soal Hak Asasi Manusia (HAM), penegakkan hukum, korupsi dan terorisme.

Baca juga: Pengadilan Ad Hoc dan Penculikan Aktivis, Isu HAM yang Harus Dijawab Capres dalam Debat

Menurut Moeldoko, rekam jejak pelanggaran HAM pada sosok Prabowo jauh lebih parah dibandingkan kondisi pelanggaran HAM pada pemerintahan Joko Widodo empat tahun terakhir.


"Ada pelanggaran HAM berat lain yang belum selesai," ujar Moeldoko saat dijumpai di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Saat ditanya apakah pelanggaran HAM Prabowo di masa lalu yang akan menjadi materi Jokowi dan Ma'ruf Amin saat debat melawan Prabowo dan Sandiaga, Moeldoko tidak mau menjawabnya secara lugas.

"Ya itu nanti dinamikanya," ujar Moeldoko.

Baca juga: Kedua Paslon Diminta Tidak Jadikan Isu HAM Gimmick Politik Semata

Meski demikian, mantan Panglima TNI itu memastikan, Jokowi dan Ma'ruf Amin siap menjalani debat capres cawapres.

Moeldoko mengatakan, Jokowi memiliki keunggulan di dalam topik HAM dan penegakkan hukum. Sebab, selama empat tahun menjalankan pemerintahan ini, tidak ada pelanggaran HAM berat seperti yang terjadi pada masa lalu.

"Selama kepemimpinan Pak Jokowi ini, relatif tidak ada pelanggaran HAM berat yang signifikan. Pelanggaran HAM berat itu adalah bagian dari residu masa lalu. Ya itulah topik yang dapat dikembangkan ke mana-mana," ujar Jokowi.

Baca juga: Capres Diharapkan Jelaskan Upaya Pemberantasan Korupsi hingga Reformasi Birokrasi

Diberitakan, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Mardani Ali Sera mengatakan bahwa kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan akan menjadi salah satu isu yang akan diangkat Prabowo-Sandiaga saat debat capres cawapres 17 Januari 2019.

"(Kasus Novel Baswedan) termasuk menjadi salah satu yang paling concern," ujar Mardani saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa.

Sebab, pihaknya menilai bahwa kasus kekerasan yang menimpa Novel merupakan salah satu preseden buruk di dalam penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi pada pemerintahan Jokowi saat ini.

Kompas TV Komisi Pemilihan Umum batal memfasilitasi sosialisasi visi misi 9 Januari. Kedua tim pasangan Capres Cawapres pun kini berseteru menjelaskan alasan di balik pembatalan pemaparan.<br /> <br /> Wakil Ketua BPN Prabowo Sandi, Priyo Budi Santoso, menyesalkan pembatalan rencana penyampaian visi misi pasangan calon presiden dan wakil presiden yang seharusnya difasilitasi KPU.

 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X