2 Tahun, Angka Cakupan Imunisasi Campak-Rubella Nasional 87,33 Persen

Kompas.com - 07/01/2019, 14:28 WIB
Seorang petugas medis memegang botol yang berisi vaksin measles-rubella (MR) di sebuah pos kesehatan di Banda Aceh, Rabu (19/9/2018). Terkait polemik kehalalan imunisasi MR, Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh merujuk pada fatwa MUI memutuskan penggunaan vaksin MR di Aceh diperbolehkan jika dalam kondisi darurat dan tidak memaksakan bagi masyarakat yang tidak setuju anaknya diimunisasi. AFP PHOTO/CHAIDEER MAHYUDDINSeorang petugas medis memegang botol yang berisi vaksin measles-rubella (MR) di sebuah pos kesehatan di Banda Aceh, Rabu (19/9/2018). Terkait polemik kehalalan imunisasi MR, Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh merujuk pada fatwa MUI memutuskan penggunaan vaksin MR di Aceh diperbolehkan jika dalam kondisi darurat dan tidak memaksakan bagi masyarakat yang tidak setuju anaknya diimunisasi.
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan menyatakan, rata-rata cakupan imunisasi campak rubella di seluruh Indonesia mencapai 87,33 persen. Hasil itu terpantau melalui hasil kampanye imunisasi yang dilakukan tahun 2017 di Pulau Jawa dan 2018 di luar Pulau Jawa.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengatakan, cakupan imunisasi campak rubella di Pulau Jawa pada 2017 mencapai 100 persen, sementara di luar Pulau Jawa 72,70 persen.

"Di luar Jawa yang di atas 95 persen itu ada 256 kabupaten kota, 71 kabupaten kota di bawah 50 persen. Yang paling rendah adalah Provinsi Aceh sampai sekarang," kata Anung di Jakarta, Senin (7/1/2019), seperti dilansir Antara.

Baca juga: Kalau Imunisasi MR Gagal, Indonesia Siap-siap KLB Campak Lagi...

Dia menyebut rata-rata capaian imunisasi di seluruh Indonesia tersebut masih akan bergerak dinamis. Saat ini, kata Anung, laporan cakupan dari berbagai daerah terus masuk ke Kementerian Kesehatan.

Anung menyatakan, capaian lebih 87 persen selama dua tahun diapresiasi Badan Kesehatan Dunia (WHO). Namun demikian, sebetulnya target yang dicanangkan adalah 95 persen.

Dari pelaksanaan kampanye imunisasi campak rubella selama dua tahun dilaporkan telah terjadi 100 Kejadian Ikutan Pascaimunisasi (KIPI).

Baca juga: Akibat Kena Campak Rubella, Seorang Bayi Alami Buta Tuli

Namun, Anung menegaskan 66 persen dari 100 KIPI tersebut merupakan kebetulan dan hampir tidak ada laporan yang menyatakan kasus terkait aspek keamanan, manfaat, dan kualitas vaksin.

"Memang ada suatu kejadian di Papua, namun bukan karena vaksin tapi karena memang ada komponen lain yang jadi satu kesatuan di sana. Disimpulkan bukan kesalahan prosedur, tapi masuk bagian dari reaksi suntikan," kata dia.

Untuk selanjutnya, imunisasi campak dan rubella akan masuk dalam daftar imunisasi daftar lengkap yang sudah terjadwal secara rutin. Pemerintah menargetkan cakupan imunisasi dasar lengkap mencapai 95 persen pada akhir 2019.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X