Anggota Dewas BPJS Ketenagakerjaan Resmi Dilaporkan Atas Tuduhan Pelecehan Seksual

Kompas.com - 03/01/2019, 15:52 WIB
IlustrasiShutterstock Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan tenaga kontrak Asisten Ahli Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan, Sosial Ketenagakerjaan (Dewas BPJS-TK), RA (27), resmi melaporkan terduga pelaku pelecehan seksual oleh atasanya berinisial SAB ke polisi.

Pasal yang disangkakan adalah 294 Ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara bagi atasan yang berbuat cabul terhadap bawahanya.

"Pasalnya adalah mengenai perbuatan cabul, yaitu lebih tepatnya pasal 294 ayat 2. Intinya di pasal itu adalah pejabat yang melakukan perbuatan cabul terhadap bawahanya seperti itu," kata pengacara RA, Heribertus Hartojo di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (3/1/2019).

Baca juga: Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Bantah Perkosa Bawahan

Adapun untuk bukti pelaporan, lanjut Heribertus, saat ini ia bersama RA sudah memiliki saksi, tangkapan layar percakapan Whatsapp antara RA dan SAB, dan dokumen lainnya.

"Karena ini adalah masalah kesusilaan, kita harus hati-hati dalam hal ini. Tidak akan kita ungkap buktinya lebih detail dan secara resmi kita sudah membuat laporan," ujarnya.

Kemarin, RA bersama Heribertus dan beberapa aktivis sudah mendatangi Bareskrim dan berkonsultasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Konsultasi tersebut dilakukan untuk memilah bukti-bukti apa saja yang bisa dilampirkan saat pelaporan.

Baca juga: Staf Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Dipecat setelah Melapor Diperkosa Atasannya

Adapun RA mengaku telah diperkosa empat kali oleh SAB selama periode April 2016 hingga November 2018. Selain pemerkosaan, RA mengaku berulang kali mengalami pelecehan seksual baik di dalam maupun di luar kantor.

Namun demikian, SAB kemudian menampik tuduhan pelecehan seksual tersebut. Dia mengaku tidak pernah melakukan pelecehan terhadap RA.

SAB juga kaget ketika persoalan ini muncul ke permukaan. Maka dari itu, SAB akan melaporkan RA juga ke kepolisian karena telah menuduhnya melakukan pelecehan seksual.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Pengamat: Hasil 'Quick Count' Tak Pernah Bohong

Pengamat: Hasil 'Quick Count' Tak Pernah Bohong

Nasional
'Quick Count' Pilpres 2019 Indikator Politik Indonesia di DKI, Jabar, Jateng, DIY, Jatim dan Banten

"Quick Count" Pilpres 2019 Indikator Politik Indonesia di DKI, Jabar, Jateng, DIY, Jatim dan Banten

Regional
Diskusi Buku UGM: Biaya Politik Indonesia Perlu Diturunkan

Diskusi Buku UGM: Biaya Politik Indonesia Perlu Diturunkan

Edukasi
Kisah Duka Polisi yang Meninggal Saat Amankan Pemilu...

Kisah Duka Polisi yang Meninggal Saat Amankan Pemilu...

Regional
Persepi: Ada Orang-orang yang Mendegradasi Temuan Ilmiah...

Persepi: Ada Orang-orang yang Mendegradasi Temuan Ilmiah...

Nasional
Bupati dan Wakil Bupati Ciamis Dilantik, Warga Padati Pendopo Kabupaten

Bupati dan Wakil Bupati Ciamis Dilantik, Warga Padati Pendopo Kabupaten

Regional
'Quick Count' Pilpres 2019 Indikator Politik Indonesia di Sumsel, Bengkulu, Lampung, Babel, dan Kepri

"Quick Count" Pilpres 2019 Indikator Politik Indonesia di Sumsel, Bengkulu, Lampung, Babel, dan Kepri

Regional
Program 'Digital Talent Scholarship 2019' Kominfo untuk Guru TIK

Program "Digital Talent Scholarship 2019" Kominfo untuk Guru TIK

Edukasi
Jokowi: Tanyakan Langsung ke Pak Prabowo...

Jokowi: Tanyakan Langsung ke Pak Prabowo...

Nasional
KAI Perbaiki 15 Titik Jembatan Jalur Kereta yang Berisiko Anjlok

KAI Perbaiki 15 Titik Jembatan Jalur Kereta yang Berisiko Anjlok

Regional
Beasiswa Kominfo 'Digital Talent 2019' bagi SMK Disertai Uang Saku

Beasiswa Kominfo "Digital Talent 2019" bagi SMK Disertai Uang Saku

Edukasi
Peneliti LSI: Pemilu Serentak Ibarat 'Kawin Paksa', Tak Ada Kesetaraan Pileg dan Pilpres

Peneliti LSI: Pemilu Serentak Ibarat 'Kawin Paksa', Tak Ada Kesetaraan Pileg dan Pilpres

Nasional
'Quick Count' Pilpres 2019 Indikator Politik Indonesia di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau dan Jambi

"Quick Count" Pilpres 2019 Indikator Politik Indonesia di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau dan Jambi

Regional
Trump Disebut Akan Nominasikan Shanahan sebagai Menteri Pertahanan

Trump Disebut Akan Nominasikan Shanahan sebagai Menteri Pertahanan

Internasional
Bawaslu Kota Malang Rekomendasikan Pemungutan Suara Ulang di 2 TPS

Bawaslu Kota Malang Rekomendasikan Pemungutan Suara Ulang di 2 TPS

Regional

Close Ads X