Elite PAN Ungkap Ada Masalah dalam Seleksi Calon Kepala Daerah yang Diusung PAN

Kompas.com - 28/12/2018, 11:54 WIB
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan seusai pembacaan Rekomendasi Rakernas PAN di Bandung, Jawa Barat, Rabu (23/8/2017) Rakhmat Nur Hakim/Kompas.comKetua Umum PAN Zulkifli Hasan seusai pembacaan Rekomendasi Rakernas PAN di Bandung, Jawa Barat, Rabu (23/8/2017)
Penulis Jessi Carina
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Badan Cyber dan Multimedia Partai Amanat Nasional ( PAN) Agung Mozin memutuskan untuk mundur dari partai karena merasa banyak keputusan yang tidak disepakati bersama. Contohnya ketika menentukan calon yang diusung dalam pemilihan kepala daerah.

"Kalau soal pilkada, kader-kader kita bisa dikalahkan oleh orang luar. Karena apa? Ya karena hal-hal yang mungkin bendahara umum yang bisa menjelaskan," ujar Agung ketika dihubungi, Jumat (27/12/2018).

Bendahara Umum PAN Nasrullah sendiri juga sudah memutuskan mundur dari jabatannya. Agung mengatakan sebenarnya hal biasa ketika kader partai harus bersaing dengan orang non-partai dalam mendapatkan rekomendasi pilkada.

Baca juga: Lagi, Elite PAN Mundur karena Tak Cocok dengan Gaya Zulhas Kelola Partai

Untuk menentukan kader atau orang non-partai yang diusung, kata Agung, seharusnya ada pertimbangan tertentu. Misalnya dengan menggunakan hasil survei sebagai indikator pengambilan keputusannya.

"Ketika survei itu keluar ya jadi rujukan bersama secara objektif. Oke, kita enggak ambil kader tetapi mengambil yang hasil survei tertinggi, oke kita bisa sepakati itu," ujar Agung.

"Nah, ini sudah bukan kader, hasil survei tidak tertinggi, tiba-tiba dicalonkan hanya karena ada setoran lebih besar. Kader enggak, hasil survei tinggi enggak, tapi ia dicalonkan ke partai karena membayar mahar ke partai," tambah dia.

Baca juga: Beda Pendapat dengan Zulkifli Hasan, Elite PAN Putuskan Non-aktif

Agung tidak mengungkapkan pilkada mana yang dia maksud. Kata dia, ini hanya salah satu pengambilan keputusan yang tidak sesuai dengan mekanisme partai di bawah kepemimpinan Zulkifli Hasan.

Padahal, segala proses pengambilan keputusan partai sudah diatur tata caranya dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

"Perbedaan gaya itu manusiawi, tapi apapun gayanya rujukannya kan AD/ART dan pedoman organisasi. Kalau pedoman organisasi AD/ART tidak jadi rujukan dalam mengelola partai, maka di sana akan terjadi perbedaan atau gesekan pendapat," kata dia.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Sebaran Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI Jakarta

Ini Sebaran Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI Jakarta

Nasional
Wapres Ma'ruf: Angka Kemiskinan Bertambah, Kita Menghadapi Tugas Berat

Wapres Ma'ruf: Angka Kemiskinan Bertambah, Kita Menghadapi Tugas Berat

Nasional
Luncurkan Aplikasi 'Jaga Bansos', Ketua KPK Ingatkan 8 Rambu Pencegahan Korupsi

Luncurkan Aplikasi "Jaga Bansos", Ketua KPK Ingatkan 8 Rambu Pencegahan Korupsi

Nasional
Forum Pemred Desak Polisi Proses Pelaku Teror terhadap Wartawan

Forum Pemred Desak Polisi Proses Pelaku Teror terhadap Wartawan

Nasional
Hingga 29 Mei, Ada 49.212 ODP dan 12.499 PDP Covid-19 di Indonesia

Hingga 29 Mei, Ada 49.212 ODP dan 12.499 PDP Covid-19 di Indonesia

Nasional
Wapres Ma'ruf Amin: Walau New Normal, Masyarakat Harus Tetap Produktif

Wapres Ma'ruf Amin: Walau New Normal, Masyarakat Harus Tetap Produktif

Nasional
Pasien Meninggal akibat Covid-19 di Indonesia Bertambah 24, Total Jadi 1.520 Orang

Pasien Meninggal akibat Covid-19 di Indonesia Bertambah 24, Total Jadi 1.520 Orang

Nasional
KSAU Lantik Sembilan Pejabat Strategis TNI AU, Ini Nama-namanya

KSAU Lantik Sembilan Pejabat Strategis TNI AU, Ini Nama-namanya

Nasional
Bertambah 252, Kini 6.492 Orang Sembuh dari Covid-19

Bertambah 252, Kini 6.492 Orang Sembuh dari Covid-19

Nasional
Hingga 29 Mei, Sudah 300.545 Spesimen yang Diperiksa untuk Covid-19

Hingga 29 Mei, Sudah 300.545 Spesimen yang Diperiksa untuk Covid-19

Nasional
Infrastruktur Jalan Terus, Pemerintah Resmikan 4 Ruas Tol Bulan Depan

Infrastruktur Jalan Terus, Pemerintah Resmikan 4 Ruas Tol Bulan Depan

Nasional
UPDATE 29 Mei: Tambah 678, Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Mencapai 25.216

UPDATE 29 Mei: Tambah 678, Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Mencapai 25.216

Nasional
KPK Luncurkan Aplikasi Jaga Bansos, Masyarakat Bisa Lapor Dugaan Penyimpangan

KPK Luncurkan Aplikasi Jaga Bansos, Masyarakat Bisa Lapor Dugaan Penyimpangan

Nasional
Pemerintah Gelontorkan Rp 6,4 Triliun untuk 5 Destinasi Wisata Superprioritas

Pemerintah Gelontorkan Rp 6,4 Triliun untuk 5 Destinasi Wisata Superprioritas

Nasional
Halalbihalal, Ma'ruf Amin: Mohon Maaf kalau Ada Perhatian yang Kurang

Halalbihalal, Ma'ruf Amin: Mohon Maaf kalau Ada Perhatian yang Kurang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X