Beda Pendapat dengan Zulkifli Hasan, Elite PAN Putuskan Non-aktif

Kompas.com - 27/12/2018, 19:42 WIB
Logo PAN googleLogo PAN
Penulis Jessi Carina
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Putra Jaya Husin memutuskan untuk non-aktif dari kegiatan partai. Keputusan ini dipicu oleh perbedaan pendapat dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

"Saya non-aktif dari partai. (Saya) berbeda pendapat (dengan Ketua Umum) tentang bagaimana cara mengelola partai," ujar Putra ketika dihubungi, Kamis (27/12/2018).

Putra mengaku sudah memutuskan non-aktif sejak 20 Juli 2018. Menurut dia, keputusan ini bukan soal ketidakcocokan dengan kepemimpinan Zulhas melainkan karena perbedaan pendapat.

Baca juga: Pendiri Partai Tak Masalah DPP PAN Bela Amien Rais

Sayangnya, Putra tidak menceritakan kejadian apa yang memicu perbedaan pendapat itu.

"Jadi bukan cocok enggak cocok tetapi berbeda pandangan," kata Putra.

Baru-baru ini, Bendahara Umum PAN Nasrullah juga memutuskan mundur dari jabatannya. Meski demikian, Nasrullah menegaskan dirinya tidak keluar dari partai tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi menilai keputusan Putra Jaya untuk non-aktif karena ingin fokus pada bisnis. Menurut dia, hal ini adalah proses yang biasa dalam dinamika partai.

Baca juga: PAN Pertanyakan Surat Terbuka 5 Pendiri Partai untuk Amien Rais

"Ada pengurus yang aktif, nonaktif, atau mengundurkan diri dari kepengurusan, silih berganti kepengurusan. Ini adalah bukti proses perkaderan partai berjalan," ujar Viva.

Viva yakin PAN tetap solid untuk memenangkan pemilu 2019. Baik dalam Pemilihan Presiden maupun Legislatif.

"PAN tetap solid, komit, dan semangat mengobarkan perjuangan merebut kemenangan di pemilu," kata dia.

Kompas TV Partai Amanat Nasional terus bergejolak menjelang Pilpres 2019, mulai dari pengurus yang mbalelo dengan mendukung Joko Widodo, bendahara umum mundur dan sekarang pendiri mendesak Amien Rais mundur. Spekulasipun bermunculan apakah PAN mengalami perpecahan atau memang ada pihak yang sengaja memecah belah?<br /> <br /> KompasTV akan membahasnya bersama Wakil Sekretaris Partai PAN Faldo Maldini, Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga Dahnil Anzar Simanjuntak, dan Analis Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X