Lewati Jembatan Kayu, Sandi Sindir Pembangunan Tak Sampai ke Desa - Kompas.com

Lewati Jembatan Kayu, Sandi Sindir Pembangunan Tak Sampai ke Desa

Kompas.com - 27/12/2018, 09:07 WIB
Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, saat ditemui di Rumah Djoeang, Jakarta Selatan, Minggu (23/12/2018).KOMPAS.com/Devina Halim Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, saat ditemui di Rumah Djoeang, Jakarta Selatan, Minggu (23/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Lewat akun Instagram, calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno membagi video pengalamannya melewati sebuah jembatan kayu ketika berkampanye di Desa Tosora, Kabupaten Wajo, Sulawesi, Rabu (26/12/2018). Sandiaga menggunakan mobil Toyota Hiace yang diarahkan agar bisa melintasi jembatan kayu itu dengan selamat.

Lebar jembatannya hanya cukup untuk satu mobil. Pegangan di kiri dan kanan jembatan tersebut hanya berupa dua papan kayu saja. Jembatan tersebut dibuat di atas aliran sungai.

Ketika mobilnya melintasi jembatan tersebut, kepala Sandiaga menjulur keluar lewat jendela. "Wow kita perlu bangun infrastruktur," kata Sandiaga sambil menggelengkan kepala setelah berhasil melewati jembatan itu.

Keterangan dalam video tersebut mengungkapkan lebih jauh soal pemikiran Sandiaga tentang ini. Sandiaga mengatakan dia merasa seperti berada di film 'Indiana Jones' dengan melintasi jembatan itu.

Baca juga: Sandiaga Ajak Caleg Seluruh Indonesia Ikut Berdonor Darah

Menurut dia, ini adalah bukti pembangunan infrastruktur belum sampai ke desa-desa. Padahal, kata Sandi, proyek infrastruktur telah dilakukan masif bahkan sampai berutang.

"Ini saya berasa di film 'Indiana Jones'," katanya.

"Pembangunan infrastruktur besar-besaran dengan memakan biaya besar bahkan harus utang luar negeri ternyata belum terasa dampaknya di pedesaan. Saya dan Pak @prabowo akan pastikan kedepannya pembangunan infrastruktur bisa langsung terasa dampaknya untuk perekonomian masyarakat desa," tulis Sandi di akun Instagramnya.

Kritik soal infrastruktur

Dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2019 ini, Sandiaga beberapa kali mengkritik pembangunan infrastruktur oleh pemerintah. Dia bertekad membangun infrastruktur tanpa utang jika menang Pilpres nanti.

Baca juga: Sandiaga: Akuisisi Saham Freeport agar Tidak Bebani Negara

Menurut Sandiaga, pembangunan infrastruktur tanpa membebani anggaran negara sangat mungkin dilakukan dengan pendekatan yang berbeda. Pendekatan yang dimaksud adalah mengandalkan sektor kemitraan dengan swasta atau lewat penganggaran dengan dana jangka panjang.

"Kuncinya melibatkan dunia usaha dan swasta. Bukan hanya BUMN dengan menggunakan APBN atau APBD," kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Selain itu, lanjut Sandiaga, pembangunan infrastruktur juga dapat dilakukan dengan mendorong penguatan kemitraan antara pemerintah dan swasta dalam skema Public Private Partnership (PPP) atau Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).


Terkini Lainnya


Close Ads X