Pasca-tsunami Selat Sunda, 7 Desa di Kecamatan Sumur Jadi Fokus Tim SAR Gabungan

Kompas.com - 26/12/2018, 16:33 WIB
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (26/12/2018). KOMPAS.com/Devina HalimKepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (26/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, 7 desa di Kecamatan Sumur, Banten, menjadi fokus dalam operasi penanganan pasca- tsunami Selat Sunda oleh tim SAR gabungan pada hari ini, Rabu (26/12/2018).

 

Ketujuh desa tersebut adalah Tamanjaya, Tunggaljaya, Cigorondong, Kertajaya, Ujungjaya, Sumberjaya, dan Kertamukti.

Berdasarkan data BNPB per hari ini pukul 13.00 WIB, tercatat terdapat 43 orang meninggal dunia di kecamatan tersebut.

Namun, Sutopo mengungkapkan, belum seluruh wilayah tersebut terjangkau.

Baca juga: Kecamatan Sumur dan Labuan di Pandeglang Jadi Fokus PMI Lakukan Penanganan Pasca-tsunami

Oleh karena itu, tim SAR gabungan akan fokus melakukan evakuasi dan pemberian bantuan kepada warga di daerah itu.

"Tim SAR saat ini masih bekerja untuk menyusur 7 desa di Sumur, dan fokus utama saat ini mulai dilakukan evakuasi, pencarian, penyelamatan korban, penanganan pengungsi, bantuan logistik diarahkan ke Sumur," ujar Sutopo saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu.

Sutopo menjelaskan, Desa Tamanjaya sebenarnya sudah dapat dijangkau sejak 24 Desember 2018. Sementara, Desa Tunggaljaya dapat diakses sejak Selasa (25/12/2018) kemarin.

Kemudian, untuk menjangkau desa lainnya, tim pun menggunakan jalur udara dengan mengerahkan helikopter.

"Hari ini apalagi pakai helikopter, 5 desa lain dapat dijangkau, di samping personel dan alat berat ditambah," kata dia.

Baca juga: Kondisi Kecamatan Sumur: Rumah-rumah Warga Hancur Diterjang Tsunami

Menurut keterangan Sutopo, akses jalan yang rusak, lokasi wilayah yang jauh, serta cuaca yang mendung dan hujan menjadi kendala tim untuk memberikan penanganan di daerah itu. 

Sebelumnya, tsunami melanda pantai di sekitar Selat Sunda, Sabtu (22/12/2018) malam. Tsunami tersebut dipicu oleh longsoran bawah laut dan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Data sementara BNPB hingga Rabu (26/12/2018) pukul 13.00 WIB, sebanyak 430 orang meninggal dunia karena kejadian ini. Sementara kerugian ekonomi masih dalam pendataan.

Selain korban meninggal, tercatat 1.495 orang luka-luka, 159 orang hilang. BNPB juga mencatat, ada 21.991 orang yang mengungsi di sejumlah daerah.

Jumlah ini masih sangat mungkin bertambah seiring dengan proses evakuasi yang masih terus dilakukan.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X