Tsunami Timbulkan Duka bagi Indonesia dalam 14 Tahun, dari Aceh hingga Selat Sunda

Kompas.com - 26/12/2018, 13:12 WIB
Situasi Kota Palu yang porak poranda akibat bencana gempa bumi, likuifaksi, dan tsunami yang terjadi pada Jumat (28/9/2018). Ditjen Bina Marga menurunkan Tim Satgas Penanganan Bencana Gempa dan Tsunami Palu-Sigi-Donggala untuk membantu pemulihan infrastruktur wilayah. Dok. Humas Ditjen Bina Marga Kemen PUPRSituasi Kota Palu yang porak poranda akibat bencana gempa bumi, likuifaksi, dan tsunami yang terjadi pada Jumat (28/9/2018). Ditjen Bina Marga menurunkan Tim Satgas Penanganan Bencana Gempa dan Tsunami Palu-Sigi-Donggala untuk membantu pemulihan infrastruktur wilayah.

Palu, 28 September 2018

Selanjutnya, tsunami besar kembali terjadi di Indonesia. Kali ini menimpa Sulawesi Tengah, tepatnya di kota Palu, Donggala, dan Sigi.

Diawali dengan gempa besar bawah laut dengan magnitudo 7,7 dan diikuti dengan peringatan dini potensi tsunami dari BMKG, tsunami setinggi 11,3 meter sapu kawasan di Donggala dan sekitarnya.

Sama seperti yang terjadi di Mentawai, peringatan tsunami di Palu juga sempat dicabut oleh BMKG sebelum akhirnya tsunami benar-benar menerjang.

Tidak hanya gempa besar dan tsunami, Palu saat itu juga dilanda bencana likuefaksi atau pencairan tanah yang semuanya terjadi di waktu berdekatan, kira-kira selepas pukul 18.00 waktu setempat.

Dari catatan BNPB, total korban jiwa yang jatuh dari 3 bencana itu adalah 2.113 jiwa dan belasan ribu lainnya mengalami luka berat.

Baca juga: Korban Tewas Gempa dan Tsunami Palu Bertambah, Kini Tercatat 2.113 Orang

Kerusakan infrastruktur dan bangunan terjadi di sana-sini, hingga memutus akses dari luar untuk mengirimkan bantuan darurat kepada korban.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kerugian yang ditimbulkan akibat bencana ini menurut BNPB capai angka Rp 15,29 triliun, yang terdiri dari kerusakan bangunan, infrastruktur, dan kegiatan ekonomi yang lumpuh.

Selat Sunda, 22 Desember 2018

Warga melintas di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang rusak akibat tsunami Selat Sunda di Kampung Nelayan, Labuan, Pandeglang, Banten, Selasa (25/12/2018). BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) melaporkan hingga Selasa (25/12) pagi jumlah korban meninggal dunia akibat tsunami Selat Sunda mencapai 481 orang, 1.216 orang luka, dan 67 orang lainya dinyatakan masih hilang. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/aww.MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS Warga melintas di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang rusak akibat tsunami Selat Sunda di Kampung Nelayan, Labuan, Pandeglang, Banten, Selasa (25/12/2018). BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) melaporkan hingga Selasa (25/12) pagi jumlah korban meninggal dunia akibat tsunami Selat Sunda mencapai 481 orang, 1.216 orang luka, dan 67 orang lainya dinyatakan masih hilang. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/aww.
Tiga bulan berselang sejak bencana Sulawesi Tengah, yaitu pada 22 Desember 2018 tsunami kembali terjadi di sebelah barat Pulau Jawa yakni di Selat Sunda.

Tsunami terjadi pada malam hari pukul 21.30 WIB dan menerjang sebagian wilayah di Provinsi Banten dan Lampung, yakni Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan.

Tsunami di Selat Sunda berbeda dengan tsunami-tsunami yang pernah terjadi sebelumnya yang disebabkan oleh gempa hebat. Kali ini tsunami muncul tanpa didahului adanya gempa, sehingga tidak ada kepanikan yang terjadi.

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebaban adanya longsoran luas di bawah laut, diduga menjadi penyeab tsunami di Selat Sunda ini.

Hingga empat hari pasca bencana, 429 terjadi jiwa tewas dalam kejadian ini dan seratusan lebih lainnya masih dinyatakan hilang.

Dari nama-nama korban meninggal, beberapa di antaranya berasal dari kalangan artis ibu kota yang memang tengah hadir menghibur di Pantai Tanjung Lesung, Pandeglang Banten. Mereka adalah band Seventeen yang kehilangan 3 personel utamanya, dan grup lawak Jigo yang kehilangan salah satu personelnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aturan Baru Pembatasan Saat Nataru Masih Disusun, Kemendagri: Maksimal Terbit Besok

Aturan Baru Pembatasan Saat Nataru Masih Disusun, Kemendagri: Maksimal Terbit Besok

Nasional
Draf RUU TPKS Atur Kekerasan Seksual Digital, Ancaman Pidana 4-6 Tahun

Draf RUU TPKS Atur Kekerasan Seksual Digital, Ancaman Pidana 4-6 Tahun

Nasional
Diresmikan Jokowi, Pembangunan Bandara Tebelian Kalbar Berbiaya Rp 518 Miliar

Diresmikan Jokowi, Pembangunan Bandara Tebelian Kalbar Berbiaya Rp 518 Miliar

Nasional
Persilakan Jaksa Bacakan Dakwaan, Munarman Klaim sebagai Bentuk Toleransi

Persilakan Jaksa Bacakan Dakwaan, Munarman Klaim sebagai Bentuk Toleransi

Nasional
PPKM Level 3 Nataru Batal, Polri Tetap Siapkan Titik Penjagaan

PPKM Level 3 Nataru Batal, Polri Tetap Siapkan Titik Penjagaan

Nasional
Kasus Positif Kian Melandai, Pemerintah Tetap Dorong Peningkatan Testing Covid-19

Kasus Positif Kian Melandai, Pemerintah Tetap Dorong Peningkatan Testing Covid-19

Nasional
Presiden Jokowi Resmikan Bandara Tebelian Sintang Kalbar

Presiden Jokowi Resmikan Bandara Tebelian Sintang Kalbar

Nasional
Satgas Covid-19: Pembatasan WNA Merupakan Upaya Menyelamatkan Umat Manusia

Satgas Covid-19: Pembatasan WNA Merupakan Upaya Menyelamatkan Umat Manusia

Nasional
Hakim Kabulkan Permintaan Munarman untuk Sidang Tatap Muka

Hakim Kabulkan Permintaan Munarman untuk Sidang Tatap Muka

Nasional
CDC Sebut RI Berisiko Rendah Covid-19, Kemenkes: Kabar Baik bagi Kita

CDC Sebut RI Berisiko Rendah Covid-19, Kemenkes: Kabar Baik bagi Kita

Nasional
[POPULER NASIONAL] Pertimbangan Pemerintah Batal Terapkan PPKM Level 3 Saat Nataru | Aturan Pembatasan Sosial Saat Libur Nataru

[POPULER NASIONAL] Pertimbangan Pemerintah Batal Terapkan PPKM Level 3 Saat Nataru | Aturan Pembatasan Sosial Saat Libur Nataru

Nasional
PPKM Level 3 Dibatalkan, Pemerintah Dinilai Labil Membuat Kebijakan

PPKM Level 3 Dibatalkan, Pemerintah Dinilai Labil Membuat Kebijakan

Nasional
Densus 88 Tahan Farid Okbah dkk

Densus 88 Tahan Farid Okbah dkk

Nasional
Periksa Istri Alex Noerdin, KPK Dalami Uang Rp 1,5 Miliar Saat Tangkap Bupati Musi Banyuasin

Periksa Istri Alex Noerdin, KPK Dalami Uang Rp 1,5 Miliar Saat Tangkap Bupati Musi Banyuasin

Nasional
KSAD Dudung Dukung Penuh Program Pemerintah untuk Papua

KSAD Dudung Dukung Penuh Program Pemerintah untuk Papua

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.