Pendiri PAN Kritik Amien Rais Bergabung dengan Politisi yang Ingin Kembalikan Orde Baru

Kompas.com - 26/12/2018, 12:06 WIB
Mantan Ketua MPR Amien Rais (tengah) melakukan orasi di depan massa pendukung Buni Yani sebelum menghadiri  sidang vonis terdakwa kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) di depan Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung, di Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/11/2017). Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung memvonis Buni Yani 1,5 tahun penjara karena perbuatannya yang dinilai memenuhi unsur Pasal 32 Ayat 1 dan Pasal 28 Ayat 2 UU ITE dengan melakukan ujaran kebencian dan mengedit isi video pidato Basuki Tjahaja Purnama. ANTARA FOTO/FAHRUL JAYADIPUTRAMantan Ketua MPR Amien Rais (tengah) melakukan orasi di depan massa pendukung Buni Yani sebelum menghadiri sidang vonis terdakwa kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) di depan Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung, di Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/11/2017). Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung memvonis Buni Yani 1,5 tahun penjara karena perbuatannya yang dinilai memenuhi unsur Pasal 32 Ayat 1 dan Pasal 28 Ayat 2 UU ITE dengan melakukan ujaran kebencian dan mengedit isi video pidato Basuki Tjahaja Purnama.
Penulis Jessi Carina
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Lima pendiri Partai Amanat Nasional ( PAN) membuat surat terbuka untuk Amien Rais yang juga merupakan pendiri PAN. Lima pendiri yang dimaksud adalah Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Goenawan Mohammad, Toeti Heraty, dan Zumrotin.

Surat terbuka tersebut dibagikan kepada awak media di kawasan Menteng, Rabu (26/12/2018). Dalam surat terbuka tersebut, lima pendiri PAN menyebutkan beberapa alasannya.

"Saudara sebagai tokoh reformasi yang ikut berperan dalam mengakhiri kekuasaan Orde Baru telah bersimpati, mendukung, dan bergabung dengan politisi yang beraspirasi mengembalikan kekuatan Orde Baru ke kancah politik Indonesia," isi surat terbuka tersebut.

Baca juga: Rezim Orde Baru dan Politikus Kasta Paling Rendah

Dalam Pemilihan Presiden 2019, Amien Rais masuk dalam jajaran Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 itu didukung oleh Partai Berkarya yang berisi keluarga Soeharto.

Kubu Prabowo-Sandiaga beberapa kali mengatakan hal yang baik dari Orde Baru bisa saja diterapkan pada era sekarang.

Dalam surat terbuka itu, lima pendiri PAN juga menyebut Amien Rais telah menjadikan agama sebagai alat politik. Agama dijadikan alat untuk meraih kekuasaan.

Dengan sikap seperti itu, lima pendiri PAN menilai manuver politik Amien Rais sering tidak sejalan dengan prinsip PAN. Mereka pun menuliskan komitmen bersama para pendiri ketika mendirikan PAN kepada Amien Rais.

Baca juga: Polemik Soeharto Guru Korupsi, Sekjen PDI-P Singgung Posisi Amien Rais

"PAN adalah partai reformis yang menjunjung tinggi kebebasan pendapat dan menegakan demokrasi setelah 32 tahun ada di bawah kekuasaan orde baru yang korup dan otoriter," tulis mereka.

Kemudian, PAN adalah partai berazaskan Pancasila dengan landasan kemanusiaan dan agama. Selain itu, PAN adalah partai modern yang bersih dari noda orde baru.

Selain itu, lima pendiri PAN mengingatkan PAN adalah partai terbuka dan inklusif yang memelihara kemajemukan banga. Terakhir, PAN setuju setiap warga negara punya kedudukan sama di hadapan hukum dan tidak membedakan mayoritas dan minoritas.

"Dengan menggunakan kacamata prinsip-prinsip PAN tersebut, kami mendapatkan kesan kuat bahwa saudara Amien Rais sejak mengundurkan diri sebagai ketua umum PAN sampai sekarang, baik secara pribadi maupun mengatasnamakan PAN, seringkali melakukan kiprah dan manuver politik yang tidak sejalan dengan itu," kata mereka.

Para pendiri PAN tersebut awalnya akan menyampaikan pandangan mereka melalui konferensi pers di kawasan Menteng. Namun mereka batal hadir dan menggantinya dengan menyebarkan surat terbuka kepada media.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasal UU Cipta Kerja Dihapus, Pakar Hukum Nilai Aneh Pelanggaran Sangat Terbuka

Pasal UU Cipta Kerja Dihapus, Pakar Hukum Nilai Aneh Pelanggaran Sangat Terbuka

Nasional
Pejabat Pembuat Komitmen Kejagung Ikut Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Gedung Utama

Pejabat Pembuat Komitmen Kejagung Ikut Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Gedung Utama

Nasional
Wakil Ketua Komisi II Sebut Sosialisasi KPU soal Protokol Kesehatan Belum Maksimal

Wakil Ketua Komisi II Sebut Sosialisasi KPU soal Protokol Kesehatan Belum Maksimal

Nasional
4.369 Kasus Covid-19 di 31 Provinsi, DKI Jakarta Tertinggi

4.369 Kasus Covid-19 di 31 Provinsi, DKI Jakarta Tertinggi

Nasional
UPDATE 23 Oktober: 161.763 Orang Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 23 Oktober: 161.763 Orang Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Menyoal Halaman UU Cipta Kerja yang Bertambah dan Pasal yang Berubah...

Menyoal Halaman UU Cipta Kerja yang Bertambah dan Pasal yang Berubah...

Nasional
UPDATE 23 Oktober: Total 4.253.425 Spesimen Covid-19 yang Diperiksa

UPDATE 23 Oktober: Total 4.253.425 Spesimen Covid-19 yang Diperiksa

Nasional
Dana Hibah Pariwisata Diharap Bisa Tingkatkan Penerapan Protokol Kesehatan

Dana Hibah Pariwisata Diharap Bisa Tingkatkan Penerapan Protokol Kesehatan

Nasional
Draf UU Cipta Kerja Kembali Berubah, Buruh Tuntut Presiden Segera Rilis Perppu

Draf UU Cipta Kerja Kembali Berubah, Buruh Tuntut Presiden Segera Rilis Perppu

Nasional
Temuan Polisi: Rokok Jadi Penyebab Kebakaran Gedung Utama Kejagung

Temuan Polisi: Rokok Jadi Penyebab Kebakaran Gedung Utama Kejagung

Nasional
Buruh Sebut Penghapusan Pasal Menunjukkan UU Cipta Kerja Belum Final

Buruh Sebut Penghapusan Pasal Menunjukkan UU Cipta Kerja Belum Final

Nasional
UPDATE 23 Oktober: Tambah 4.094, Pasien Sembuh Covid-19 Mencapai 305.100

UPDATE 23 Oktober: Tambah 4.094, Pasien Sembuh Covid-19 Mencapai 305.100

Nasional
UPDATE 23 Oktober: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Tercatat 63.733

UPDATE 23 Oktober: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Tercatat 63.733

Nasional
UPDATE 23 Oktober: Tambah 118 Orang, Pasien Meninggal Dunia akibat Covid-19 Jadi 13.077

UPDATE 23 Oktober: Tambah 118 Orang, Pasien Meninggal Dunia akibat Covid-19 Jadi 13.077

Nasional
Pemerintah Targetkan Pencairan Dana Hibah Pariwisata pada November 2020

Pemerintah Targetkan Pencairan Dana Hibah Pariwisata pada November 2020

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X