PMI Turunkan 5 Tim Medis dan 14 Tangki Air ke Daerah Terdampak Tsunami Selat Sunda

Kompas.com - 24/12/2018, 11:06 WIB
Sejumlah warga yang selamat akibat gelombang tsunami yang melanda pantai carita mengungsi di salah satu Masjid Kampung Tenjolahang Timur, Caringin Pandeglang, Banten, Minggu (23/12/2018). Informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) data terkini korban hingga pukul 16.00 WIB, yaitu 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka dan 28 orang belum ditemukan. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELISejumlah warga yang selamat akibat gelombang tsunami yang melanda pantai carita mengungsi di salah satu Masjid Kampung Tenjolahang Timur, Caringin Pandeglang, Banten, Minggu (23/12/2018). Informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) data terkini korban hingga pukul 16.00 WIB, yaitu 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka dan 28 orang belum ditemukan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Palang Merah Indonesia ( PMI) terus melakukan penanganan terhadap korban terdampak bencana tsunami yang melanda wilayah pantai sekitar Selat Sunda, di Anyer, Banten dan Lampung, Sabtu (22/12/2018) malam.

Kepala Sub Tanggap Darurat PMI Pusat Ridwan Sobri Carman menjelaskan, salah satu yang menjadi fokus mereka adalah daerah yang belum terjangkau, seperti daerah Sumur, Pandeglang.

Pada hari ini, Senin (24/12/2018), PMI mengirimkan tiga tim medis, yang terdiri dari satu dokter umum, dua perawat, satu apoteker, satu bidan, beserta ambulans ke daerah Banten.

"Hari kedua ini, kami masih fokus di wilayah pencarian. Misalnya, teman-teman paling tidak tiga tim menuju Kecamatan Sumur, Pandeglang, di mana menurut informasi masih banyak korban-korban dari tsunami yang mungkin perlu kita beri perhatian," ujar Ridwan, saat dihubungi Kompas.com, Senin (24/12/2018).

Baca juga: BPBD Babel Kirim Personel ke Lokasi Tsunami Selat Sunda di Lampung Selatan

Selain itu, telah terdapat dua tim medis untuk membantu penanganan di daerah Lampung.

PMI juga sudah menurunkan 14 truk tangki air dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Sebanyak 8 mobil dikirim untuk daerah Banten, sementara sisanya untuk daerah Lampung.

"Kemudian untuk kebutuhan-kebutuhan dasar, misalnya, kami sudah mengirimkan 14 truk tangki air dari Jakarta untuk mem-back up di Pandeglang dan Lampung," jelas dia.

Ridwan mengatakan, satu tim dokter spesialis ortopedi ditugaskan ke daerah Banten, sekaligus dana operasional untuk kedua daerah terdampak.

Baca juga: Tim DVI Polda Jabar Bantu Identifikasi Korban Tsunami Selat Sunda

Saat ini, sudah turun 147 relawan dan 9 ambulans untuk membantu proses penanganan.

PMI Provinsi Banten juga sudah mendistribusikan 150 selimut, 100 terpal, 40 cleaning kit, 20 cangkul, 20 dus air mineral, 53 kantong mayat, dan 5 sepatu boots, untuk daerah Banten.

Untuk daerah Lampung, menurut Ridwan, penanganan masih menggunakan logistik yang berada di gudang di daerah tersebut. Logistik masih mencukupi untuk proses penanganan di Lampung.

Berdasarkan data terakhir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin (24/12/2018) pukul 07.00 WIB, korban meninggal dunia akibat bencana ini bertambah menjadi 281 orang.

Baca juga: Dua Anak Aa Jimmy yang Jadi Korban Tsunami Banten Belum Ditemukan

Sementara, korban luka-luka berjumlah 1.016 orang dan korban yang belum ditemukan 57 orang.

Kerusakan material meliputi 611 unit rumah, 69 unit hotel dan villa, 60 warung kuliner, dan 420 kapal dan perahu.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X