Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ma'ruf Amin Optimistis Ungguli Prabowo-Sandiaga Saat Debat Tema Ekonomi

Kompas.com - 23/12/2018, 22:09 WIB
Rakhmat Nur Hakim,
Inggried Dwi Wedhaswary

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon Wakil Presiden (cawapres) nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin, optimistis bisa mengungguli pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam debat, khususnya soal ekonomi.

Menurut Ma'ruf, ia dan Presiden Joko Widodo akan lebih mudah menjalani debat soal ekonomi karena sebagai petahana Jokowi telah memiliki capaian kinerja yang tinggal dilanjutkan.

"Ekonomi kan konsep kami. Buat kami tidak terlalu sulit karena kami itu sudah punya Nawacita I. Nawacita I kan sudah ada dan sudah dieksekusi. Nah Nawacita II itu bagaimana memaksimalkan (Nawacita I)," kata Ma'ruf saat ditemui di kediamannya, Menteng, Jakarta, Minggu (23/12/2018).

Baca juga: Raffi Ahmad Sambangi Maruf Amin

Ma'ruf mengatakan, di bawah kepemimpinan Jokowi, pemerintah sudah melakukan banyak hal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan berbagai kebijakannya.

Menurut Ma'ruf, justru yang akan kesulitan dalam debat soal ekonomi adalah pasangan capres dan cawapres yang belum memiliki prestasi.

Saat ditanya bagaimana ia mempersiapkan diri untuk berdebat soal ekonomi karena cawapres penantang, Sandiaga, merupakan seorang pengusaha yang kerap berurusan dengan masalah ekonomi, Ma'ruf merasa tak khawatir.

Baca juga: Maruf Amin: Kami Ingin Agama Tak Jadi Komoditas Politik

"Jadi bagaimana tinggal mengembangkan itu (Nawacita I) di periode yang kedua. Tentu visi dan misi sudah disampaikan," ujar Ma'ruf.

"Lain lagi kalau baru (maju). Kalau baru kan masih yang diinginkan saja. Kalau yang meneruskan sebenarnya bagaimana memperbesar, bagaimana menambah, bagaimana menyempurnakan. Kira-kira isunya gitu," lanjut dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Operasi Penyelundupan Sabu Malaysia-Aceh, Tersangka Terima Upah Rp 10 Juta per Kilogram

Operasi Penyelundupan Sabu Malaysia-Aceh, Tersangka Terima Upah Rp 10 Juta per Kilogram

Nasional
Ramai Unjuk Rasa jelang Putusan MK, Menko Polhukam: Hak Demokrasi

Ramai Unjuk Rasa jelang Putusan MK, Menko Polhukam: Hak Demokrasi

Nasional
Dampingi Jokowi Temui Tony Blair, Menpan-RB: Transformasi Digital RI Diapresiasi Global

Dampingi Jokowi Temui Tony Blair, Menpan-RB: Transformasi Digital RI Diapresiasi Global

Nasional
Sekjen Gerindra Ungkap Syarat Jadi Menteri di Kabinet Prabowo-Gibran

Sekjen Gerindra Ungkap Syarat Jadi Menteri di Kabinet Prabowo-Gibran

Nasional
Pelaku Penyelundupan Sabu Malaysia-Aceh Sudah Beraksi Lebih dari Satu Kali

Pelaku Penyelundupan Sabu Malaysia-Aceh Sudah Beraksi Lebih dari Satu Kali

Nasional
Menkominfo Ungkap Perputaran Uang Judi 'Online' di Indonesia Capai Rp 327 Triliun

Menkominfo Ungkap Perputaran Uang Judi "Online" di Indonesia Capai Rp 327 Triliun

Nasional
Bareskrim Usut Dugaan Kekerasan oleh Pengemudi Fortuner yang Mengaku Adik Jenderal

Bareskrim Usut Dugaan Kekerasan oleh Pengemudi Fortuner yang Mengaku Adik Jenderal

Nasional
Pengacara Korban Kaji Opsi Laporkan Ketua KPU ke Polisi Imbas Diduga Goda Anggota PPLN

Pengacara Korban Kaji Opsi Laporkan Ketua KPU ke Polisi Imbas Diduga Goda Anggota PPLN

Nasional
Sindir Kubu Prabowo, Pakar: Amicus Curiae Bukan Kuat-Kuatan Massa

Sindir Kubu Prabowo, Pakar: Amicus Curiae Bukan Kuat-Kuatan Massa

Nasional
OJK Sudah Perintahkan Bank Blokir 5.000 Rekening Terkait Judi 'Online'

OJK Sudah Perintahkan Bank Blokir 5.000 Rekening Terkait Judi "Online"

Nasional
Bareskrim Ungkap Peran 7 Tersangka Penyelundupan Narkoba di Kabin Pesawat

Bareskrim Ungkap Peran 7 Tersangka Penyelundupan Narkoba di Kabin Pesawat

Nasional
Pengacara Minta DKPP Pecat Ketua KPU Imbas Diduga Goda Anggota PPLN

Pengacara Minta DKPP Pecat Ketua KPU Imbas Diduga Goda Anggota PPLN

Nasional
Canda Hasto Merespons Rencana Pertemuan Jokowi-Megawati: Tunggu Kereta Cepat lewat Teuku Umar

Canda Hasto Merespons Rencana Pertemuan Jokowi-Megawati: Tunggu Kereta Cepat lewat Teuku Umar

Nasional
Pemerintah Bakal Bentuk Satgas Pemberantasan Judi 'Online' Pekan Depan

Pemerintah Bakal Bentuk Satgas Pemberantasan Judi "Online" Pekan Depan

Nasional
Ketua KPU Diadukan Lagi ke DKPP, Diduga Goda Anggota PPLN

Ketua KPU Diadukan Lagi ke DKPP, Diduga Goda Anggota PPLN

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com