2019, Jokowi Ganti Peralatan Sistem Pendeteksi Tsunami yang Rusak

Kompas.com - 23/12/2018, 19:57 WIB
Presiden Joko Widodo saat meresmikan terminal baru Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Senin (23/12/2018).Fabian Januarius Kuwado Presiden Joko Widodo saat meresmikan terminal baru Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Senin (23/12/2018).

LUWUK, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta kementerian serta lembaga terkait untuk memeriksa peralatan pendeteksi tsunami di Indonesia.

Hal itu dikatakan Jokosi di Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Senin (23/12/2018). 

"Sebenarnya sudah saya perintahkan untuk mengecek. Tapi akan saya perintahkan lagi," ujar Jokowi.

Jika memang ada yang tidak berfungsi lagi, Presiden Jokowi berjanji untuk pengadaan kembali peralatan tersebut pada 2019.

Baca juga: Jokowi: Fokus ke Tanggap Darurat, Temukan Korban dan Rawat Secepatnya

"Saya kira ini masuknya ke anggaran baru 2019. Januari itu akan saya perintahkan untuk mengganti peralatan-peralatan yang rusak atau yang sudah lama dan tidak bisa dipakai," ujar dia.

Diberitakan, gelombang tsunami menyapu pesisir empat kabupaten yaitu di Kabupaten Pandeglang, Serang, Lampung Selatan dan Tanggamus.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, korban meninggal dunia akibat tsunami yang melanda wilayah pantai sekitar Selat Sunda bertambah menjadi 222 orang.

Baca juga: Panglima TNI: Infrastruktur Jalan di Lokasi Terdampak Tsunami Banten Masih Bagus

Sementara, korban luka-luka menjadi 843 orang. Kemudian korban yang belum ditemukan 28 orang.

Kerusakan material akibat bencana meliputi 556 unit rumah, 9 unit hotel, 60 warung kuliner, dan 350 kapal dan perahu rusak. Sutopo memastikan tidak ada korban warga negara asing.

Jumlah ini diperkirakan masih akan terus bertambah karena belum semuanya berhasil dievakuasi. Selain itu pendataan juga masih terus dilakukan.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:


Close Ads X