Prabowo: Saya Tidak Pernah Ragu dengan Komitmen Pak SBY

Kompas.com - 21/12/2018, 21:44 WIB
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat memberikan keterangan seusai bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/12/2018). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOCalon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat memberikan keterangan seusai bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan, ia tidak pernah ragu terhadap komitmen Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam mendukung pencalonannya pada Pilpres 2019.

Menurut Prabowo, selama ini SBY telah memberikan banyak masukan.

Selain itu, SBY dan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demkrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah berkeliling ke berbagai daerah untuk berkampanye.

"Jadi untuk itu saya garis bawahi, saya tidak pernah ragu dengan komitmen Pak SBY," ujar Prabowo saat memberikan keterangan seusai bertemu SBY, di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/12/2018).

Baca juga: Januari 2019, Prabowo-Sandiaga Fokus Kampanyekan Visi Misi dan Program

Prabowo mengatakan, pada tiga bulan awal masa kampanye, baik Partai Gerindra dan Demokrat, fokus untuk membangun mesin partai.

Sebab, partai politik juga fokus untuk memenangkan pemilu legislatif yang digelar bersamaan dengan pilpres.

Hal itu diungkapkan Prabowo merespons anggapan berbagai pihak mengenai tidak solidnya partai politik koalisi pengusung pasangan Prabowo-Sandiaga.

"Jadi, membangun mesin partai sangat tidak mudah, sehingga bulan-bulan pertama semua partai, saya kira, Demokrat, PAN, PKS dan Gerindra sendiri berusaha menghidupkan kembali mesin kita," kata Prabowo.

"Karena kita memang membangun mesin dalam kondisi ekonomi sulit, dalam kondisi bahwa kita tidak berada dalam kekuasaan. Sehingga tentunya ini merupakan suatu usaha dan perjuangan yang tidak ringan," ujar mantan Danjen Kopassus itu.

Baca juga: Bertemu Prabowo, SBY Beri Pandangan soal Masa Awal Kampanye

Meski demikian, Prabowo menegaskan, masing-masing sekjen partai tetap bersinergi dan berkoordinasi dalam memenangkan Pilpres 2019.

Pasalnya, kata Prabowo, koalisi pengusung telah mencapai kemajuan yang cukup berarti

Ia mencontohkan, keberhasilan sekjen partai koalisi dalam melobi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk membersihkan identitas ganda dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

"Tetapi tim kami ketemu tiap minggu. Para sekjen, para wakil sekjen, semuanya bekerja dengan sangat intensif, sangat rukun, sangat kooperatif dan kita banyak mencapai kemajuan-kemajuan yang cukup berarti," ucap Prabowo.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Doni Monardo: Covid-19 Berbahaya, tapi Manusia Carrier Jauh Lebih Bahaya

Doni Monardo: Covid-19 Berbahaya, tapi Manusia Carrier Jauh Lebih Bahaya

Nasional
Tokoh yang Ingin Jadi Capres Disarankan Bangun Komunikasi yang Cerdas

Tokoh yang Ingin Jadi Capres Disarankan Bangun Komunikasi yang Cerdas

Nasional
TNI Bakal Kerahkan Seluruh Matra Distribusi Vaksin Covid-19

TNI Bakal Kerahkan Seluruh Matra Distribusi Vaksin Covid-19

Nasional
Kalangan Buruh Kritik Baleg DPR Bahas RUU Cipta Kerja di Hotel

Kalangan Buruh Kritik Baleg DPR Bahas RUU Cipta Kerja di Hotel

Nasional
Video Call dengan Jokowi, Perawat Pasien Covid-19 Ini Cerita Jarang Pulang hingga Warga yang Tak Patuh

Video Call dengan Jokowi, Perawat Pasien Covid-19 Ini Cerita Jarang Pulang hingga Warga yang Tak Patuh

Nasional
Menko PMK Sebut Pemerintah Terus Cari Cara Cegah Kematian Dokter akibat Covid-19

Menko PMK Sebut Pemerintah Terus Cari Cara Cegah Kematian Dokter akibat Covid-19

Nasional
Keputusan Jokowi Dinilai Persulit Penyelidikan Pelanggaran HAM Masa Lalu

Keputusan Jokowi Dinilai Persulit Penyelidikan Pelanggaran HAM Masa Lalu

Nasional
Wakil Ketua MPR Duga Gatot Nurmantyo Ingin Calonkan Diri Jadi Presiden

Wakil Ketua MPR Duga Gatot Nurmantyo Ingin Calonkan Diri Jadi Presiden

Nasional
Menko PMK Minta Para Dokter yang Tangani Covid-19 Utamakan Keselamatan Pribadi

Menko PMK Minta Para Dokter yang Tangani Covid-19 Utamakan Keselamatan Pribadi

Nasional
Penunjukan Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Kemenhan Dinilai Jadi Langkah Mundur

Penunjukan Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Kemenhan Dinilai Jadi Langkah Mundur

Nasional
UPDATE 27 September: Ada 129.553 Orang Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 27 September: Ada 129.553 Orang Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Minta Keppres Eks Anggota Tim Mawar Dicabut, IKOHI Sebut Pelanggar HAM Tak Boleh Tentukan Masa Depan Bangsa

Minta Keppres Eks Anggota Tim Mawar Dicabut, IKOHI Sebut Pelanggar HAM Tak Boleh Tentukan Masa Depan Bangsa

Nasional
UPDATE 27 September: Total Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Capai 3.207.055

UPDATE 27 September: Total Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Capai 3.207.055

Nasional
Anggota Komisi I DPR: Hanya Jokowi yang Paling Tahu Alasan Sebenarnya Pergantian Gatot Nurmantyo

Anggota Komisi I DPR: Hanya Jokowi yang Paling Tahu Alasan Sebenarnya Pergantian Gatot Nurmantyo

Nasional
UPDATE 27 September: Sebaran 3.874 Kasus Baru di Indonesia

UPDATE 27 September: Sebaran 3.874 Kasus Baru di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X