Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

SBY-Prabowo Bertemu Jumat Sore, Sekjen Demokrat Sebut Pelatihnya Turun, Analisa Babak Kedua

Kompas.com - 21/12/2018, 09:54 WIB
Reza Jurnaliston,
Diamanty Meiliana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com -Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan bertemu dengan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto Jumat (21/12/2018) sore.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan, pertemuan tersebut merupakan bentuk konsolidasi sekaligus evaluasi mengenai masa kampanye yang telah dilakukan selama ini.

“Ini pelatihnya turun, babak kedua melihat analisanya begini begini, babak kedua harus begini begini. Kira-kira begitu,” kata Hinca saat dihubungi, Jumat (21/12/2018).

Baca juga: SBY-Prabowo Bertemu, Sekjen Demokrat Sebut Babak Pertama Selesai, Masuk Babak Kedua

Menurut Hinca, Partai Demokrat telah melakukan safari kampanye ke beberapa daerah sejak bulan September, Oktober, November hingga bulan Desember. Dalam safari tersebut partainya telah menampung berbagai aspirasi dari masyarakat.

Berbagai aspirasi itu akan didiskusikan dalam pertemuan sore nanti.

"Per bulan ini sudah, kalau main bola sudah setengah babak. Babak pertama sudah selesai jadi ini break dulu kita diskusikan, nanti masuk babak kedua bagaimana kita memainkannya,” tutur Hinca saat dihubungi, Jumat (21/12/2018).

Baca juga: Berjalan Kaki dari Tegal ke Jakarta, Rahman Sampaikan Dukungan ke Prabowo

Selain itu, dalam pertemuan, kata Hinca akan dibahas soal strategi yang akan dilaksanakan untuk memenangkan pilpres dimana Prabowo akan berhadapan untuk kedua kalinya dengan Joko Widodo.

Pertemuan ini juga untuk menampik kabar yang menyebutkan pihaknya tidak sungguh-sungguh mendukung Prabowo-Sandi.

“Kami tentu punya saran dan strategi-strategi patut dan pantas kita mainkan dan tiba saatnya turun sama-sama, kapan, dimana, dan bagaimana itu nanti dibicarakan lebih detail lagi untuk memenangkan babak kedua ini,” kata Hinca.

Baca juga: Kubu Prabowo-Sandi Mengaku Tak Punya Persiapan Khusus Jelang Debat Pilpres

“Kalau ada yang cerita nulis ‘wah Partai Demokrat setengah hati, nggak dukung (pasangan Prabowo-Sandiaga)’ ini jawabannya, gitu. Kami punya cara untuk menentukannya,” katanya melanjutkan.

Diberitakan sebelumnya, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dijadwalkan akan bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jumat (21/12/2018).

Ketua Umum Partai Gerindra itu akan menyambangi kediaman SBY di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, sekitar pukul 15.00 WIB.

Kompas TV Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, kembali mengkritik wartawan. Tudingan calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto disampaikan saat konferensi nasional Partai Gerindra pada 17 Desember lalu.<br /> <br /> Prabowo kembali menyindir wartawan terkait pemberitakan jumlah peserta aksi reuni 212. Pernyataan Prabowo tersebut ditanggapi oleh dewan pers.<br /> <br /> Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo meminta Prabowo tidak menghina jurnalis. Dia menegaskan jurnalis adalah pilar keempat demokrasi dan memiliki tanggung jawab melakukan konfirmasi ke narasumber saat melakukan reportase.<br /> <br /> Karena itu menurut Yosep Stanley, jika Prabowo merasa keberatan dengan pemberitaan media maka bisa melapor ke dewan pers.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang


Terkini Lainnya

Kubu Anies-Muhaimin Fokus Kaitkan Keterangan 4 Menteri di Sidang MK dengan Bukti Kecurangan

Kubu Anies-Muhaimin Fokus Kaitkan Keterangan 4 Menteri di Sidang MK dengan Bukti Kecurangan

Nasional
Kesimpulan Tim Anies-Muhaimin yang Akan Diserahkan ke MK: Ada Pelanggaran Terukur, KPU Berpihak ke Prabowo-Gibran

Kesimpulan Tim Anies-Muhaimin yang Akan Diserahkan ke MK: Ada Pelanggaran Terukur, KPU Berpihak ke Prabowo-Gibran

Nasional
Soroti Ketegangan Iran-Israel, Pengamat: Perang di Timur Tengah Bisa Menjurus ke Perang Dunia III

Soroti Ketegangan Iran-Israel, Pengamat: Perang di Timur Tengah Bisa Menjurus ke Perang Dunia III

Nasional
Finalisasi Kesimpulan, Yusril dkk Yakin MK Bakal Sahkan Kemenangan Prabowo-Gibran

Finalisasi Kesimpulan, Yusril dkk Yakin MK Bakal Sahkan Kemenangan Prabowo-Gibran

Nasional
RI Dinilai Bisa Turun Tangan Lakukan Upaya Berikut untuk Hentikan Serangan Iran ke Israel

RI Dinilai Bisa Turun Tangan Lakukan Upaya Berikut untuk Hentikan Serangan Iran ke Israel

Nasional
Komnas HAM Desak Pengendalian Kekerasan Bersenjata di Papua Dievaluasi

Komnas HAM Desak Pengendalian Kekerasan Bersenjata di Papua Dievaluasi

Nasional
Komnas HAM Soroti 8 Orang Tewas dan Belasan Luka akibat Kontak Senjata di Papua pada Maret-April 2024

Komnas HAM Soroti 8 Orang Tewas dan Belasan Luka akibat Kontak Senjata di Papua pada Maret-April 2024

Nasional
Soal Normalisasi Hubungan dengan Israel, Anggota Komisi I: Jangan OECD Jadi Alat Tekan Kebijakan Indonesia

Soal Normalisasi Hubungan dengan Israel, Anggota Komisi I: Jangan OECD Jadi Alat Tekan Kebijakan Indonesia

Nasional
Kemenlu Imbau WNI Tunda Perjalanan ke Iran dan Israel

Kemenlu Imbau WNI Tunda Perjalanan ke Iran dan Israel

Nasional
Kakorlantas Ingatkan Pemudik Tak Tempramental di Jalan Saat Arus Balik Lebaran 2024

Kakorlantas Ingatkan Pemudik Tak Tempramental di Jalan Saat Arus Balik Lebaran 2024

Nasional
'Contraflow' Dihentikan di Km 72 sampai Km 47 Tol Cikampek

"Contraflow" Dihentikan di Km 72 sampai Km 47 Tol Cikampek

Nasional
Kemenlu: Tak Ada WNI Terdampak Serangan Iran ke Israel Sejauh Ini

Kemenlu: Tak Ada WNI Terdampak Serangan Iran ke Israel Sejauh Ini

Nasional
Berakhir Pekan di Sumut, Presiden Jokowi Ajak Cucunya Mengenal Satwa

Berakhir Pekan di Sumut, Presiden Jokowi Ajak Cucunya Mengenal Satwa

Nasional
Gerindra Dinilai Lebih Butuh PDI-P untuk Kurangi Dominasi Golkar

Gerindra Dinilai Lebih Butuh PDI-P untuk Kurangi Dominasi Golkar

Nasional
Kemerdekaan Palestina Jadi Syarat RI Normalisasi Hubungan dengan Israel

Kemerdekaan Palestina Jadi Syarat RI Normalisasi Hubungan dengan Israel

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com