Timses Jokowi Sebut Isu Lingkungan Jadi Program Nawacita Jilid 2

Kompas.com - 20/12/2018, 18:20 WIB
Direktur Relawan TKN Maman Imanulhaq di Gedung YTKI, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (20/2/2018). CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.comDirektur Relawan TKN Maman Imanulhaq di Gedung YTKI, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (20/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Maman Imanulhaq mengatakan, isu lingkungan menjadi salah satu prioritas kampanye pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Sebab, isu tersebut masuk dalam Nawacita jilid 2 yang akan diproyeksikan Jokowi jika kembali terpilih di Pemilihan Presiden 2019.

"Isu lingkungan ini menjadi sangat penting karena masuk dalam Nawacila jilid 2 Jokowi tentang pembangunan kesinambungan berbasis lingkungan," kata Maman seusai menghadiri seminar nasional dan deklarasi agenda politik lingkungan hidup di Indonesia yang dihelat di Gedung YTKI, Jakarta Selatan, Kamis (20/12/2018).

Untuk itu, lanjut Maman, kini sudah ada beberapa kelompok di TKN yang bertugas mengampanyekan soal lingkungan. Salah satunya adalah dua komunitas relawan.

"Ada dua relawan yang aktif untuk mengampanyekan isu lingkungan," ucapnya kemudian.

Lebih jauh, seperti diungkapkan Maman, kedua relawan tersebut berkampanye dengan menggelar acara-acara di sejumlah daerah sembari mengajak menjaga kebersihan. Misalnya dengan gotong royong membersihkan sampah. 

Baca juga: Kemendes PDTT: Dana Desa Program Nawacita Dirasakan Langsung Masyarakat

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Cara-cara seperti itu yang dibangun. Selain itu, relawan juga pernah membagikan Pohon Pina di dua daerah penting, yaitu Bogor dan Bandung. Soalnya, dua kota itu pemilihnya besar di Jawa Barat," ucapnya.

Maman kemudian juga yakin bahwa Jokowi-Ma'ruf memiliki komitmen yang tinggi terkait permasalahan lingkungan hidup.

"Contoh Jokowi yang menyelesaikan konflik agraria dengan membagikan sertifikat tanah. Itu yang harus didengungkan oleh kami di TKN bahwa Jokowi memiliki solusi untuk masalah lingkungan," pungkasnya.

Kompas TV Pihak petahana akan menawarkan program Nawacita jilid Dua, Sementara pihak Oposisi menilai pemilihan Presiden kali ini sangat terpengaruh pada sosok Cawapres.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luhut Sebut Pemerintah Tak Akan Lockdown untuk Cegah Masuknya Varian Omicron

Luhut Sebut Pemerintah Tak Akan Lockdown untuk Cegah Masuknya Varian Omicron

Nasional
Muncul Varian Omicron, Menkes: Tidak Perlu Panik

Muncul Varian Omicron, Menkes: Tidak Perlu Panik

Nasional
Pemerintah Pastikan Tempat Karantina Akan Kerja Keras Cegah Varian Omicron dari Luar Negeri

Pemerintah Pastikan Tempat Karantina Akan Kerja Keras Cegah Varian Omicron dari Luar Negeri

Nasional
Ini Daftar 11 Negara yang Warganya Dilarang Masuk RI untuk Cegah Varian Omicron

Ini Daftar 11 Negara yang Warganya Dilarang Masuk RI untuk Cegah Varian Omicron

Nasional
Menkes: Sampai Sekarang Indonesia Belum Teramati Adanya Varian Omicron

Menkes: Sampai Sekarang Indonesia Belum Teramati Adanya Varian Omicron

Nasional
Cegah Varian Corona Omicron, Masa Karantina Pelaku Perjalanan Internasional Jadi 7 Hari

Cegah Varian Corona Omicron, Masa Karantina Pelaku Perjalanan Internasional Jadi 7 Hari

Nasional
WNI dari Negara Afrika bagian Selatan dan Hongkong Wajib Karantina 14 Hari

WNI dari Negara Afrika bagian Selatan dan Hongkong Wajib Karantina 14 Hari

Nasional
Terendah Selama 2021, Kasus Kematian Covid-19 Bertambah 1 dalam Sehari

Terendah Selama 2021, Kasus Kematian Covid-19 Bertambah 1 dalam Sehari

Nasional
Bantu Amankan KTT G20, KSAL Siapkan Kapal Perang hingga Pesawat Udara

Bantu Amankan KTT G20, KSAL Siapkan Kapal Perang hingga Pesawat Udara

Nasional
Sebaran 264 Kasus Baru Covid-19, di DKI Tertinggi

Sebaran 264 Kasus Baru Covid-19, di DKI Tertinggi

Nasional
UPDATE 28 November: Tambah 1 Orang, Total Kasus Kematian akibat Covid-19 Capai 143.808

UPDATE 28 November: Tambah 1 Orang, Total Kasus Kematian akibat Covid-19 Capai 143.808

Nasional
UPDATE: 244.999 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 0,94 Persen

UPDATE: 244.999 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 0,94 Persen

Nasional
UPDATE 28 November: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 8.214

UPDATE 28 November: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 8.214

Nasional
Kapal Selam KRI Cakra-401 Selesai Jalani 'Overhaul', KSAL: Hasilnya Bagus

Kapal Selam KRI Cakra-401 Selesai Jalani "Overhaul", KSAL: Hasilnya Bagus

Nasional
UPDATE 28 November: 94.339.737 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 28 November: 94.339.737 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.