Kompas.com - 20/12/2018, 14:49 WIB
Duty Executive PT Indonesia AirAsia Yulia Shintawati bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (20/12/2018). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINDuty Executive PT Indonesia AirAsia Yulia Shintawati bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (20/12/2018).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Duty Executive PT Indonesia AirAsia Yulia Shintawati menyerahkan uang Rp 20 juta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Uang tersebut sebelumnya merupakan komisi yang diberikan atas bantuan Shinta menjemput mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro.

Hal itu dikatakan Shinta saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (20/12/2018).

Shinta bersaksi untuk terdakwa Lucas yang didakwa menghalangi penyidikan KPK terhadap Eddy Sindoro.

Baca juga: Staf AirAsia Diskors Perusahaan Setelah Ikut Jemput Eddy Sindoro

"Begitu saya diperiksa, saya dijelaskan status tersangka penumpang yang saya jemput. Karena statusnya seperti itu, ya saya balikin uangnya," ujar Shinta.

Menurut Shinta, pada Agustus 2018, Eddy dan dua orang lainnya berangkat dari Malaysia menggunakan pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan AK 380.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selanjutnya, Shinta dan Ground staff AirAsia Dwi Hendro Wibowo menjemput Eddy. Penjemputan menggunakan mobil AirAsia menuju Gate U8 di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, tanpa melalui pintu Imigrasi.

Baca juga: Lucas Berikan 46.000 Dollar Singapura ke Staf Riza Chalid untuk Akomodasi Eddy Sindoro

Setelah Eddy dapat meninggalkan Indonesia, Bowo memberikan uang yang berasal dari Lucas kepada pihak-pihak yang membantu. Shinta mendapat uang sebesar Rp 20 juta.

Dalam kasus ini, Lucas didakwa menghalangi proses penyidikan KPK terhadap tersangka Eddy Sindoro. Lucas diduga membantu pelarian Eddy ke luar negeri.

Menurut jaksa, Lucas menyarankan Eddy Sindoro yang telah berstatus tersangka agar tidak kembali ke Indonesia.

Lucas juga mengupayakan supaya Eddy masuk dan keluar dari wilayah Indonesia, tanpa pemeriksaan petugas Imigrasi.

Dalam mewujudkan hal tersebut, Lucas meminta bantuan Dina Soraya. Kemudian, Dina meminta bantuan sejumlah pegawai di bandara, termasuk Bowo dan Shinta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.