Kompas.com - 20/12/2018, 12:26 WIB
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) disebut telah bergabung dengan Partai Golkar.

Mantan kader Demokrat itu langsung mendapat posisi sebagai Ketua Koordinator bidang Keumatan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

"Betul. Tadi malam diumumkan ketua umum di rapat pleno," kata Koordinator bidang Pemenangan Pemilu DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia saat dihubungi, Kamis (20/12/2018).

Baca juga: TGB: Saya Belum Memutuskan Masuk Partai

Doli mengatakan, rencananya TGB akan hadir dalam acara silaturahmi tahunan Partai Golkar di Hotel Dharmawangsa malam ini.

Terpisah, Ketua DPP Golkar Ace Hasan mengatakan, pengumuman resmi mengenai bergabungnya TGB akan disampaikan langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam acara malam nanti.

"Informasi itu (bergabungnya TGB) nanti akan disampaikan secara resmi oleh Ketua Umum kami, Pak Airlangga Hartarto, dalam acara silaturahmi akhir tahun Keluarga Besar Partai Golkar di Hotel Dharmawangsa," kata Ace.

Baca juga: TGB Disebut Gabung Nasdem

Kompas.com tengah berupaya meminta konfirmasi TGB atas klaim Partai Golkar ini.

Pada Senin (17/12/2018) lalu, TGB juga diklaim bergabung ke Partai Nasdem oleh Sekjen Nasdem Johnny G Platte. Namun, TGB langsung membantah informasi itu. Saat itu, ia menegaskan belum bergabung ke partai manapun.

"Untuk saya pribadi saya belum memutuskan masuk partai hingga saat ini," ujar TGB melalui keterangan tertulis, Senin (17/12/2018).

Baca juga: Sitti Rohmi, Kakak TGB, Juga Keluar dari Demokrat dan Dukung Jokowi

Adapun, TGB sudah mengundurkan diri dari Partai Demokrat sejak Juli 2018 tanpa alasan jelas. Pengunduran diri tersebut setelah TGB menyatakan mendukung Jokowi sebagai capres.

Saat TGB mundur, Partai Demokrat belum menentukan sikap politik dalam Pilpres. Baru belakangan Partai Demokrat memastikan bahwa mereka mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga.

Kompas TV Mantan Gubernur NTB Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang kecewa dengan pernyataan prabowo Subianto yang dianggap tidak ikut mengecam pemindahan Kedubes Australia di Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem. Pernyataan TGB itu disampaikan melalui akun Instagram. Menurut TGB pernyataan Prabowo seolah mengesampingkan jalinan sejarah perjuangan Palestina yang erat dengan perjuangan bangsa Indonesia. Menurut TGB dengan memindahkan kantor kedutaan besar berarti sebuah pengakuan Jerusalem adalah ibu kota Israel. Padahal Israel dan Palestina masih berkonflik soal Jerusalem. Menyikapi postingan akun instagram Tuan Guru Bajang, politisi Partai Gerindra, Budisatrio Djiwandono menekankan bahwa Prabowo sangat menghormati kedaulatan sebuah negara. Menurut Budisatrio, calon presiden nomor urut nomor urut 02 itu mempersilakan kebijakan luar negeri suatu negara untuk menjalankan kebijakan dalam negerinya. Ia pun mempersilakan beberapa pihak melihat kembali sejarah Prabowo Subianto yang dianggap sangat mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.