Jelang Pemilu 2019, Hak Politik Buruh Migran Dinilai Belum Jadi Perhatian

Kompas.com - 19/12/2018, 13:38 WIB
Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo. Fabian Januarius KuwadoDirektur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang penyelenggaraan Pemilu 2019, Migrant Care memberikan catatan terkait pemenuhan hak pekerja migran Indonesia, salah satunya terkait hak sipil politik.

Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo menilai belum ada keseriusan penyelenggara pemilu dalam menjamin hak politik buruh migran.

Menurut Wahyu, jumlah pekerja migram saat ini mencapai 6,5 juta orang. Sementara, dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang disahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya mencakup 2.058.191 pemilih.

"Ini memperlihatkan belum adanya keseriusan penyelenggara pemilu menjamin hak politik buruh migran Indonesia," ujar Wahyu kepada Kompas.com, Rabu (19/12/2018).

Selain itu, Wahyu berpendapat calon anggota legislatif (caleg) yang berkontestasi di dapil luar negeri belum memberikan perhatian serius mengenai politik perlindungan buruh migran.

Baca juga: Membandingkan Penanganan Buruh Migran Indonesia dengan Filipina...

Sebagain besar caleg, kata Wahyu, masih melihat buruh migran sebagai obyek pemilih, bukan sebagai konstituen yang harus diperjuangkan aspirasinya.

Di sisi lain, visi misi yang ditawarkan pasangan capres-cawapres terkait perlindungan warga negara masih perlu dibuktikan pencapaiannya.

"Dalam visi misi capres-cawapres, politik perlindungan warga negara memang dituliskan sebagai tawaran yang dijajakan sebagai daya tarik untuk pemilih, namun demikian perlu diuji dan diperdebatkan bagaimana cara pencapaiannya," kata Wahyu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X