Muhammadiyah dan Nasionalisme di Era 4.0

Kompas.com - 16/12/2018, 21:50 WIB
Pelajar melintas di depan mural mantan presiden  Soekarno, NKRI dan Pancasila di Segara Makmur, Tarumajaya, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (15/2/2018). Mural kepahlawanan dan nasionalisme banyak menghiasai jalan kampung untuk mengingatkan anak-anak masa perjuangan kemerdekaan. KOMPAS/AGUS SUSANTOPelajar melintas di depan mural mantan presiden Soekarno, NKRI dan Pancasila di Segara Makmur, Tarumajaya, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (15/2/2018). Mural kepahlawanan dan nasionalisme banyak menghiasai jalan kampung untuk mengingatkan anak-anak masa perjuangan kemerdekaan.

"SAYA telah terpukau dengan KH Ahmad Dahlan. Saya sudah menjadi anggota resmi Muhammadiyah dalam tahun 1938”, ujar Bung Karno.

Kedekatan Bung Karno dengan Muhammadiyah, ia mulai sejak usia 15 tahun, pada saat berjumpa dengan KH Ahmad Dahlan di rumah HOS Tjokroaminoto. Semangat modernitas yang diajarkan Kiai Dahlan melalui Muhammadiyah sungguh membuat Bung Karno jatuh hati terhadap organisasi Islam modern tertua di republik ini.

 

Modernitas itu menunjukkan progresifitas. Itulah yang dibawa Kiai Dahlan kepada umat Islam periode kedua awal-awal abad ke-20.

 yang dapat dilihat secara kasat. Hal ini membuat Kiai Dahlan terpanggil untuk berbuat sesuatu kepada umat.

 

Spirit berkemajuan dalam jiwa modernitas kala itu mampu menggugah jamaah Muhammadiyah untuk mendirikan Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO- saat ini PKU), lembaga pendidikan sebagaimana yang dilakukan oleh umat Katolik maupun oleh Taman Siswa.

Salah satu tujuan awal didirikannya Muhammadiyah oleh Kiai Dahlan yakni untuk: “Terwudjudnja masjarakat Islam jang sebenar-benarnja”. Masyarakat yang berorientasi pada kemajuan umat, bangsa, dan manusia pada umumnya.

 

     

Muhammadiyah dan Pendidikan

Muhammadiyah berkonsentrasi pada lembaga pendidikan secara total, profesional, terstruktur dari tingkat PAUD, dasar, menengah hingga perguruan tinggi. Hingga saat ini tercatat memiliki 7.651 sekolah/madrasah dan 177 perguruan tinggi, yang tersebar di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal yang jauh dari pusat-pusat ekonomi, politik di negeri ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X